Kompas,   Selasa, 09 Januari 2007                                          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                
 Sembako Naik 18-40 Persen 
Cuaca Buruk dan Belum Pulihnya Daerah Bencana Membuat Harga Makin Tinggi
 
 
Bandung, Kompas - Dua minggu terakhir, harga sembilan bahan pokok atau sembako 
di 11 provinsi naik 18-40 persen. Bagi masyarakat, terutama golongan menengah 
ke bawah, kenaikan harga ini menyesakkan karena terjadi ketika pendapatan 
mereka tidak naik. 
Kenaikan harga ini diprotes publik karena terjadi ketika pengumuman atau 
kebijakan kenaikan gaji oleh pemerintah maupun pihak swasta belum dilakukan. 
Kenaikan harga yang signifikan tampak pada komoditas beras, minyak goreng, 
daging sapi, dan ayam. Lonjakan harga juga terjadi pada beberapa komoditas, 
seperti cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan beberapa jenis 
sayur. 
Berdasarkan pengamatan di 11 provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah 
Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, 
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, 
penyebab kenaikan harga tersebut bervariasi, antara lain karena melemahnya 
pasokan, faktor cuaca, dampak bencana alam, dan permainan harga oleh sejumlah 
pemasok. 
"Kenaikannya terjadi berangsur-angsur. Hampir setiap hari naik. Saya jadi 
bingung untuk menjelaskan kepada pembeli," kata Dedi Sumarna (55), pedagang 
beras di Pasar Balubur, Bandung, Senin (8/1). Dedi tidak suka dengan kenaikan 
ini karena lonjakan harga hanya membuat omzetnya menurun. Di samping itu, ia 
pun kerap dimarahi pembeli. 
Harga jual beras pandan wangi di Pasar Induk Caringin mencapai Rp 5.600 per kg, 
padahal sebelumnya hanya Rp 4.500 per kg (24,4 persen). Di beberapa pasar 
tradisional, seperti Pasar Simpang Dago, Cihaurgeulis, dan Balubur, kenaikan 
harga beras berbagai jenis antara Rp 800 dan Rp 1.000 per kg. 
Di Solo, selama enam hari, kenaikan harga beras setiap hari mencapai Rp 100 per 
kg. Harga beras menthik wangi pada Senin mencapai Rp 5.200 per kg, pekan lalu 
hanya Rp 4.600 per kg. Harga C4 super Rp 5.400 per kg, sebelumnya Rp 4.800 per 
kg. Kenaikan harga ini disebabkan minimnya persediaan. 
Kenaikan harga beras juga terjadi di Semarang, Yogyakarta, Ambon, Makassar, DKI 
Jakarta, dan Palembang. Di Semarang, kenaikan harga di antaranya pada beras 
ketan. Harga beras ketan naik dari Rp 5.700 per kg menjadi Rp 6.200 per kg. Di 
Palembang, harga beras rata-rata di atas Rp 5.100 per kg. Dua pekan ini harga 
beras naik Rp 300 per kg. 
Di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, harga beras kualitas baik naik 
rata-rata Rp 100-Rp 200 per kg. Kenaikan harga yang berlangsung sejak awal 
Januari disebabkan rendahnya pasokan beras ke Ibu Kota. 
Di Yogyakarta, jenis beras C4 raja yang biasanya dijual Rp 4.900 per kg naik 
menjadi 5.300 per kg, beras menthik wangi naik dari Rp 5.200 per kg menjadi Rp 
5.600 per kg. "Praktis tidak ada beras medium yang dijual di bawah Rp 5.000 per 
kg," kata Mahardika, pemilik kios sembako di Pasar Demangan, Senin. 
Nurul Fatimah, warga Yogyakarta, menyatakan, jangan keliru melihat angka 
kenaikan harga beras yang "hanya" Rp 400 per kg. Untuk masyarakat 
berpenghasilan menengah ke bawah, nilai Rp 400 amat besar. Jika sebulan 
dibutuhkan 50 kg, pengeluaran yang bertambah Rp 20.000 per bulan. "Ini baru 
beras, belum termasuk telur, minyak goreng, cabai rawit, bawang mewah, dan 
sayur-sayuran yang juga melonjak harganya," ujar Nurul. 
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain di beberapa kota. Harga minyak 
goreng curah kualitas kelas I di beberapa pasar tradisional Bandung mencapai Rp 
8.000 per kg, sebelumnya harga minyak goreng jenis ini hanya Rp 7.000 per kg. 
Harga minyak goreng curah kualitas rendah naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.800 
per kg (23,6 persen). 
Di Yogyakarta, harga cabai rawit merah naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 14.000 
(40 persen). Harga bawang merah dari Brebes naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.500 
per kg. Bawang merah asal Bantul sudah tidak ada di pasaran. Harga tertinggi Rp 
5.500 per kg beberapa hari lalu. 
Dalam kondisi begini, ironi pun terjadi. Beberapa penjual bawang merah dan 
bawang putih beralih mencari pasokan barang impor guna memenuhi kebutuhan 
masyarakat. Padahal, menurut mereka, kualitas bawang merah impor dari Filipina 
dan Thailand buruk, tetapi harganya cukup terjangkau, Rp 7.000 per kg. 
Adapun harga gula jawa pada pertengahan Desember sebesar Rp 6.600 per kg, naik 
menjadi Rp 7.200 per kg pada Kamis pekan lalu dan kembali naik pada Senin (8/1) 
menjadi Rp 7.500 per kg. Harga cabai rawit pada pertengahan Desember Rp 8.000 
per kg naik menjadi Rp 15.000 per kg (87,5 persen) pada Minggu dan Rp 17.000 
per kg (112,5 persen) pada hari Senin. 
Aspek lain yang memicu kenaikan harga adalah cuaca dan belum pulihnya 
distribusi pascamusibah. Di Ambon, persediaan barang kebutuhan pokok di 
pulau-pulau di luar Ambon menipis seiring dengan penundaan keberangkatan 
kapal-kapal penyeberangan lokal di Provinsi Maluku. Sejumlah awak kapal 
angkutan barang yang bersandar di Ambon diminta kembali karena barang-barang 
mulai habis dan harga melambung. 
Di Riau, kendati banjir mulai surut, harga sejumlah bahan makanan masih tetap 
tinggi. Kenaikan harga diperkirakan karena jalur distribusi tersendat-sendat 
akibat sejumlah genangan air. 
Warga di beberapa kota yang ditemui secara terpisah menyatakan pemerintah harus 
segera turun tangan untuk mengatasi masalah kenaikan harga sembako dan bahan 
kebutuhan lainnya. 
Awang Saleh, pedagang telur di Palembang, menyatakan, kenaikan harga di tengah 
musibah yang beruntun dan cuaca buruk hanya akan menambah pelik masalah 
kemiskinan di Indonesia. (BOY/CAS/MHF/AB4/EGI/WHO/LIA/ 
AB9/ENY/BIL/ART/NAL/ARN/ANG/SUP) 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke