Dear All, Hanya mau sharing saja... Di Indonesia kita sering membaca di spanduk, koran dan media lainnya yang mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dengan angka tahun yang bukan merupakan tahun masehi, misalnya untuk tahun 2007 ini mereka akan menyebutnya Imlek 2558. Tapi apakah benar penanggalan Imlek baru berusia 2558 tahun? Tahukah Anda bahwa sebenarnya tahun ini diluar negeri lebih dikenal dengan Imlek 4707?
Dasarnya apa tahun 4704? Coba baca petikan artikel dibawah ini: ......, there is no universally agreed upon "epoch" or starting point for the Chinese calendar. Tradition holds that the calendar was invented by Huang Di (黄帝) in the 61st year of his reign in what is now known under the proleptic Gregorian calendar as 2637 BCE. Many have used this date as "the" beginning of the Chinese calendar, but others have used the date of the beginning of his reign in 2697 BCE. Since these dates are exactly 60 years apart, it does not matter which is used to determine the stem/branch sequence or the astrological sign for any succeeding year. That is, 2006 is a bingxu year and the Year of the Dog regardless of whether years are counted from 2637 BCE or 2697 BCE. For the most part, the imposition of a continuous numbering system on the Chinese calendar was of interest mostly to Jesuit missionaries and other Westerners who assumed that calendars obviously had to be continuous. However, in the early 20th century, some Chinese Republicans began to advocate widespread use of continuously numbered stem-branch cycles, so that year markings could be independent of the Emperor's regnal name. (This was part of their attempt to delegitimise the Qing Dynasty.) To this end, Sun Yat-sen identified 2698 BCE as the first year of the first cycle, and this choice was adopted by many overseas Chinese communities outside southeast Asia such as San Francisco's Chinatown. Modern chronologists believe, however, that 2698 BCE is an error (perhaps due to confusion surrounding calendar arithmetic which crosses "year 0") for the 2697 BCE epoch corresponding to the sexagesimal cycles. If 2637 is used as the epoch, we are currently (as of 2006) in the 78th 60-year cycle since Huang Di, and 2006 is the 4643rd year. If 2697 is used as the epoch, we are in the 79th 60-year cycle, and 2006 is the 4703rd year. Perhaps because of the lingering influence of Sun Yat-sen's choice, and despite the traditional identification of 2637 as the beginning of the calendar, most references today lean towards the other interpretation, stating that we are in the 79th cycle and listing "Chinese year" numbers in the vicinity of 4703 (as of 2006). (Adding to the confusion, a few people take Sun Yat-sen's choice of 2698 literally, and claim that 2006 is the 4704th year, although this correspondence does not synchronize properly with the 60-year cycle.) Of course, to most Chinese people terms such as "year 4703" are meaningless, since the calendar counts only in unnumbered cycles of 60. (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_calender ) Sedangkan perhitungan tahun 2558 menurut Konghucu Indonesia adalah dihitung dari tahun lahir Konghucu, dan ini menurut mereka mulai dipakai sejak Han Wu Ti menetapkan Konghucu sebagai agama negara. Han Wu Ti memang menerapkan sistem Konghucu dalam tata kenegaraannya menggantikan sistem Tao, namun jika dikatakan menetapkan tahun pertama penanggalan dimulai dari tahun lahir Konghucu... saya rasa perlu dibuktikan lebih lanjut. Karena dalam sejarah China, tidak pernah dipergunakan sistem penanggalan berkelanjutan (seperti tahun masehi), yang dikenal adalah Tahun Era pemerintahan Kaisar yang berkuasa, misalnya pada masa Kaisar Han Wu Ti menggunakan 11 nama era yang berbeda selama masa pemerintahannya, tahun 1908 dikenal dengan Tahun ke-1 Xuantong (nama era bagi Kaisar Pu-yi, kaisar terakhir dari dinasti Qing). Bahkan setelah masa republik pun, penggunakan sistem era ini masih populer (hingga sekarang di Taiwan), tahun 1912 disebut Tahun ke-1 Ming-guo, 2007 adalah Ming-guo 96. Perlu kita ketahui juga, sistem penyebutan tahun konghucu ini sepertinya cuma ada di Indonesia, karena tidak pernah dijumpai di literatur luar... bahkan coba saja search di internet.... ya cuma ada di site Indonesia saja. Sebenarnya penggunaan sistem kalender tionghoa dengan angka tahun berkelanjutan, apa pun versinya, tidaklah populer dikalangan masyarakat Tionghoa di dunia. Mereka lebih menggunakan nama tahun dalam siklus 60 tahuan atau jika pada masa kekaisaran nama era kaisar yang berkuasa. Namun jika kita mengikuti konsensus bersama yang berlaku International (yang dicetuskan oleh Bapak pendiri China Modern Dr. Sun Yat Sen), maka tahun 4704 lah yang harus kita pergunakan untuk angka tahun Imlek 2007 ini. Maaf jika posting saya ini agak "sinis" terhadap Konghucu Indonesia... padahal awalnya saya termasuk yang mendukung Konghucu dan Tao diakui sebagai agama resmi di Indonesia (tapi mana ya agama Tao-nya?). Saya belakangan ini memang agak kecewa dengan oknum dari Makin dan Matakin, yang seenaknya mengklaim Imlek sebagai hari raya Konghucu (saja), kalender Tionghoa (China) adalah kalender Konghucu dan juga klaim bahwa "semua" kelenteng-kelenteng Tionghoa (entah itu Tridharma, Tao, Campuran Tao/Buddhis, dll) adalah rumah ibadah Konghucu, serta dewa-dewi Tao atau folk religion/agama rakyat juga diklaim sebagai dewa konghucu (misalknya Dewa Dapur, Dewa Rejeki, Tuapekkong, dewa bumi dll). Padahal semua itu apa demikian adanya? ...... Dan celakanya, mayoritas etnis Tionghoa dan masyarakat awam percaya saja dengan versi itu. Janganlah kita memutarbalikkan fakta dan ajaran-ajaran agama demi tercapainya tujuan organisasi/kelompoknya. Semoga dalam menyambut tahun baru Imlek ini, kita semua dapat menempatkan toleransi dan keharmonisan diatas segala kepentingan kelompok... yang hanya akan semakin memecah belah etnis yang memang sudah susah untuk diajak bersatu ini... :( SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 4704! salam, Chang-jie
