Sabtu lalu, tanggal 18 November 2006, saya mendapat telepon bahwa terjadi kecelakaan di daerah kunciran. Korban kebetulan saya kenal, Ricky, 27 tahun, keponakan dari Lindawaty yang kasusnya sedang kita bantu di DKD. Sekarang di rawat di RS Mulya di dekat Pasar Bengkok, Ciledug. Selasa lalu, sebelum mengantar Linda ke RSI Bintaro, kami mampir dulu ke rumah sakit menjenguk Ricky. Ternyata dari kejadian sampai saat saya datang, sudah terjadi tunggakan biaya rumah sakit sebesar Rp 2 juta dan sampai saat itu, CT scan belum dilakukan karena belum ada uang. Setelah diskusi dengan beberapa teman; Ety, Benardi, Julie, dkk; DKD akan membantu biaya perawatan Ricky di rumah sakit Mulya. Ricky dirawat di kelas III, biaya kamar Rp 55,000 per hari. 21 November lalu, DKD membayar Rp 2 juta untuk biaya rumah sakit Ricky. Hari ini, RS Mulya menghubungi saya lagi, tunggakan dari Selasa sampai dengan Kamis sudah membengkak lagi menjadi Rp 1.9 juta. Hal ini karena biaya obat syaraf yang cukup mahal. Tunggakan kali ini belum dibayar. Menurut dokter, terjadi pendarahan di kepala, ada cairan sebanyak 100cc di kepala yang harus disedot dan diperlukan operasi. Biaya operasi cukup mahal, untuk kelas III saja bisa puluhan juta rupiah di RSU Tangerang. RS Mulya sendiri tidak memiliki fasilitas untuk itu. Dokter menyarankan agar segera mengurus kartu Gakin agar ada keringanan biaya. Saat inipun pihak keluarga sedang mengurus kartu tersebut. Menurut pengalaman diperlukan waktu 1-3 minggu untuk mengurus kartu tersebut, sedangkan tindakan operasi untuk Ricky harus dilaksanakan sesegera mungkin karena ini menyangkut syaraf, bila terlalu lama, dikhawatirkan akan cacat atau meninggal. Teman-teman, kalau sempat, luangkan waktu ya, untuk menjenguk Ricky di RS Mulya, kamar kelas III. Untuk alamat RS Mulya, bisa menghubungi telp Ci Lisa di 9124134. Bagi donatur yang ingin membantu, bisa transfer ke rekening DKD atas nama Ridawaty 697-009-1112, BCA Kartini, dengan berita untuk Ricky. Bagi para dermawan yang ingin membantu saya dalam kasus ini, juga bisa menghubungi saya via email. Terkadang capek juga secara emosi, terkadang tidak tahan juga melihat kondisi mereka. Sering tidak tahu harus melakukan apa, apalagi melihat kondisi mereka yang sudah miskin, cacat dan tidak punya kemampuan untuk mencari uang. Terkadang, pengen juga berhenti dan mengurus diri sendiri dan keluarga sendiri saja, saya pernah terpikir untuk berhenti dan tidak ingin terlibat lagi dalam hal ini. Tetapi hati kecil saya tidak tega meninggalkan mereka begitu saja. Saya ingat pesan seorang mentor saya bahwa "we shouldn't waste our life away". Hidup kita hanya sementara, kalau tidak digunakan dengan sebaik-baiknya, pada saatnya nanti, kita akan menyesal............. Bantuan uang memang berharga, tetapi meluangkan waktu teman-teman untuk menjenguk mereka dan menunjukkan perhatian, akan melengkapi semua itu. Regards, Jenty
--------------------------------- Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
