Kompas, Senin, 22 Januari 2007
Forum Sosial Dunia Resmi Dibuka
Diawali Demo di Daerah Kumuh Terbesar Nairobi
Nairobi, Minggu - Lebih dari 80.000 orang berkumpul untuk sebuah konferensi
tahunan antikapitalis di ibu kota Kenya hari Sabtu (20/1). Mereka berharap bisa
membuat jaringan kerja sama dengan para aktivis lain. Forum ini memprotes
kebijakan-kebijakan global yang dinilai merugikan kaum miskin.
Anak-anak jalanan, pria-pria menunggang unta, dan perempuan-perempuan menyunggi
belanga terlihat saat berdemonstrasi dari salah satu kawasan kumuh terbesar
Afrika pada awal forum antikapitalis. Forum itu untuk pertama kali diadakan di
Benua Afrika.
Lebih dari 10.000 orang dari seluruh dunia berdatangan ke kawasan kumuh
Kiberatempat tinggal 800.000 warga paling miskin di Kenyauntuk menari,
memukul tambur, menyerukan slogan, dan melambai-lambaikan plakat pada pembukaan
Forum Sosial Dunia tahunan ketujuh.
Forum Sosial Dunia merupakan sebuah kesempatan untuk memperlihatkan "Afrika dan
sejarah perjuangannya yang tak terputus melawan dominasi asing, kolonialisme,
dan neokolonialisme". Demikian sebuah pernyataan di situs internet dari acara
itu.
Forum itu, yang sebagian besar sebelumnya diadakan di Amerika Latin, mulai
digelar pada tahun 2001 sebagai sebuah tantangan bagi pertemuan tahunan para
pemimpin bisnis dan pemerintah di Davos, Swiss.
"Kami datang untuk membicarakan masalah-masalah yang telah ada di sini sejak
masa perbudakan, masa kolonialisme, dan masih ada di sini sampai sekarang,"
kata mantan Presiden Zambia, Kenneth Kaunda, sebelum mengibarkan bendera start
dari Kibera menuju Taman Uhuru, Nairobi. "Kita harus berjuang bersama melawan
kemiskinan, kebodohan, korupsi, dan eksploitasi," ujarnya.
Panitia mengatakan, sekitar 80.000 aktivis telah berdatangan di ibu kota Kenya
itu untuk berbagi gagasan dan menganjurkan menentang kemiskinan, peraturan
dagang yang tidak adil, utang, dan konflik.
Demonstrasi yang mengawali forum itu bagaikan massa karnaval dengan unta-unta,
anak-anak jalanan yang menari-nari, orang- orang India yang menabuh genderang,
orang-orang Italia yang memetik gitar dan perempuan- perempuan Kenya yang
menyunggi belanga di kepala mereka untuk menggambarkan kesulitan-kesulitan yang
harus dilewati kaum perempuan Afrika guna mendapatkan air.
Suasana meriah
Suasananya gaduh dengan musik keras meraung dari pengeras suara mobil. Para
demonstran menyerukan slogan untuk perdamaian dan perdagangan yang adil. Ada
juga hal-hal yang mengingatkan pada masalah-masalah sosial serius yang dihadapi
Nairobi, dengan puluhan anak-anak terlihat menghirup perekat di jalan-jalan dan
pengemis beraksi meminta uang dan makanan.
Forum Sosial Dunia pertama kali diadakan di Brasil pada tahun 2001 dan
bertepatan setiap tahunnya dengan penyelenggaraan Forum Ekonomi Dunia dari
pemimpin politik dan bisnis di Davos yang ramah pasar. Sebaliknya, mereka yang
hadir dalam forum sosial enam hari itu biasanya mengkritik perdagangan bebas
dan mencela keburukan-keburukan kapitalisme.
Forum-forum yang lalu juga pernah diselenggarakan di India dan Venezuela.
Banyak dari topik acara, antara lain HIV-AIDS, keringanan utang, dan resolusi
konflik, merupakan hal yang menjadi kepedulian benua termiskin dunia itu; di
mana keluhan-keluhan mengenai dampak globalisasi sering kali sangat dirasakan.
Anne Nyawira, yang tinggal di kawasan Soweto di pinggiran Johannesburg,
mengatakan, Afrika jarang mendapat kesempatan untuk menyuarakan
kekhawatiran-kekhawatirannya.
"Dunia mengabaikan isu-isu Afrika dan forum ini adalah satu-satunya cara kami
dapat membuat mereka mendengarkan," kata pekerja kesehatan Afrika Selatan itu.
Walau dihadiri oleh tokoh-tokoh, seperti Kaunda, pemenang Nobel Perdamaian 2004
dari Kenya Wangari Maathai, tokoh anti-apartheid Afrika Selatan Desmond Tutu
yang juga penerima Hadiah Nobel, jumlah yang datang kurang dari yang
diharapkan.
Panitia relawan, Elena Perego, dari organisasi kemanusiaan CARITAS-Ambrosiano
mengatakan, bahkan jumlah dari peserta lokal pun di bawah dari yang
diperkirakan.
Namun, sebagian peserta tetap bersemangat bahwa forum itu akan mempersatukan
dunia di sekitar isu-isu Afrika dan menciptakan sebuah tempat dari mana dialog
dan kemajuan akan muncul. (AP/Reuters/AFP/DI)
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.