Metropolitan   
Senin, 12 Februari 2007

Dampak Banjir
Korban Banjir Keluhkan Mahalnya Harga Beras dan Minyak
Tanah

Bekasi, Kompas - Korban bencana banjir di Kecamatan
Babelan, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan mahalnya harga
beras dan minyak tanah. Warga juga mengeluh bantuan
dari pemerintah daerah masih minim, bahkan tidak
tersalurkan secara merata ke korban banjir.

Keluhan itu diadukan Mursani, ibu rumah tangga warga
Kampung Kerangkeng, Desa Bunibakti, Babelan, dan
sejumlah ibu rumah tangga di desa ini yang juga
menjadi korban banjir, ketika mereka dikunjungi
anggota DPR RI, Taufik Kiemas, dan rombongan DPP
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan serta DPD PDI-P
Jawa Barat, Minggu (11/2) siang.

Harga beras, menurut Mursani, melambung menjadi Rp
5.000 per kilogram, sementara harga minyak tanah
eceran mencapai Rp 3.500 per liter.

Selain Mursani, keluhan mengenai mahalnya harga beras
dan minyak tanah juga diungkapkan Mumun, ibu rumah
tangga dari Kampung Tambun, Bunibakti, Babelan. Mumun
menambahkan, bantuan dari pemerintah daerah setempat
masih minim.

Warga korban banjir justru mendapat bantuan bahan
makanan pokok dan pengobatan dari partai politik dan
donatur lain. "Dari pemerintah baru mie instan tiga
bungkus," kata Mumun. Keluhan serupa juga disampaikan
warga Kampung Buni, Desa Muarabakti, Babelan.

Sakih, warga setempat, mengatakan, warga kampung yang
menjadi korban banjir kesulitan membeli bahan makanan
pokok dan minyak tanah. "Harta benda ludes kena
banjir. Bekerja pun masih sulit," kata Sakih.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi
Herry Koesaeri mengakui, Pemerintah Kabupaten Bekasi
belum memantau kenaikan harga-harga bahan makanan
pokok dan minyak tanah pascabanjir ini. Pemerintah
masih terfokus pada penanganan darurat bencana dan
evakuasi korban.

Selain bahan makanan dan minyak tanah, Sakih juga
berharap pemerintah segera menyediakan air bersih bagi
warga kampung setempat. "Pompa air rusak, banyak juga
yang hilang kena banjir," kata Sakih.

Warga Kampung Buni, Muarabakti, dan kampung-kampung
lainnya di Babelan terkena banjir akibat meluapnya
Kali Cikarang Bekasi Laut atau Kali CBL. Dari Kampung
Buni sampai ke muara, Kali CBL ini belum ditanggul.
"Begitu air Kali CBL naik, kami yang berada di
pinggirnya sudah ketar-ketir. Apalagi arusnya deras,"
kata Sakih.

Herry Koesaeri mengakui, Pemkab Bekasi terbatas
kemampuannya membangun tanggul. Pemkab Bekasi akan
mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat.

Pemantauan Kompas, sebagian kecil korban banjir di
Babelan dan Cabangbungin masih mendiami tenda
pengungsian, baik tenda yang didirikan baik TNI
Angkatan Darat Batalyon Artileri Medan (Yon Armed)
7/105 Bekasi mau pun tenda-tenda pengungsian yang
dibangun warga di pinggir jalan.(COK) 


 
____________________________________________________________________________________
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/new_cars.html 

Kirim email ke