Gimana kalau kita mulai kumpulin foto-fotonya ?
Setiap kali rekan2 ada yang melihat oknum2 tsb, tolong difoto, kan sudah 
pada banyak yang punya hp yg bisa moto ..
Lalu post fotonya ke milis...beserta lokasi dan hari/tgl/jam ...
jadi kita tahu pasti apakah orangnya sama, atau ada beberapa orang yang 
beroperasi ....apakah ada yang mengenali ....dll...
setelah ada bukti baru nanti pikirkan solusi nya




----- Original Message ----- 
From: "hanry uttamo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, February 20, 2007 3:43 AM
Subject: Re: [Dharmajala] Fw: Bhikhu Gadungan


> Beberapa minggu yg lalu, saya juga lihat 'bhikkhu' membawa patta mini 
> (atau mirip tempat hio, karena kalau patta sebenarnya adalah cukup besar) 
> minta-minta di pintu masuk duta merlin carrefour. Terus terang saya merasa 
> tidak nyaman melihat pemandangan itu.Memalukan! Saya cuekin aja. Jangan2 
> orangnya sama dengan yang rekan2 alami ditempat lain. Perlu ngak kita buat 
> satgas buat menjaring 'bhikkhu' semacam itu.Nanti satgasnya dibekali surat 
> tugas dari instansi berwenang mis: KASI atau Depag?
>  Kalau di diamkan lama-lama jadi lahan baru buat cari kerja.Kalau patta 
> mini kurang gede, ntar dia bawa kotak dana dan nantinya bisa terima dana 
> lewat kartu kredit dan kartu debit yang digesek di jidatnya.
>
>
> safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>            Ampun sama yang satu ini, Bikkhu gadungan.
>
>  Hari Sabtu, tanggal 17 February 2007, kurang lebih jam 11:30 siang di 
> tangga penyebrangan bus way harmoni berdiri tegak seorang pria dengan 
> tubuh biasa biasa saja, tidak gemuk atau kurus, tidak tinggi maupun 
> pendek, kepala gundul, pake jubah bikkhu warnanya seperti jubah bhikkhu 
> theravada tapi model jubahnya seperti yang dipakai biksu Mahayana.
>
>  Berdiri dipojok dan membawa patta. Kulihat didalamnya ada beberapa lembar 
> uang. Ia sangat ramah, tersenyum dan mengangguk pada setiap orang yang 
> lewat sambil beranjali sebelah tangan. Tidak digubris orang, ia pun tetap 
> tersenyum.
>
>  Ketika berjalan turun dan mulai melewatinya, ia pun memberi hormat dan 
> beranjali. Aku cukup kesal dan mulai berpikir yang baik baik saja. 
> Beberapa menit, aku berdiri disampingnya, ragu benar hati ini. Akhirnya 
> aku memberanikan diri menyapa bikkhu gadungan (mungkin) dengan bahasa 
> mandarin yang patah patah.
>
>  Astaga, ternyata dia tidak bisa menjawab dan dia mengeleng-gelengkan 
> kepala tanda dia tidak mengerti bahasa mandarin. Lalu aku tanya dengan 
> menggunakan bahasa Indonesia, ternyata dia juga menggeleng-gelengkan 
> kepala. Mukanya bikksu itu muka tionghoa banget loh. Waktu aku mau ajak 
> dia ke Ekayana dengan bahasa isyarat, dia malah ketakutan. Akhirnya aku 
> garuk garuk kepala dan berlalu tanpa memberikan dana apapun padanya.
>
>  Nah, teman temin sedharma, next time klo aku ketemu lagi, apa dong yang 
> harus kulakukan???? adakah sukarelawan dari wihara/ cetya yang bersedia 
> saya hubungi untuk membawanya kewihara terdekat?
>
>  Menurutku ini sungguh memalukan. Patta bukanlah tempat uang.
>
>  Setiap orang punya hak untuk melakukan sesuatu dan kita juga harus 
> belajar untuk tidak melekat. Itu saya sangat setuju tapi haruslah diingat 
> bahwa tidak melekat bukan berarti dapat melakukan sesuatu atas nama Dhamma 
> seenaknya dewe. Tul tidak? ???
>
>
>
>
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri 
> saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami 
> taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian 
> dan cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
> secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga 
> terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh 
> welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore 
> hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama 
> melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur 
> kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
> 

Kirim email ke