Banjir Jakarta Akibat Kurangnya Daerah Resapan
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Negara Lingkungan Hidup (Men-LH), Rachmat
Witoelar, mengatakan bahwa penyebab utama banjir di Jakarta adalah berkurangnya
lahan resapan air akibat didirikannya bangunan secara besar-besaran.
"Terlalu banyak mal," katanya di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, banyak pengembang yang tidak secara serius memperhatikan dampak
ekologis akibat pendirian bangunan secara sembarangan.
Witoelar menegaskan, pembangunan itu sebagian besar dilakukan di daerah-daerah
resapan air, sehingga menambah volume air yang tidak terserap. Hal itu,
katanya, sangat memungkinkan untuk menjadi banjir.
Selain kekurangan daerah resapan air, Rachmat juga menuding budaya hidup
masyarakat yang belum manyadari arti penting hutan juga menjadi salah satu
penyebab.
Penggungdulan hutan, katanya, sudah selayaknya dihentikan untuk mengurangi
bencana yang hampir setiap tahun menimpa warga Ibukota itu.
Kemudian, kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya sudah
selayaknya ditingkatkan untuk memperkuat usaha pengendalian banjir, demikian
Witoelar.
Men LH mengemukakan pendapatnya itu sehubungngan peristiwa banjir melanda
sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (1/1) malam, yang
menenggelamkan rumah warga sehingga aktivitas dan berbagai sarana publik tak
berfungsi. (*)
Copyright © 2006 ANTARA
Sumber : www.antara.co.id
__________________________________________________
Be aware of the contact between your feet and the Earth. Walk as if you are
kissing the Earth with your feet. We have caused a lot of damage to the Earth.
Now it is time for us to take good care of her. We bring our peace and calm to
the surface of the Earth and share the lesson of love. We walk in that spirit.
~ Thich Nhat Hanh ~
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/