Hi, 
   
  Klo mau tahu sodom dan gomora, mungkin bisa lihat di bible, yeremia 49 (klo 
kaga salah). he he he aku sih kaga baca isinya.
   
  Nih ada sedikit kutipan christiananswer.net 
  Sodom dan Gomora diketemukan setelah Clapp memformulasikan teori ini. 
Ternyata situsnya terletak tepat di atas garis patahan sepanjang sisi timur 
dataran di sebelah selatan Laut Mati, sehingga teori Clapp sepenuhnya masuk di 
akal. Terdapat bukti mengenai skenario ini dalam Kitab Suci. Abraham 
menyaksikan kehancuran ini dari tempat yang menguntungkan di sebelah barat Laut 
Mati. Kitab Suci mencatat apa yang disaksikan Abraham: "Dia memandang ke arah 
Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap 
dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan" (Kejadian 
19:28). Asap yang dilihat mungkin adalah asap dari kebakaran basis-minyak. Asap 
yang membubung ke atas seperti asap dari dapur peleburan menyatakan adanya 
aliran udara yang dipaksakan, seperti yang dapat diperkirakan dari endapan 
bawah tanah yang dipaksa keluar dari bumi oleh tekanan.   Kehancuran Sodom dan 
Gomora menjadi salah satu contoh dalam Kitab Suci mengenai bagaimana
 Tuhan menghakimi dosa. "Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda 
itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada 
padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang 
sengsara dan miskin. Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di 
hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu" (Yehezkiel 
16:49-50).
   
  he he he, aku bingung. Apa kaitannya yah ama flu burung? Sebaliknya, Aku 
malah mikir, kok bisa kejam begitu ya. hanya 1 kutukan hancur lebur nyawa dan 
lembah yordan cek cek cek. Padahal kan bisa diajari, bisa dilatih supaya 
menjadi baik bukan?  Menurutku, hukuman boleh dilakukan asal fungsinya sebagai 
pelajaran dan bukan pembunuhan. he he he he. Udah ya. sorry aku lagi ngaco. bye 
.... and slamat baca.
   
   
  
Neir Kate <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dear All,

Sekuntum Teratai untuk anda semua para calon Buddha.

Mau tanya, ada yang tau tentang cerita Sodom dan Gomora? Saya akan
sangat berterima kasih sekali apabila ada yang mau share, dan apa
kaitannya dengan cerita dibawah ini?

Trims sebelumnya,
Yasaputra

--- In [email protected], Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kompas, Jumat, 19 Januari 2007 






> Petaka Sodom dan Gomora 
> 
> F Rahardi 
> Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama
menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern. 
> Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam,
sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan hanya
sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling. 
> Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga tipe virus
influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun manusia dan tipe B
serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus tipe A masih terdiri
atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N (1-9). AI sendiri sudah
terdeteksi sejak 1978 di Italia, tetapi AI subtipe baru dengan virus
H5N1 pertama kali terdeteksi di Hongkong tahun 1997. Sejak itu, flu
burung menjadi mirip AIDS, menimbulkan gejolak atas bisnis
perunggasan, sekaligus mengancam hidup manusia. 
> Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum menjadi wabah yang
mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi massal dan mendunia,
dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, antibiotik, dan
obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. Inilah pemicu utama
terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah agroindustri
peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak
negatif yang ditimbulkan. 
> Wabah sapi gila di Inggris juga kutukan. Virus penyakit gila ini
sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak pernah menjadi
wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris terlalu rakus. Limbah
dari rumah potong hewan, terutama tulang-tulang—terdiri tulang domba,
kambing, sapi, babi, dan ternak lain—digiling dan dicampurkan ke
konsentrat. Tujuannya adalah efisiensi. Dampaknya, terjadi degradasi
genetik dan penularan penyakit. Penyakit gila yang sebelumnya hanya
menyerang domba berjangkit pula ke sapi. 
> "Nuggets" dan sosis tulang 
> Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam petelur, yang akan
dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus dibuang. Jika DOC
jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya hampir tidak ada.
Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan langsung dimasukkan ke
penggilingan dan dicampurkan ke pakan. "Kanibalisme" inilah antara
lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, sekaligus ikut
berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru. 
> Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen
kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi dan ayam),
nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, sebenarnya bukan
dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah rumah pemotongan
hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa
tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit daging yang
masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan disebut MBM atau meat
and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak,
termasuk unggas. 
> Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut meat and debone meal
(MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan campuran industri
sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM menjadi bahan utama makanan
pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang dimaksud MDM unggas
sebenarnya semua limbah ayam digiling, sebab sekeras apa pun tulang
ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan nuggets. Kita tidak
pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen Makanan Olahan Daging
(National Association Meat Producer = NAMPA), berapa persen sebenarnya
kandungan MDM pada tiap sosis dan nuggets. Jangan-jangan sudah 100
persen. 
> Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan hukum
alam, sekaligus hukum Allah. Sapi dan domba aslinya herbivora. Dalam
industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal.
Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing. Tetapi
mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora pun
tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik
menjadi kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru menetas pun, harus
kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk mereka. Ini sudah
lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora. 
> Limbah dari AS 
> Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat "penyimpangan" atas hukum
alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya mereka tidak
menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging dada. Kulit, daging
paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. Apalagi kepala,
leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. Lembaga konsumen AS
juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling begitu saja dan
dijadikan pakan. Kasus sapi gila di Inggris membuat rakyat AS lebih
waspada. 
> Ke manakah limbah yang masih layak makan itu dibuang? Tentu ke
negara yang penduduknya banyak dan ekonominya lemah. Sasaran utama
membuang paha dan sayap ayam adalah RRC, India, dan Indonesia. MDM
hasil penggilingan limbah unggas juga dibuang ke negara berkembang dan
negara miskin. Untuk sarana pembuangan, kota-kota besar di negara
berkembang siap dengan restoran cepat saji dan pasar swalayan. Saat
memungut sosis ayam dan nuggets, ibu-ibu pasti tak pernah
membayangkan, bahan utama produk itu bukan daging, tetapi limbah. 
> Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri
perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang.
Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya
alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab
mereka bukan pengusaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan
Perunggasan Indonesia (Gappi). Jika para peternak itik yang sudah
massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak
terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima petaka
Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung. 
> F Rahardi Wartawan; Penyair 
> 
> 
> ---------------------------------
> Finding fabulous fares is fun.
> Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find
flight and hotel bargains.
>



         

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke