Menggunakan Meditasi untuk Mengakses Intuisi Anda Hanya ada satu perjalanan; masuk ke dalam dirimu sendiri. Reiner Maria Rilke Pujangga dan Penulis Novel
Ketika berusia 35 tahun, saya mengikuti sebuat retret meditasi yang selamanya mengubah kehidupan saya. Selama satu minggu penuh, kami duduk bermeditasi mulai dari 6.30 pagi sampai 10 malam -hanya beristirahat untuk makan dan melemaskan otot. Selama beberapa hari pertama, saya mengira akan jadi gila. Saya kadang tertidur karena selama bertahun-tahun kurang tidur, atau pikiran saya melompat-lompat dari satu hal ke hal lain saat saya menelaah setiap pengalaman masa lalu saya, merencanakan cara memperbaiki bisnis saya, dan bertanya-tanya apa yang sedang saya lakukan duduk di sebuah aula meditasi ketika semua orang yang saya kenal sedang berada di luar menikmati kehidupan. Pada hari keempat, sesuatu yang tidak terduga dan menyenangkan terjadi. Pikiran saya menjadi hening dan saya bergerak memasuki sebuah tempat dari mana saya bisa sekadar menyaksikan segalanya yang sedang terjadi di sekitar saya tanpa penilaian atau kelekatan. Saya menyadari adanya suara-suara, berbagai sensasi di tubuh saya, dan kedamaian batin yang sangat dalam. Berbagai pikiran masih datang dan pergi, tetapi tidak dengan kecepatan yang sama dan bukan dari jenis yang sama. Pikiran-pikiran itu lebih dalam-apa yang bisa disebut wawasan, pemahaman yang lebih dalam, dan kebijaksanaan. Saya melihat hubungan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya mengerti motivasi, ketakutan, dan hasrat saya di tingkat yang lebih dalam. Jalan keluar kreatif bagi masalah-masalah yang sedang saya hadapi dalam kehidupan saya muncul di alam sadar saya. Saya merasa rilaks, tenang, sadar, dan lebih jelas daripada sebelumnya. Hilanglah tekanan untuk berprestasi, membuktikan diri sendiri, menjelaskan diri sendiri, memenuhi standar eksternal, memenuhi kebutuhan orang lain. Sebagai gantinya muncul kesadaran diri dan tujuan yang dalam. Ketika saya memusatkan perhatian pada tujuan dan hasrat saya yang paling mendalam, berbagai jalan keluar membanjiri pikiran saya -pikiran serta bayangan jelas tentang langkah-langkah yang akan perlu saya ambil, orang-orang yang akan perlu saya ajak bicara, dan cara-cara melampaui rintangan apa pun yang mungkin saya hadapi. Hal itu benar-benar terasa ajaib. Yang saya pelajari dari pengalaman itu adalah semua gagasan yang saya perlukan untuk menyelesaikan tugas apa pun, memecahkan masalah apa pun, atau mencapai tujuan apa pun tersedia dalam diri saya. Sejak saat itu saya menggunakan wawasan berharga itu. (dikutip dari: The Success Principles, Cara Beranjak dari Posisi Anda Sekarang ke Posisi yang Anda Inginkan; Jack Canfield bersama Janet Switzer; PT. Gramedia Pustaka Utama, Cetakan pertama 2006, halaman 455-457)
