PESAN DHARMA 2007 KASI 
Posted by: "kasi_org" [EMAIL PROTECTED]   kasi_org 
Mon Jan 8, 2007 7:12 am (PST) 



PESAN DHARMA KONFERENSI AGUNG SANGHA INDONESIA (KASI)
DALAM RANGKA MENYAMBUT TAHUN BARU 2007

Saudara-saudara yang berbahagia di mana pun berada! Kini kita akan 
memasuki lembaran baru dari perhitungan Masehi - tahun 2007. Mungkin 
banyak peristiwa dan kejadian yang telah kita alami dan saksikan 
bersama-sama di tahun-tahun sebelumnya, diantaranya tahun 2006 yang 
sebentar lagi akan kita tinggalkan ini.

Peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang memang selalu hadir 
sebagai ciri atau pertanda dari perjalanan kehidupan yang selalu 
berubah ini. Bahkan, bisa kita katakan bahwa bila segala sesuatu itu 
tiada yang kekal atau selalu mengalami perubahan, maka dengan ini 
menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian itulah 
yang sesungguhnya menjadikan perubahan dalam kehidupan.

Sabbe Dhamma Anicca `ti (Sabbe Sankhara Anicca) : segala sesuatu itu 
tidak kekal adanya, menunjukkan bahwa saat ini kita pun sedang 
mengalami perubahan, sedang berada dalam arus proses, sebagaimana 
pergerakan hidup yang bergerak dari pagi menuju siang, dari 
terbenamnya matahari menuju terbitnya malam, dari menyingsingnya 
fajar di pagi hari menuju benderangnya terang tanah menyambut derap 
langkah manusia yang beraktifitas, dari selesainya perhitungan tahun 
2006 menuju terbitnya fajar baru 2007.

Begitulah dinamika kehidupan berjalan dan terus akan berjalan. 
Berbagai peristiwa dan kejadian dating, muncul dan lenyap. Peristiwa 
dan kejadian yang kadang datang biasa-biasa saja atau ada kalanya 
yang berlangsung secara dramatis, luar biasa dan menghentikan 
kesadaran kita. Berbagai bencana entah bencana karena alam atau atas 
kelalaian kita sendiri bisa datang dan menyergap kehidupan kita. 
Begitu pula berbagai keberuntungan entah karena warisan karma lalu 
atau atas tekad dan usaha serta kesadaran kita saat ini bisa berbuah 
dan menghampiri dalam kehidupan kita.

Segalanya berlangsung dalam proses dinamika dengan cirri-ciri, sifat-
sifat serta perasaan yang kita alami. Kadang duka kadang suka, 
kadang kita menderita dan sering kali pula kita berada dalam duka 
cita secara kolektif, kadang kita tertawa, senang, bahagia menerima 
segala keberuntungan dan kesejahteraan kita. Kehidupan berjalan 
bagai dua sisi dari satu keeping mata uang yang sama, segala 
bergerak, mengalir dalam bentuk dan wajahnya dalam dua sisi yang 
selalu silih berganti, sepertinya tak ada yang sempurna, lengkap dan 
penuh di dalam setiap realitas yang kita alami.

Realitas tampaknya menunjukkan sesuatu yang jauh dari sempurna atau 
perfeksionis. Memang ada aspirasi kesempurnaan dalam diri kita yang 
menjadi tujuan dan cita-cita kita yang beragama Buddha, namun dalam 
kenyataan kesempurnaan itu tampaknya amat jauh dari wujudnya. 
Karenanya untuk dapat menghadapi segala apa pun yang mungkin 
terjadi, baik atau buruk yang bisa datang dan menimpa, hendaknya 
kita untuk tidak terlalu melekat terhadap paham perfeksionis.

Oleh karena itu, sebagai agama yang mengajarkan untuk tidak jatuh 
dalam optimisme yang berlebihan maupun pesimisme ekstrim, hendaknya 
kita sebagai siswa Sang Buddha yang mengajarkan tentang kehidupan 
yang realitis, dapat selalu sadar dan waspada, dapat selalu berada 
di dalam keseimbangan di dalam mengenali mana yang benar, mana yang 
kurang benar, mana yang jauh dari kebenaran dan mana yang memang 
sesungguhnya bergerak maju sesuai aspirasi kesempurnaan dan cita-
cita tertinggi mencapai kesadaran penuh nan sempurna.

Dengan menyadari realitas ini, maka seyogyanyalah kita sebagai insan 
manusia di dunia ini kita harus bisa memberikan kesempatan kepada 
mereka yang masih belum menjalankan kehidupannya secara benar, agar 
mereka berkesempatan untuk menjadi benar dan menjadi lebih benar 
lagi.

Seperti ajaran Hyang Buddha yang mengajarkan kebenaran, yang membawa 
kebaikan, yang membawa makna untuk alam semesta, begitulah hendaknya 
kita dapat mensyukuri kehidupan ini, dapat belajar dari segala 
apapun kejadian dan peristiwa yang kita alami, dan selalu dapat 
memetik makna dan hikmah di baliknya.

Seyogyanya juga kita sebagai manusia dan murid dari Hyang Buddha 
Sakyamuni, dapat selalu belajar yang benar, belajar kebenaran yang 
bermakna dan berfaedah dan seutuhnya. Mungkin sulit untuk menjadi 
orang yang benar, namun alangkah baiknya dan bijaksananya kita 
selalu bersikap untuk selalu mau belajar tentang kebenaran.

Semoga di tahun 2007 ini, kita semua selalu berada di jalan yang 
benar!

Sadhu, Sadhu, Sadhu

Jakarta, 31 Desember 2006
Konferensi Agung Sangha Indonesia

Vidya Sasana Sthavira
Sekretaris Jenderal

Kirim email ke