Kompas, Rabu, 17 Januari 2007                                                   
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                        
 Kecelakaan Kereta Api
 Gerbong Bengawan Jatuh ke Sungai, Lima Tewas 
 
Banyumas, Kompas - Perjalanan kereta api lintas selatan terganggu, menyusul 
anjloknya KA Ekonomi Bengawan jurusan Solo-Tanah Abang (Jakarta) hari Selasa 
pukul 00.06. 
Ketika berada di atas Kali Pager, di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, 
Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, gerbong keempat terlepas dari rangkaian dan 
jatuh ke sungai. Lima penumpang tewas dan 210 penumpang lainnya cedera ringan 
hingga patah tulang. 
Kelima korban tewas adalah Dian Ervita Kurniawati (3, sebelumnya disebut Dina 
Erika) asal Klaten, Bripda Harjono (anggota Kepolisian Resor Kota Cirebon), 
Sutarmi (21) dari Klaten, serta Sutrisno (48) dan Hartono (38) dari Sragen. 
Sejumlah penumpang mengaku mulai merasakan ketidaknyamanan sejak kereta yang 
disesaki penumpang itu keluar dari Stasiun Klaten. Selain lampu di dalam 
gerbong berkali-kali mati, laju kereta dengan Lok CC 20130 yang dimasinisi 
Sungguh (45) itu juga dirasakan seperti dipaksakan. Kereta bahkan dua kali 
melorot saat melintasi rel yang menanjak selepas Purwokerto. 
Saat memasuki rel di atas Kali Pager, penumpang merasakan laju kereta semakin 
dipaksakan. “Saya mulai khawatir. Makanya langsung berdiri dan memeluk anak 
saya erat-erat. Ternyata, benar saja yang saya khawatirkan itu benar-benar 
terjadi," kata Tamat (30), penumpang di gerbong nomor empat. 
Sejumlah keganjilan yang dirasakan penumpang itu ditanggapi pihak kepolisian 
maupun Departemen Perhubungan sebagai sesuatu yang dini untuk disimpulkan 
sebagai penyebab kecelakaan. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Dody 
Sumantyawan mengatakan perlu penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan Dirjen 
Perkeretaapian Soemino Eko Saputro masih menunggu hasil penyelidikan Komisi 
Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 
“Pertama tentunya penyelidikan dilakukan dari tubuh internal PT KA sendiri, 
sampai menentukan siapa yang harus bertanggungjawab," kata Soemino. 
Dikatakan Soemino, KA Bengawan itu masih layak pakai. Gerbong yang terlepas 
dari rangkaian dan terlempar ke sungai mulai berfungsi 3 Maret 1966 dan baru 
akan di overhaul 8 Agustus 2007. Ia juga menepis anggapan gerbong kelebihan 
penumpang. 
Dialihkan dan dibatalkan  
Anjloknya KA Bengawan dengan sendirinya menyebabkan perjalanan kereta kemarin 
terganggu. Sebab, jalur di mana kereta itu anjlok merupakan jalur pemotong 
antara lintas selatan dan lintas utara. 
Untuk itu, PT KA mengalihkan perjalanan KA lewat jalur dan selatan. KA dari 
Solo dialihkan lewat Gundi-Gambringan terus ke Semarang-Cirebon. Alternatif 
lainnya adalah lewat Kroya ke Bandung, kemudian ke Jakarta. 
Di Cirebon, sejumlah kereta terpaksa dialihkan atau bahkan dibatalkan 
keberangkatannya. Menurut Kepala Stasiun Cirebon Gatot Hamka, perjalanan KA 
baru akan pulih total sekitar empat hari lagi. (MDN/NTS/NIT/THT/OTW/AB7) 

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke