Dear Bung Naropa..
dan teman2 lainnya..
Sedikit berbagi pemikiran..
Mungkin kita jangan terlalu banyak berharap dari organisasi pemuda kita..
Karena segmentasinya berbeda..
Kecenderungan masing2 orang itu berbeda, tidak banyak yang mau bermain di
komunitas ini.
Ada yang lebih senang ke spiritual, ada senangnya kegiatan sosial (tzuchi),
dll.
Dan itu bukan hanya terjadi di kita, yang lain juga sama..
Liat Katolik, apa pernah baca, mudika st,yoseph misalnya..
Yang muncul yach, PMKRI lagi, PMKRI lagi..
Sama juga dengan kristen, islam, dll.. Yach itu2 lagi..
GMKI lagi, KMHDI lagi, IMM lagi.. Itu2 lagi..
Saya sangat menghargai, Hikmabudhi mau ikut berperan, mengambil kekosongan
itu..
Yang mestinya peran ini bisa juga diambil oleh mahasiswa Buddhis lainnya..
Tapi perlu disadari itu sebagai suatu peranan, suatu bentuk ladang pengabdian
dan melatih diri..
Jadi jangan juga malah menjadikan suatu bentuk kesombongan baru..
Merasa jadi hebat karena mewakili eksistensi Buddhis di forum2 kebersamaan..
Biarlah masing2 berperan di bidang yang disukainya sendiri2..
Hikmabudhi yang sekarang jauh berbeda dengan dulu, yang sudah lebih dewasa
dan mengerti mana peranan yang akan diambil.. Bukan sibuk bermain di internal,
yang notabene masih disibukkan dengan hiruk-pikuk sektarian.. Hikmabudhi sudah
memposisikan dirinya di tempat yang benar.. Perlu terus dipertahankan, dan
perlu pengkaderan yang baik.. Jangan sampai terputus..
Jangan terjebak dengan masa lalu yang sibuk dengan isyu sektarian di
internal..
Mungkin yang bisa dihimbau adalah, mari teman2 mahasiswa yang ikut perduli,
yang memiliki misi dan visi yang sama, bergabung dengan Hikmabudhi.. Atau bagi
kita2 yang perduli, mari jadi donaturnya Hikmabudhi.. Karena gerakan2 seperti
ini juga perlu biaya.. hehe..
Susun barisan yang kuat dan rapi, sehingga bisa lebih berarti lagi..
Yang mungkin perlu diingat, bina hubungan baik dengan semua komunitas Buddhis
yang lain, sehingga terjadi sinergi yang luar biasa hebat di komunitas Umat
Buddha Indonesia.
Bravo Hikmabudhi..
Maju terus, tetapi jangan lengah..
Waspadalah.. waspadalah.. hahaha...
sarwa mangalam,
henry gc
Naropa Jaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Omitofo,
Hormatku untuk teman-teman Himpunan Mahasiswa Buddhis - HIKMAHBUDHI, semoga
terus menjaga keharmonisan hubungan antar umat beragama, Indonesia damai kita
juga bisa hidup tenang dan bekerja dengan damai. Langkah baik ini
mudah-mudahan dapat diikuti oleh berbagai organisasi pemuda buddhis yang ada di
Indonesia. Setahu saya organisasi pemuda Buddhis banyak dan kuat-kuat sehingga
pasti dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan lintas agama seperti ini.
Sumber websitenya www.gacerindo.com
Na
SELAMAT HARI NATAL, DAMAI DI BUMI
Published : 2006-12-24 15:24:14
Sehari menjelang Natal, suasana perkotaan baik di jalan-jalan protokol, di
perkantoran, di perumahan serta tempat-tempat perbelanjaan tampak memantulkan
nuansa berbeda. Kalau tadinya, kesibukan manusia diwarnai dengan aktivitas
berbisnis yang serba stress, kini keadaaan berubah menjadi lebih santai, ceria
serta penuh senyum dan tawa.
Aroma kedamaian kelihatan cukup menonjol, serta wajah-wajah para orang tua yang
menggandeng anak-anaknya di keramaian jelas menyiratkan secercah harapan akan
suasana Natal dan akhir tahun yang penuh damai dan kebahagiaan.
Meski belum bebas dari rasa was-was akan kemungkinan terjadinya hal-hal yang
tidak diinginkan, sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, namun
sebagian masyarakat menyatakan lebih optimis bahwa pada hari Natal 2006,
diikuti hari-hari selanjutnya menjelang pergantian tahun 2006 ke 2007, suasana
kedamaian akan dapat terwujud dengan lebih baik pada tahun ini.
Hal itu tidak terlepas dari keikutsertaan pihak-pihak yang selama ini memegang
peranan penting dalam menciptakan suasana aman dan tenteram, yaitu di samping
pihak berwajib, tidak ketinggalan berbagai organisasi kemasyarakatan ikut ambil
bagian dalam pengamanan tempat-tempat rawan.
Dari pihak keamanan, Tim Anti Teror dari Detasemen 88 Polda Metro Jaya
menyatakan kesiapannya dalam mengamankan perayaan hari Natal. Tim ini akan
mengadakan patroli dan pengawasan terutama atas sejumlah gereja di kota
Jakarta.
Yang cukup menggembirakan adalah adanya beberapa organisasi massa Islam yang
turut berpartisipasi dalam operasi pemgamanan Hari Natal dan Tahun baru, antara
lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Barisan Serba Guna (Banser) Nahdlatul
Ulama. Demikian juga Form Betawi Rempug pun menyatakan kesiapannya dalam
membantu kegiatan pengamanan tersebut.
Dari pihak-pihak lainnya, tercatat beberapa organisasi massa berbasis keagamaan
juga ikut serta, misalnya: Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI),
Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Gerakan Mahasiswa Kristen
Indonesia (GMKI) serta Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Melihat fenomena ini, di mana berbagai pihak yang datang dari beraneka ragam
latar belakang agama ikut memberikan kontribusi dalam mengamankan perayaraan
hari Natal dan Tahun Baru, sebagian besar masyarakat merasa optimis bahwasanya
masih banyak peluang bagi bangsa Indonesia untuk kembali pada jati dirinya
semula sebagai sebuah bangsa yang menjunjung tinggi toleransi beragama.
Dengan demikian, bukan tidak mungkin pula bahwa kesejahteraan dan keadilan
sosial yang lebih baik akan tercapai dalam waktu tidak terlalu lama lagi.
Mudah-mudahan.. (rh)
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com