Warisan Gandhi Relevan untuk Komunitas Global 
Semua Negara di Dunia Harus Bisa Mengontrol Kerakusan
 
 
New Delhi, Selasa - Visi dan nilai-nilai yang diwariskan Mahatma Gandhi relatif 
sama dengan prinsip, keyakinan, dan basis perjuangan kelompok sosialis 
internasional dan juga bagi komunitas yang sudah mengglobal. Kehidupan Gandhi 
juga tepat untuk dijadikan sebagai panutan bagi pihak lain. 
Demikian diutarakan pemimpin George Papandreou, dalam kapasitasnya sebagai 
Presiden Sosialis Internasional (SI) di New Delhi, Senin Malam. Ia berbicara 
pada peringatan satu abad gerakan nonkekerasan Gandhi yang diluncurkan di 
Johannesburg, Afrika Selatan, pada tahun 1906. 
Warga India melakukan berbagai rangkaian acara mengenang Gandhi, Selasa (30/1), 
sama dengan tanggal terbunuhnya Gandhi oleh seorang penganut Hindu. 
Papandreou adalah mantan Menlu Junani. Di hadapan 400 delegasi dari 87 negara, 
Papandreou berbicara soal kebijakan SI yang didasarkan pada perdamaian, 
pembangunan dan pendidikan, semuanya dilakukan untuk mewujudkan keadilan 
sosial. 
Ia menambahkan bahwa gerakan demokrasi dan progresif internasional berutang 
besar kepada Gandhi, yang falsafahnya identik dengan prinsip gerakan sosialis 
modern. "Gerakan nonkekerasan sebagai alat untuk perubahan sosial dan politik 
jelas bukanlah sebuah kelemahan, tetapi sebuah kekuatan praktis yang 
diperlihatkan oleh Gandhi," kata Papandreou. 
Ia memberi contoh ajaran Gandhi soal kesetaraan bagi semua pihak atau 
sarvodaya, yang ternyata bisa dilakukan di zaman modern. Misalnya, saat 
penyelenggaraan Olimpiade 2004 di Athena, para atlet Korea Utara dan Korea 
Selatan melakukan parade di bawah satu lambang. Ia juga mengutarakan kebijakan 
nonkekerasan yang memberi hasil nyata pada hubungan Yunani-Turki. Papandreou 
dan almarhum Ismail Cem (Menlu dan diplomat ulung Turki) meluncurkan kerja sama 
setelah gempa besar menimpa dua negara pada 1999. 
Papandreou meminta para delegasi untuk berjuang menghilangkan tiga tembok di 
dunia sekarang ini, yakni di Nikosia, ibu kota Siprus utara (simbol perpecahan 
Siprus Yunani dan Siprus Turki), Palestina (konflik Israel dan Palestina), dan 
Meksiko (oposisi menolak pemerintahan yang sah). Sejauh ini SI juga berjuang 
untuk mencapai perdamaian di daerah konflik yang ada di Balkan, Kaukasus, 
Amerika Latin, Asia dan Afrika, serta Nepal. 
Buah kesabaran  
Masih dalam rangka mengenang Gandhi, peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006 
Muhammad Yunus, Selasa (30/1), juga memberi saran soal pengurangan ekstremisme 
agama. Makin baik posisi wanita, akan makin melemah pula fundamentalisme. 
Menurut Yunus, pendiri Bank Grameen, fundamentalisme agama dan karya wanita tak 
berjalan seiring. Setelah selama 30 tahun memberi kredit kepada kaum papa 
sebanyak 6,5 juta nasabah (96 persen wanita), mulai luluhlah sebuah tembok yang 
menghalangi karya wanita. 
Pada awalnya, dimulai tahun 1976, ketika kredit bagi wanita mulai dikucurkan, 
para pemimpin agama menjadi musuh. "Oh, Anda merusak agama," kata Yunus 
mengenang pengalamannya. Yunus coba menjelaskan programnya. Wanita sangat takut 
dengan kredit pada awalnya karena para pemuka agama menentang. 
Namun, dengan kesabaran dan ketekunan, kemudian para pemimpin agama malah mulai 
terlibat dengan aktivitas Bank Grameen. Setelah terbukti wanita mengalami 
pemberdayaan, para pemuka agama malah menjadi teman Yunus. 
Paradigma pembangunan  
Moralitas yang diajarkan Gandhi juga tepat dijadikan sebagai pijakan di banyak 
negara. "Penting bagi semua negara untuk mengontrol kerakusan dan memberi 
kebutuhan bagi semua pihak," kata Perdana Menteri India Manmohan Singh. 
"Kita memerlukan sebuah paradigma baru pembangunan yang bisa memuaskan semua 
pihak dan sekaligus membuat kerakusan bisa terkontrol," kata PM Singh yang 
mengutip salah satu ajaran Gandhi. 
Meski demikian, seruan Singh itu juga sangat mengena dengan keadaan di India, 
di mana pembangunan menghasilkan kemakmuran, tetapi ratusan juta rakyatnya 
masih menderita. Sekitar 400 juta rakyat India dari sekitar 1,1 miliar masih 
miskin. (REUTERS/AP/AFP/MON) 


Nyana Bhadra
Tibetan Language & Buddhist Philosophy

Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Studies & Researches
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without 
protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with 
oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those 
in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack 
of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin 
Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. 
J'ang.chub.sem.pa'i.c'od.pa.nyid.jug.pa.zhug.so; Ing. Guide to the 
Bodhisattva's Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva
 
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

Kirim email ke