Yah, mari saya lanjutkan ke sharing tentang retret Pelajar yg kedua.Hehe…
  Jadi retret Pelajar kedua ini diadakan pada tgl 30 nov – 3 des, di Jhana 
Manggala;Gunung Geulis.
  Peserta kali ini kebanyakan adalah siswa/i kelas 3, ada juga yg kelas 2.
  Beberapa hari sebelumnya kami mendapat warning (berulang kali)dari  gurunya 
bahwa peserta kali ini 2x lipat lebih nakal daripada retret pelajar sebelumnya. 
“mereka yg kemarin itu belum ada apa-apanya klo dibanding yg sekarang ini…” 
O’o…..Benarkah itu..?..hiks….Saya cukup ‘takuuutt’….
    Tapi dengan tabah kami pun menyongsong retret ini.
   Pertemuan pertama..koq..anak2nya keliatan pada kalem yah…Kemudian acara pun 
dimulai dengan perkenalan dan penyamaan persepsi mengenai retret ini, apa yg 
mereka harapkan, pengalaman mereka yg pernah mengikuti retret dari grup lain, 
dll….
  Setelah kami mengumpulkan cukup informasi mengenai mereka, (demikian juga 
kami menceritakan diri kami), kami pun pergi beristirahat.
    Besok paginya acara dimulai dengan olahraga Yoga, dan presentasi mengenai 
hidup.
  Hari kedua ini bisa dikatakan berjalan dengan lancar. Dan tidak ada ancaman 
dari anak2 nakal itu.
  Kemudian dilanjutkan dengan hari ketiga, hubungan kami semakin dekat. Dan 
pada hari ini  mulai ada sesi DBD (dengar, baca, diskusi). Anak2 juga gampang 
connect dengan bahan yg kami gunakan.
    Kemudian hari terakhir, masih tersisa satu sesi DBD lagi. 
  Setelah sesi DBD selesai, dilanjutkan dengan pengisian formulis kesan pesan 
peserta.
  Setelah itu, retret ini pun selesai..
    Oyah, kami juga mengajak mereka untuk chanting bersama “Om Mani Padme Hum” 
setiap kali selesai makan (3x sehari).
  Peserta retret ini berbeda dengan peserta sebelumnya. Lebih dewasa dan lebih 
serius dalam berpikir mengenai hidup mereka.
  Ada beberapa anak yang sudah terlihat kualitasnya.
  Ada beberapa dari mereka (cukup banyak) yang memiliki kepahitan dalam hidup, 
keluarga nya yg hancur, luka batin mereka.Saya salut dengan satu anak cewe, 
yang masa lalunya begitu sedih, gelap, tapi dia bisa tumbuh menjadi seorang 
gadis yg dewasa dengan pemahaman yg begitu baik mengenai Dharma, ceria, dengan 
pemahaman yg dalam, juga bijak. Dia pasti akan tumbuh menjadi seorang yg kuat. 
Dengan mudah bisa diketahui dia telah mempraktikkan Dharma langsung dalam 
hidupnya.

  Dan idealnya melalui retret inilah, luka mereka bisa disembuhkan.
  Salah satu hal indah yg terjadi adalah mereka mampu untuk mengeluarkan luka 
itu dalam tangisan.
  Syukurlah, pada saat perenungan malam & sesi membaca surat dari orangtua, 
terlihat sebagian besar dari mereka mengalami pembebasan, mereka mendapat 
sentuhan (baik fisik maupun batin).
    Dari kesan pesan tertulis, disitu terungkap mereka sekarang lebih mampu 
untuk menyayangi ortu, menyadari arti penting kehadiran mereka, mampu memahami 
mengapa terkadang mereka marah, dll.
  Inilah yg terpenting, karena banyak sekali dari kita yang secara tidak sadar 
masih menyimpan luka & benci terhadap ortu/keluarga kita.
    Sekian sharing dari saya mengenai retret pelajar yg baru aja kami adakan.
  Masih banyak hal yg perlu kami tingkatkan dan perlu kami pelajari agar untuk 
kali berikutnya mereka benar2 bisa merasakan indahnya Dharma, berharganya 
setiap detik yg dilewati, dan bahwa kekuatan cinta kasih adalah yang kita 
perlukan dalam hidup, bukan benci atau dendam….
    Semoga semua makhluk berbahagia.
  Semoga manfaat dari retret ini bisa mereka bawa sampai nanti.
  Semoga jodoh yg baik ini bisa kembali terhubung nanti.
  Semoga semua makhluk bisa mendapat manfaat darinya.
  Semoga kita semua berbahagia dalam Dharma.
     
Always with metta,
  Julie
   
  
 
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people 
who know.

Kirim email ke