Salam metta,
Terus terang saya sangat kasihan terhadap teman saya yang satu ini, padahal
saya mengenal agama buddha dari dia.
Orang menghinanya , ia tidak marah.
Orang mempermainkannya , ia sama sekali tidak menaruh dendam.
Bervegatarian, memegang tasbih menyebut nama buddha amitabha dimanapun ia
berada.
Waktu itu saya hanya anak SMA... teman-teman tetangga selalu membicarakannya..
ada orang bilang dia bodoh.. mau vegetarian...tidak mau kawin bla..bla..bla..
walaupun umurnya jauh dari saya.. ia tidak menganggap saya anak kecil... ini
yang saya suka.. tidak seperti org lain kalau liat anak kecil bilang se kia...
tau apa loe...
Sering sekali orang menggodanya... awalnya memang saya ikut-ikutan jg tapi
lama-kelamaan enak diajak ngobrol. dari situ tiap sore ia akan datang duduk
diteras..
menunggu saya pulang...
Suatu saat dia bilang mau jadi bhikku di jakarta, tapi saya juga kurang tau
kenapa tiba2 beberapa bulan pulang dengan keadaan gila...
ada yang bilang ia tidak tahan jadi bikkhu
ada yang bilang ia disiksa bhikku senior
macam2 isu yang beredar.
setelah pulih ia mengurungkan niat, dan tetap berlatih di rumah.
dari kejadian tersebut... gila nya kadang kumat kadang sembuh
ibu saya dibilang dewi kwan im.... sambil lompat2 di altar.
Waktu itu saya sudah kuliah... pas pulang ke kampoeng... ia senang saya
pulang...
Saat saya pulang saya melihat ia sudah diteras ditemani seseorang .
Orang tersebut ternyata mantan bhikku ..pernah belajar dijakarta sampai islam
banten semuanya dikuasai...dan ia mempunyai mata clyaivorance.
waktu itu saya duduk diteras.. mata org tersebut lgs melotot melihat saya.
sepertinya ia mengetahui apa yang saya lakukan dan menganjurkan teman saya
bermeditasi.anehnya org tersebut menyebutkan beberapa hal yang akan terjadi
pada saya.ia berkata "kamu belum memasuki pintu, hanya berada diluar saja..kamu
belum ada apa2nya".. .waktu itu saya hanya diam tidak berkata apa2 karena saya
anggap org ini agak aneh . yang ada dipikiran saya "ngaku biksu tapi merokok
huh !!"
Dari anjuran mantan biksu tersbt, mulailah ia bermeditasi lagi...
ternyata hasilnya tetap sama, ia gila lagi dan lagi..
sampai2 disuruh masuk kristen... tapi ia tidak mau.
menurut informasi rumah sakit.. syarafnya sudah terganggu jadi gampang gila.
kira2 setahun yang lalu .. saya mendapat kabar
kakaknya mendapat penyakit AIDS dan meninggal
Istri kakaknya tertular dan Bayinya jg.
Orang Tua menggadai rumah dan kerja sebagai Kuli Bangunan dan Berhutang ke
orang2 untuk biaya berobat.Sudah Miskin tambah miskin dan juga harus menanggung
aib anaknya.
Waktu mendengarnya saya sangat kasihan dan hati saya berontak...
Hati saya jadi bertanya-tanya kenapa org begitu baik mengalami hal naas
seperti itu.
Saya bertanya kepada seorg maha biksu, Ia bilang ini karma.Karma masa lampau.
Ada hal aneh yang sampai sekarang juga saya masih bertanya2.....
Waktu mendengar kabar bahwa keluarganya mengalami kesusahan. Dengan spontan
saya menulis surat komplain di atas Kertas Dharani ( yang ada tulisan sanskrit
mantra Amitabha buddha, ada bija aksara ).Didalam surat dharani tersebut saya
protes.. saya protes kepada buddha amitabha.kenapa orang yang sering nien fo
bisa seperti itu naasnya...Vihara yang begitu megah dan dulunya banyak umatnya,
tiba-tiba jadi sepi .. persepsi org2 kampung jadi berubah..tidak mau kevihara
lagi.dll
kertas tersebut saya bakar didepan altar....
suatu malam saya bermimpi... dialtar tersebut ada segerombolan biksu yang
sedang duduk
didepan altar dan juga ada seseorang biksu senior... Ia berkata "Kamu tidak
usah Khawatir,
Buddha Amitabha Sudah Tau !!". Segera setelah ia berkata hal tersebut ..saya
langsung bangun.
With metta
Andri Tjiu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam Metta,
Meditasi membuat orang gila?
hm... bisa saja terjadi kok, jika dia hanya berlatih saja tetapi tanpa di
dasarkan pada pengetahuan,
yang terjadi adalah pengetahuan dan hasil yang diperoleh akan mempengaruhi
dirinya sendiri
Pertanyaannya adalah apakah dia dapat mengendalikan pikirannya untuk tetap
sadar dan membedakan mana yang merupakan bayangan pikiran dan kenyataan, jika
dia tidak dapat membedakannya maka yang terjadi adalah dia menjadi gila atau
terbawa dengan pengetahuan dan hasil itu sehingga menghasilkan orang2 gila (
gila ilmu/dukun/paranormal/gila tidak waras ) serta menimbulkan pandangan salah.
Tetapi jika dia tetep waspada dia akan bisa menuju ke tingkat yang lebih
lanjut lagi dan lebih waspada lagi pada setiap tindakannya dan menambahkan
pengetahuannya .
Tiap object meditasi memang di ciptakan untuk memudahkan tiap individu
melatih pikirannya dan dalam proses pengawasan pikirannya agar tidaklah
menimbulkan banyak macam pikiran2 lainnya.
Contohnya menggunakan object mayat , jika tidak memiliki pengendalian dan
pengawasan pikiran yang kuat semua yang di lihat akan menjadi sama seperti
object meditasinya, saya sendiri pernah menggunakan salah satu dari 10 macam
object mayat2 tersebut, yang terjadi adalah selama hampir 2 minggu semua yang
saya lihat adalah tengkorak saja, tidak ada lagi pria dan wanita, saya hanya
bisa membedakan mereka dari suaranya saja, untung saja sejak kecil saya sudah
sering melihat tumpukan tengkorak dan tipe2 mayat dari yang masih utuh sampai
sudah proses membusuk parah sekali sehingga tidak terlalu takut lagi, coba di
bayangkan saja jika yang mengalami hal tersebut tidak kuat pasti gila dia.
Yang pasti nafsu makan saya jadi berkurang pada saat tersebut, karena selalu
teringat2 dengan mayat tersebut jika yang menyajikan adalah orang lain,
sehingga saya akhirnya memasak sendiri kebutuhan2 saya.
Object api/sinar matahari memiliki kecenderungan membentuk karakteristik
seseorang menjadi emosional, dan jika tanpa metode yang benar dapat merusak
mata juga,mata kiri saya sedikit bermasalah karena mencoba berlatih terlalu
lama dengan object api, karena mata kita akan cenderung berusaha menekan sinar
yang di pantulkan oleh cahaya api atau sinar, sehingga mata kita jadi cepat
kelelahan, selain itu juga object api membuat panas suhu tubuh menjadi
meningkat, jadi banyak2 saja minum air
sebaiknya untuk metode api, dan sinar harus ada pengawasan dari seorang guru
pembimbing, karena dahulu saya berlatih tanpa ada guru pembimbing yang terjadi
yah seperti itu, dan tangan saya jg pernah terbakar karena tiba2 saja api
muncul dari telapak tangan saya, saya tidak akan melatih teknik ini lagi
itu adalah beberapa dari pengalaman saya sendiri, tidaklah ada yg perlu di
banggakan dari itu semua, yang terpenting adalah mendapatkan metode yang cocok
untuk diri kita sendiri dan mencapai tujuan akhir.
Saya setuju dengan Saudari Dian, agar tidak hanya bermeditasi saja , tetapi
jg di imbangi juga dengan kegiatan olahraga, jika di perlukan olahraga outdoor,
karena saat bermeditasi dengan posisi duduk jalur peredaran darah pada kaki
kita sedikit tergangu, jadi kl bisa usahakan bermeditasi dengan berbagai posisi
tubuh, seperti berjalan dan berbaring juga, tidak hanya duduk saja. selain itu
jg usahakan bersosialisasi dengan sekitarnya, jika kurang bersosialisasi dan
kita tidak dapat mengawasi pikiran kita yang terjadi adalah akan berkembang
sifat kecenderungan untuk menyendiri dan tidak perduli dengan mahluk lain, ini
sangat tidak baik karena membentuk sifat benci dan ketidak sukaan yang
terselubung
Jika bisa carilah guru pembimbing untuk bermeditasi, peran guru pembimbing
ini gunanya memberikan object yg cocok untuk diri kita dalam bermeditasi, saya
baru menyadari pentingnya guru pembimbing setelah berlatih dengan banyak
metode, memang amat menghabiskan waktu saja jadinya.
Carilah guru pembimbing yang dapat membantu tujuan meditasi anda untuk
pengawasan batin
Regard,
Andri
----- Original Message ----
From: Dian Amalia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 6, 2007 7:16:58 PM
Subject: Re: Balasan: Re: [Dharmajala] Dengan Menggunakan Berbagai Alat2
Canggihkah???
Dear all,
Serem juga ya kalau meditasi malah makin gila. Ya, kemungkinan motivasinya
salah... ya salah satunya kalau cuma buat cari kesaktian sih lebih baik tidak
usah. Tujuan Meditasi di Buddhis emang untuk memurnikan pikiran. Ampe bisa ke
tahap2 yang gak bisa dijelaskan secara oral (jhana dsb).. tapi juga jangan
melekat pada jhana karena tujuan di Buddhis bukan untuk itu.
Memang sebaiknya meditasi itu disesuaikan dengan diri sendiri and ada
pembimbing yang kompeten (bhikku/ni). Saya pribadi gol darah O dan kalau lama2
gak gerak peredaran darah bisa gak lancar. Karena itu saya imbangi dengan
olahraga, selain meditasi (so far saya baru sanggup ikut yang 10 hari kursus).
Dan soal marah2 bisa lebih sadar diri lah.. gak lost control.
And ini sekedar info aja ya (boleh percaya boleh tidak). Dari info
Naturotherapy yang saya dapet soal dis-ease (ketidakseimbangan pada unsur2 yang
ada pada diri sendiri) itupun saya ambil dari Astrology Bible (saya belum
menjalani praktik naturotherapy di tempat khusus, cuma coba2 sendiri). Kalau
kelebihan unsur udara (dari latihan pernafasan) memang ada gejala2 kayak
schizophrenia, restlessness dan nervous disorder. Cara ngimbanginnya dengan
minum vit. B, Minum Chamomile, banyak minum, Moderate outdoor exercise, pakai
pakaian hangat dan suhu lembab. So, emang harus ati2.. tiap orang ada
kecenderungan khusus... metode yang satu belum tentu cocok bagi yang lain (itu
saya kutip dari temen saya).
Positifnya juga banyak sih kalau ngelatih pernafasan udara, seperti lebih pede,
gak capek dan gak murung.
Jadi rumit ya? emang lebih baik cocokin aja ama pribadi masing2, biar gak
terjadi kesalahan2 fatal yg tidak diinginkan.
Get a good teacher.. but b sensible also to yourself, jangan dipaksakan.
Sekian sharingnya,
Semoga tidak terkesan menggurui.
Metta,
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com