Salam Metta,
semua mahluk di alam semesta ini pasti pernah melakukan suatu metode meditasi, 
tidaklah terbatas apakah dia manusia,dewa,iblis, binatang ataupun mahluk 
neraka, pastilah mereka pernah melakukan suatu metode meditasi entah 
menggunakan object apa dari 40 macam object meditasi yang di ajarkan oleh sang 
buddha walaupun hanya sesaat

buddhist tidaklah membedakan suatu mahluk memiliki kualitas baik ataupun buruk, 
jadi janganlah mengatakan bahwa suatu mahluk berkualitas jelek,tidaklah ada 
pula object yang berbahaya ataupun super yang ada hanyalah pengawasan terhadap 
apa yang muncul dalam pikiran kita, semua object bersifat netral tinggal 
bagaimana kita menggunakannya saja untuk menuju nibbana

Bisa saja seseorang yang dimasa lalunya sering berlatih meditasi,sehingga di 
kehidupan sekarang hanya melatih suatu object sebentar saja tetapi sudah 
menguasainya apalagi object yang di latih adalah object yang dahulu sering di 
latihnya tentu saja baru sebentar berlatih maka "bonus" yang dahulu sudah 
dikuasainya akan muncul secara tiba, karena dia baru berlatih kembali maka dia 
perlu membiasakan kembali agar dapat menguasainya kembali. Sebetulnya jalan 
menuju nibbana telah di tunjukan secara jelas tidaklah bercabang2.
Jika di ilustrasikan dalam suatu game, biasanya kita akan mencari2 "bonus" 
terlebih dahulu agar lengkap dan menimbulkan sensasi yang berlebihan padahal 
jika ingin cepat selesai game tersebut sudah terlihat jelas hanya saja kita 
tidak langsung menuju ke akhir game tersebut 

Hal yang sama juga terjadi pada diri saya, saya belumlah mengatasi rintangan 
kekotoran batin saya sendiri secara sempurna sehingga masih mencari jalan yang 
sulit untuk mencapai akhir game, yang bisa saya lakukan adalah tetap sadar dan 
waspada terhadap apa yang muncul dalam pikiran saya serta tidaklah mencari 
"bonus" walaupun semakin lama yang terjadi adalah "bonus" itu tetap ada karena 
jalur yang saya lalui pasti akan mendapatkan "bonus" tersebut, sedangkan untuk 
"Big Point Bonus" belum ada yang sempurna di dapatkan karena kekotoran batin 
belum di hilangkan satu pun

Boleh2 saja jika kalian ingin berlatih meditasi dengan menggunakan salah satu 
object meditasi tanpa bimbingan guru, selama kita dapat selalu waspada dan 
sadar dengan apapun yang muncul dalam diri kita dan mampu membedakan mana yang 
kenyataan dan object yang di ciptakan dalam pikiran kita sendiri, karena 
pikiran ini sangatlah senang bermain-main dengan kita. Jika "bonus" muncul 
tetaplah sadar janganlah biarkan pikiran tersebut menjadi penguasa dan 
membimbing kita menguatkan "Bonus" tersebut, biarkan saja jika "bonus" tersebut 
muncul atau hilang.

Dahulu saya sangat takut sekali dengan efek dari "bonus" tersebut, sekarang mau 
berkembang atau tidak saya tidaklah terlalu mempermasalahkannya, karena 
mempermasalahkan hal tersebut membuat saya hanya diam di tempat bahkan membuat 
pikiran saya menjadi keras, di satu sisi mampu menghilangkan rintangan2 
sementara, tetapi disisi lain membuat saya menjadi tidak toleran terhadap 
kondisi sekitar yang sesungguhnya sehingga saya berusaha menekan kondisi 
sekitarnya agar selalu cocok dengan saya. Sehingga banyak orang melihat saya 
sebagai orang yang kejam dari sorot mata saja, untuk mengilangkan sifat itu 
terpaksa harus berlatih metta lagi.

metidasi seharusnya untuk mengatasi ketergantungan kita dan sifat ego kita yang 
tidaklah pernah puas dan agar kita melihat segalanya seperti apa adanya tanpa 
berusaha untuk mengubahnya sesuai dengan apa yg kita inginkan, biarkanlah 
segalanya apa adanya janganlah berusaha untuk merubahnya, tiap object sebaiknya 
digunakan sebagai "alat" untuk mengatasi ketergantungan kita entah pada 
keinginan kita terhadap lawan jenis, keserakahan, ketakutan, keragu2an.

Jika diantara kita semua ada yg setelah melatih meditasi ternyata memiliki 
sifat yang telah saya sebutkan diatas, kembali ke dasar2nya, berarti sudah ada 
yang salah dalam meditasi kalian, meditasi entah menggunakan object apapun 
seharusnya tidaklah perlu ada tambahan harus melatih object yang lain lagi 
untuk menekan sifat yang lain yang muncul, dan meditasi tidaklah membuat kalian 
menjadi sakit kepala ataupun menambah sakit yang lain, entah sakit perut atau 
sesak nafas, itu berarti kalian kurang rileks dan terlalu memaksakan kehendak 
kalian.

Masalah guru yang baik sebetulnya tidaklah jauh dari kita, dia ada dalam diri 
kita masing2, Jika kita bermeditasi tetapi malah menimbulkan sifat lain yang 
tidak baik, berarti kita telah melenceng, jika muncul rasa sakit amati saja 
rasa sakit tersebut, perhatikan proses mulai dari rasa sakit itu muncul hingga 
menjadi besar dan hilang kembali, janganlah berusaha mengontrol rasa sakit 
tersebut. Jika selama meditasi muncul syair lagu2 ataupun paritta atau mantra2 
janganlah di lanjutkan, catatlah dalam ingatan anda akan sensasi tersebut, 
berilah nama apa saja dalam pencatatan tersebut yang mudah bagi anda, saya 
biasa mencatatnya sebagai "nyanyian", terserah kalian memberi nama apa

saya berusaha melatih 40 object agar jika suatu saat muncul kondisi dimana saya 
harus menghilangkan ketergantungan atau ketertarikan yang berlebihan terhadap 
suatu object saya dapat mengatasinya tanpa perlu menunggu object tersebut 
menjadi lebih besar, tidaklah ada tujuan yang lain, jika saya sudah tidak dapat 
menanggulanginya dengan cara biasa barulah saya menggunakan object2 tersebut 
untuk membuatnya menjadi netral kembali

FYI,
tujuan dan pengembangan tiap object tidaklah saya jelaskan secara detail 
disini, jika ada yang ingin mendetail silahkan japri saya saja.
saya tidaklah berusaha menggurui siapun dengan pandangan saya, jika ada yang 
merasa tidak setuju atau berdiskusi japri saja,


Regard,


Andri/sammacitto

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke