-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

Pak Irvan,

Itu kalau cerita ISP dan NAP gelap ya. Saya setuju.

Tapi kalau:
Warung nasi legal yang punya koperasi (baca: ku-perasi) sawah, punya
lumbung padi dan sawah seluas kerajaan dan difasilitasi pula, sehingga
bisa jualan nasi murah-se-murah-murahnya. Sementara Bapak sudah jualan
nasi lebih dulu, bahkan sewaktu warung nasi legal tadi belum bisnis buka
warung nasi, masih bertani. Yang akhir nya Bapak harus beli beras dari
warung nasi tadi. Sehingga Bapak tidak bisa jual harga semurah warung
nasi yang disebut. Gimana dong?

Wassalam
# mrs

Irvan Nasrun wrote:
> Poel,
> 
> Masa sih ?, eloe pasti akan bicara lain lagi kalau:
> 
> 1. Warung nasi illegal tsb jelas2 menghancurkan periuk nasi eloe,bahkan
> warung nasi illegal tsb bisa jual makanan murah karena: pake beras
> selundupan yg harganya murah , nggak perlu bayar listrik karena
> listriknya nyolong dari tiang listrik PLN, dlsb
> 
> 2. Ipoel sebagai pemilik Warung Tegal tsb
> 
> 
> Wassalam,
> Irvan N
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: GnuPG v1.4.5 (MingW32)

iD8DBQFGN/cBr6rBNNxs/2sRAm30AKCxP3WFElJY5NSy2xyy2XSbSQqE+gCfVkl8
Qaa6K3O4mHaLm7kle+7ygt4=
=ZjbK
-----END PGP SIGNATURE-----

-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.

Kirim email ke