Kompas, Kamis, 08 Maret 2007
Ratusan Hektar Sawah Puso Diserang Hama
Pontianak, Kompas - Ratusan hektar sawah/ladang di Kecamatan Sungai Kakap,
Kabupaten Pontianak, gagal panen akibat diserang ulat penggerek batang.
Diperkirakan, produktivitas di salah satu kecamatan lumbung padi Kalimantan
Barat itu turun hampir separuhnya. Padahal, harga gabah tengah melambung.
Petugas Penyuluh Lapangan Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap,
Wahyuningsih, Rabu (7/3), menuturkan, sekitar 40 persen tanaman padi di desa
itu terserang hama. Sungai Rengas memiliki lebih kurang 2.000 hektar sawah dan
ladang.
Hama serangga merupakan pukulan terkini bagi petani Sungai Kakap. Akhir tahun
lalu 25 hektar sawah sudah terlebih dahulu puso diterjang banjir, sedangkan
sebagian tanaman padi lainnya dirusak tikus.
Petani Sungai Rengas, Ali (62), menambahkan, hama ulat menyerang hampir seluruh
hamparan sawah dan ladang di desanya. Tanaman yang diserang menyisakan
bulir-bulir padi yang kosong.
Menurut Ali, sawah satu setengah hektar miliknya biasanya mampu menghasilkan
satu ton gabah kering giling (GKG). "Kali ini hanya 150 kilogram," katanya
kemarin.
Di Desa Jeruju, Ketua Kelompok Tani Setia Bersama Asnan Rais (46) juga
menyatakan hampir separuh tanaman padi di desa itu diserang hama ulat.
Akibatnya, satu hektar sawah atau ladang hanya menghasilkan 2 ton hingga 3 ton
GKG dari biasanya 4 ton hingga 5 ton GKG.
Departemen Pertanian mendata, delapan dari 12 kabupaten dan kota di provinsi
itu menjadi bagian dari 100 kabupaten di Indonesia yang mengalami rawan pangan.
Kehabisan stok
Dari Banjarmasin dilaporkan, Bulog Regional Kalimantan Selatan tidak lagi
memiliki cadangan beras sehingga mendatangkan 4.000 ton beras impor melalui
Jakarta dan 3.000 ton lainnya lewat Kalimantan Timur.
"Dengan impor 7.000 ton ini, diharapkan Kalimantan Selatan tidak kekurangan
beras," kata Kepala Bulog Divisi Regional Kalimantan Selatan Muhammad Fadli
Muin kemarin.
Di Bandung Ketua Komisi B DPRD Jawa Barat Hidayat Zaini mempertanyakan fungsi
dan kinerja Bulog. "Sebaiknya Perum Bulog berkonsentrasi ke fungsinya semula,
yaitu sebagai pengontrol harga dan penjamin stok beras nasional, tidak lagi
sebagai lembaga usaha. Dengan pola ini, yang diuntungkan akhirnya hanyalah
pedagang, bukan petani," ujarnya, berkaitan dengan krisis persediaan beras
tahun ini. (FUL/WHY/JON)
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.