Ronny:

Teringat di salah satu TV Swasta, menyiarkan proses penyelamatan anak
kucing, dimana kepalanya masuk ke lubang got baja, saat mengejar tikus, org2
berusaha membantu, dan memanggil 911 untuk menghubungi kepolisian dan
pemadam kebakaran, pertolongan berlangsung 12 jam, tanpa mengenal lelah
berhasil menyelamatkan kucing tsb

Tapi kenapa di Indonesia tidak bisa spt itu???
Katanya Negara agamais?? Tapi sering menyiksa makhluk lain

Ironis!!!!!!!!!

============================================================================
===============

Posted by: "Daniel H.T." [EMAIL PROTECTED]   danielht2002 
Wed Nov 1,:21 pm (PST) 
Komentar:

Surat pembaca di bawah ini merupakan kali kedua surat pembaca sejenis yang
dimuat di Harian Kompas.

Beberapa waktu sebelumnya, ada surat pembaca yang mengomentari kekejaman
manusia Indonesia terhadap binatang sapi di tempat penjagalan hewan di
Jakarta (?), yang disiarkan oleh salah satu siaran TV swasta. Seolah-olah
moment yang di-shoot itu adalah moment yg bagus dan sudah pasti menarik
banyak pemirsa. Ujung2-nya mungkinmengharapkan rating-nya naik.

Dalam surat pembaca sebelumnya itu, diceritakan ttg bagaimana secara
sistematis binatang sapi disiksa sebelum dipotong. Sapi yg hendak dijagal
itu, mulutnya dimasukkan selang secara paksa. Didorong masuk melalui
mulutnya terus sampai ke lambungnya. Setelah itu penjagalnya menjalankan
air, sampai usus sapi itu penuh sesak dengan air. Tapi aliran air tsb, tidak
dihentikan. Walaupun air sudah memenuhi lambung sapi naas itu, -- kelihatan
dari perutnya yg membesar seperti balon ditiup, air masih terus dialirkan.
Wajah sapi kelihatan menahan nyeri tak terkirakan. Sampai akhirnya sapi itu
tidak kuat berdiri lagi menahan air yg terus mengalir ke lambungnya,
terjerembab. Setelah itu baru dijagal.

Benarlah kedua surat pembaca ini, yg mempertanyakan, kenapa manusia2
Indonesia begitu tega dan gampang menyiksa binatang tanpa merasa bersalah
sedikit pun. Dan, kenapa pula pihak TV swasta merasa adegan2 sadis tsb layak
ditayangkan?

Ini kah manusia Pancasilais, manusia2 yg betaqwa kepada YME, yg beriman dan
percaya bahwa Tuhan itu ada?

Walaupun yg menjadi korban itu binatang, tetap saja mereka makhluk hidup
ciptaan Tuhan, tidak layak disiksa seperti itu. Tuhan menciptakan merka
untuk menjadi santapan manusia, tetapi bukan untuk disiksa. 

Redaksi Yth. Kompas, 30 Oktober 2006

Masyarakat Bengis dan Irasional

Bengis dan irasional. Inilah sosok sebagian masyarakat kita saat membaca di
media cetak tentang penyiksaan terhadap seekor babi hari Selasa malam, 10
Oktober 2006, di Kramat Jati, Jakarta Timur. Bayangkan, seekor babi yang
lepas dan bersembunyi di dalam gorong-gorong, begitu kepergok tanpa sengaja
lantas dipukuli dan dibacok. Warga masyarakat yang ada di sekitarnya
menganggap binatang malang itu babi ngepet, babi "jadi-jadian" yang mencuri
kekayaan orang lain. 

Tidak puas sekadar membacok dan memukuli, massa lalu menggantung babi yang
luka-luka itu di sebuah tanah lapang. Warga masyarakat lain pun gempar
sehingga berdatangan dari tempat yang jauh. Mereka menunggu adzan subuh
terdengar yang mungkin akan mengubah babi itu menjadi manusia. Tetapi,
setelah tak terbukti, mereka membiarkan babi itu tersiksa hingga terang
tanah dan berharap sinar matahari mengubah si babi. Akhirnya tetap tak
terbukti. 

Entah, bagaimana bisa terjadi, manusia yang beradab dengan antusias
menyaksikan kebengisan semacam itu berjam-jam. Akhirnya, pukul 06.00,
anggota polisi menjemput babi yang terluka parah itu dan membawanya ke
markas Polsek Metro Kramat Jati. Sekitar pukul 10.30 babi naas itu mati. 

Selamat buat para pengasuh televisi yang menayangkan sinetron-sinetron
klenik. Ini berarti telah membuktikan kekuatan memengaruhi opini masyarakat,
meski itu sebuah opini yang mengenaskan. 

Diharapkan yang berwenang lebih sigap memberikan tanggapan. Berkumpulnya
massa sudah terjadi berjam-jam, sejak sang babi digantung pada malam hari,
tetapi baru pukul 06.00 petugas Polsek Metro Kramat Jati tiba. Seharusnya
polisi segera menjemput babi itu dan membawanya ke markas polsek metro.
Selain pertimbangan nurani terhadap binatang yang disiksa, hal itu juga akan
menghindarkan kemungkinan buruk massa yang diprovokasi pihak tertentu. 

Prisetiadi 
Cipageran Asri Blok C IX, Cimahi, Jawa Barat




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke