Sudahkah Pikiran anda terkendali ?
Kenali apa itu Skizofrenia…Skizofrenia atau Schizophrenia dalam bahasa
Inggris adalah suatu penyakit / gangguan mental yang memperburuk tingkah laku,
sikap, pemikiran, sensasi, dan persepsi. Penderitaannya biasanya disebut
Skizofren ( Schizofrenic bhs.inggris ), atau Psikosis ( penderita kesadaran
jiwa ). Di negara-negara maju, 2-9 dari 1000 penduduk adalah penderita
Skizofrenia. Penyebab perkembangan penyakit ini masih sukar diketahui.
Kemungkinan munculnya gangguan mental ini adalah karena beraneka ragam
interaksi yang terjadi antara factor-faktor lingkungan (keluarga, pendidikan,
masalah-masalah dalam hidup,dan sebagainya), atau sebagai penyakit turunan.
Mula penyakit ini juga tergolong dini, sekitar masa remaja akhir dan dewasa
muda, sehingga sering menyebabkan kegagalan individu dalam mencapai
keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan menyebabkan pasien menjadi beban
bagi keluarga dan masyarakat.
Siapa saja dapat terkena Skizofrenia. Dari yang kaya, miskin, muda, tua,
cacat (fisik), tidak cacat, terbelakang, sampai dengan orang jenius sekalipun
tidak terkecuali. John Nash, seorang jenius yang menemukan teori ekonomi modern
dan juga peraih Nobel dalam bidang ekonomi, juga adalah penderita Skizofrenia.
Jadi, orang yang memiliki banyak kelebihan pun tidak berarti terlepas dari
penyakit ini.
Dari sudut pandang teknis, Skizofrenia dapat dibagi menjadi Skizofrenia akut
(parah) dan kronis (telah lama atau terjadi terus-menerus). Skizofrenia akut
ditandi dengan gejaka-gejala seperti ide-ide khayalan (mencerap segala sesuatu
secara tidak benar) dan halusinasi (merasa melihat, mendengar, merasakan
sesuatu yang tidak pernah ada). Pada fase akut, hubungan penderita dengan
kenyataan sehari-hari dapat hilang sama sekali dan atau terganggu/terbelokan,
dan perilaku berbahaya terhadap dirinya sendiri atau pun orang lain dapat
tumbuh/berkembang.
Skizofrenia kronis adalah kemungkinan perkemabngan dari fase akut, dengan
ciri-ciri sangat kurangnya/tidak ada ketertarikan dan motivasi dalam hidup,
menarik diri dari pergaulan, kecurigaan yang berlebihan, dan pura-pura
menyanjung. Pemburukan kronis dalam pekerjaan, social, atau fungsi-fungsi
mental dapat mengakibatkan kelumpuhan dalam waktu yang lama.
Sangat penting untuk mengenal penyakit Skizofrenia sedini mungkin, karena
akan mencegah penyakit ini menjdai kronis berkepanjangan sebagai akibat deteksi
yang terlambat. Semakin lama poenderita Skizofrenia dibiarkan, akan memerlukan
waktu yang lebih lama untuk mengembalikannya ke keadaan semula. Anda akan
sangat menolong penderita Skizofrenia bila anda menyadari gejala awal penyakit
ini dan memberikan penanganan yang tepat. Adapun gejala awal penyakit
Skizofrenia adalah seperti :
· Kemunduran dalam kerapihan /perawatan diri
· Perilaku yang sukar untuk dimengerti , tak masuk akal
· Penyataan-penyataan irasional
· Tidur berlebihan atau tidak dapat tidur
· Menarik diri dari pergaulan social, mengisolasi diri,
menyendiri
· Kepribadian dasar berubah/berganti
· Terlalu aktif atau tidak aktif, atau aktif-inaktif silih
berganti
· Tidak mampu berkonsentrasi, bahkan terhadap masalah yang
kecil sekali pun
· Terlalu dicekam oleh agama atau kepercayaan tertentu
· Menulis berlebihan tanpa arti
· Tidak menunjukkan arah /sikap yang tegas (indifference)
· Selalu drop-outs dari aktivitasnya, atau dari
keterlibatan dalam hidupnya secara umum
· Minat akademis atau atletik maik menurun
· Sering lupa dengan barang-barangnya, hal-hal tentang
dirinya
· Berlebihan sekali dalam reaksinya terhadap kritik
· Tak mampu menyatakn kesenangan
· Tidak dapat menangis, ayau menangis selalu/berlebihan
· Ketawa yang tidak wajar, tak nyambung
· Sangat peka terhadap ransangan (sinar, bunyi, warna,
tektur)
· Sering berpindah-pindah untuk pelarian, atau melakukan
perjalanan yang dalakan
· Menyalah-gunakan obat atau alcohol
· Selalu pingsan , tersengal-sengal
· Sering mengambil posisi tubuh yang aneh
· Menolak untuk menyentuh orang atau benda, memakai sarung
tanganm dll
· Mencukur rambut kepala atau tubuhnya
· Memotong dirinya, mengancam malakukan mutilasi diri
· Menatap tanpa berkedip, atau selalau berkedip
· Memandang secara mendatar/flat
· Keras kepala, kaku
· Penggunaan kata-kata atau stuktur bahasa yang aneh
· Peka dan merasa tersinggung/marah kalau
disentuh/disinggung orang lain
Tanda-tanda Prodromal Skizofrenia (Tahap Awal) = gejala awal dengan beberapa
perkembangan :
· Perilaku aneh yang mencolok
· Ekspresi (perasaan yang tidak wajar, hampa, tidak ada
perasaan)
· Pembicaraan sukar diikuti/dimengerti
· Bicara atau pikiran/pendapat yang kurang/sedikit sekali;
pendiam; miskin pikiran
· Tercekam/terkuasai oleh suatu ide yang ganjil
· Ide-ide rujukan; segala sesuatu mempunyai makna khusus;
koda-kode tertentu; simbol-simbol khusus; arti special
· Perasaan yang menetap tentang ketidaknyataan
· Benda-benda, hal-hal yang biasa terasa berubah
penampilan, warnanya, bunyinya, atau baunya
Perilaku penderita Skizofrenia dengan potensi kekerasan :
· Ekspresi wajah yang marah
· Nada suara yang marah/geram
· Suara yang keras
· Isyarat agresif
· Agresi fisik terhadap benda (memukul tembok, dan
sebagainya)
· Mengancam orang lain
· Memiliki suatu senjata ketika berobat
· Keyakinan tak berdasar bahwa seseorang menguasai
(mengendalikan) pikirannya
· Keyakinan tak berdasar bahwa diri pasien sedang dikejar,
diikuti
· Keyakinan salah berkaitan dengan hilangnya kendali
· Halusinasi akustik (bisikan, suara-suara) yang bersifat
instruksi
Tindakan pertama yang dapat dilakukan bilsa seseorang memiliki gejala-gejala
Skizofrenia adalah dengan membawanya ke psikiater. Biasanya psikiater akan
memberikan saran agar selalu berkonsultasi secara berkala, biasanya sampai
dengan hilangnya gejala-gejala Skizofrenia dalam jangka waktu berapa lama,
mengonsumsi obat-obatan (medis) secara teratur, memperlakukan penderita secara
normal, dan bila perlu (untuk penderita akut & kronis) menjalani program
rehabilitasi.
Di era modern ini, dengan masyarakatnya yang semakin maju, dan segalka
kemudahan serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di mana-mana, ternyata masih
juga ,menyisakan banyak PR bagi kita. Semakin banyak hal yang harus dikerjakan
dan juga sikap skeptis yang dipupuk sedikit demi sedikit menyebabkan manusia
dewasa ini semakin individu, mementingkan diri sendiri. Pernahkan kita, sebagai
mahluk social ini, berhenti sejenak untuk melihat apa yang ada saat ini untuk
kita, apa adanya? Pernahkah kita mencoba untuk lebih mengenal diri kita
sendiri? Pernahkan kita melatih pikiran kita dengan baik dan benar (yang gagal
dilakukan oleh para skizifren), bukannya membiarkan pikiran kita mengendalikan
kita? Karena kita tahu salah satu sebab timbulnya penyakit Skizofrenia adalah
pikiran yang tidak terlatih, dan oleh sebab itu tidak terkendali.
RENUNGKANLAH : “ Anda yang mengendalikan pikiran Anda atau pikiran Anda yang
mengendalikan Anda?” Jika jawabannya “Anda yang mengendalikan pikiran Anda
sendiri”, sudahkah pikiran Anda terkendali? Jangan –jangan Anda setiap hari
hidup dalam dunia khayalan yang diciptakan pikiran Anda sendiri yang membuat
Anda tidak ada pada saat ini.
Sumber : Majalah Dharma Prabha Edisi 50
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!