From: [EMAIL PROTECTED]
Organization: BERITA TANPA SENSUR
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date sent: Sun, 28 Feb 1999 00:24:18 + 1.0
Copies to: "Reformasi Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [demi-demokrasi] [PEMBEBASAN] Re: (Fwd) KKG yang tidak punya
harga diri - Part 2.
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
> Date sent: Sat, 27 Feb 1999 08:56:57 -0600 (CST)
> Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
> From: "King JoJon" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Multiple recipients of list
> <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak
> punya harga diri - Part 2.
>
Saya hanya inigin menambahkan hal berikut atas posting saya sebelum
ini:
King Jojon lupa bahwa salah seorang manusia yang mencaboi Megawati
skarng ini adalah Frans Seda, tukang jilat pantat Soeharto, jongos
Soeharto yang selalu dikirimnya ke Vatikan untuk menyakinkan Paus
bahwa pembunuhan dan penyiksaan terhadp orang Timor-Timur oleh
serdadu Indonesia itu sah-sah saja adanya.
Dan jangan lupa bahwa Habibie, kita baca di Internet, sebelum
mengambil keputusan untuk mengubah politik Timor-Timurnya telah
meminta pendapat bajingan yang bernama Frans Seda itu.
Agar anda maklum: Kwik is a bad liar!
A liar!
Jusfiq
==================================================
> > Posting ini bagian kedua dari komentar saya atas tulisan Jusfiq.
> >
> > Yang saya komentari adalah komentar Jusfiq atas Kwik Kian Gie (KKG).
> >
> > ----------
> > > From: [EMAIL PROTECTED]
> > > Date: 26 Februari 1999 16:56
> > >
> > >
> > > >
> > > > February 24, 1999
> > > >
> > > > Rethinking the E. Timor solution
> > > >
> >
> >
> > > (....)
> > >
> > > > How should one react to this kind of condition? We are a
> > > > political
> > > > party which has no access to any of the multitude of information
> > > > that exists about East Timor. We have no information to the
> > > > substance of
> > the
> > > > discussions that have been carried out for 20 years. Our only access
> > to
> > > > the situation in East Timor is through the branches of our party
> > within
> > > > East Timor. From Leandro Elvas' article, I fully realize that the
> > > > East Timorese who have joined our party probably cannot give us an
> > > > accurate picture of the real situation existing there.
> > > >
> > >
> >
> > Jusfiq commented:
> >
> > (...)
> > > Taik anjing!
> > >
> > >
> > (...)
> > >
> > > PDI "has no access to any of the multitude of information that
> > > exists about East Timor. We have no information to the substance
> > > of the discussions that have been carried out for 20 years"?
> > >
> > > Nggak pernah dengar Operasi Komodo?
> > >
> > > Nggak pernah dengar Operasi Seroja?
> > >
> > > Nggak pernah dengar mayat yang bergelimpangan selama ini?
> > >
> > > Nggak pernah dengan nama Santa Cruz?
> > >
> > > Ya ampun, ni orang baru datang dari mana?
> > >
> >
> >
> > KJJ:
> >
> > Yang saya tangkap adalah bahwa KKG qq PDI tidak mempunyai informasi
> > cukup mengenai substansi dari diskusi soal TIMTIM selama 20 tahun ini.
> > Saya garis bawahi kata-2: substansi dari diskusi soal TIMTIM.
> >
> > Detil diskusi soal TIMTIM yang dimaksud memang menjadi benda misterius
> > bagi banyak orang di Indonesia termasuk saya, KKG dll. Cuma Ali Alatas
> > dan Soeharto dan Nana Sutresna (dubes RI di PBB) yang tahu persis apa
> > yang digunjingkan di meja perundingan antara Portugal, RI, PBB dan
> > negara lain.
> >
> > Berita yang sampai di Indonesia, selama 20 tahun itu, cuma menyangkut
> > "kemenangan politis RI di PBB soal Timtim". Dan inilah yang dijejali ke
> > publik Indonesia semasa Soeharto berkuasa. Hampir semua mass media
> > memberitakan apa yang Soeharto ingin sampaikan. Jika ada media asing
> > yang memberitakan sebaliknya, jangan harap bisa beredar di Indonesia.
> > Pasti kena sensor petugas berupa black-out pada halaman "berita baik"
> > tsb. Jadi harap maklum saja, bahwa kami disini memang hidup dalam
> > tempurung soal Timtim.
> >
> > Baru belakangan, kira-2 sejak medio 1994 dimana internet mulai masuk ke
> > Indonesia sampai sekarang ini, berita tentang TimTim makin jelas dan
> > transparan.
> >
> > Operasi Seroja ? Operasi Komodo ?
> >
> > Saya rasa buku bacaan umum yang paling banyak menyebut kedua operasi ini
> > adalah biografi Jendral Benny Murdani. Dan sebatas itu pula pengetahuan
> > pembacanya tentang TimTim. Kompas, Suara Pembaruan atau Tempo dll.
> > cuma sedikit sekali mengungkap apa yang sebenarnya terjadi disana.
> >
> > Pokoknya: Gelap !!
> > Selama 20 tahun Timtim adalah daerah gelap yang oleh penguasa dibuat
> > tidak menarik perhatian dan tidak mengundang minat orang Indonesia untuk
> > berkunjung.
> >
> > Anda yang berada di Luar Indonesia lebih beruntung karena dapat
> > memperoleh gambar yang jelas dan lebih baik.
> >
> > Saya sendiri pernah dinas dan tinggal 2 tahun di Pulau Timor pada thn
> > 1987-1989. Saya bolak balik Dili - Kupang. Waktu itu yang saya lihat
> > di kota Dili ada banyak tentara. Kotanya sendiri aman-aman saja. Saya
> > cuma denger-denger kata orang Dili bahwa di Baucau dan kota lain sebelah
> > timur belum aman.
> >
> > Peristiwa Santa Cruz, sedikit berbeda. Ketika peristiwa itu terjadi ada
> > wartawan asing yang merekamnya dan menyelundupkannya ke luar Timtim dan
> > jadi berita dunia. Video yang beredar luas di dunia saat itu kebetulan
> > disaksikan sendiri oleh Soeharto dalam perlawatannya keliling dunia
> > (salah satunya saat ia menghadiri KTT Bumi di Brazilia - kalau tidak
> > salah - pls correct me). Dan juga si bajingan ini - keruan saja
> > ditanyai bertubi-tubi oleh para wartawan asing di negara yang ia
> > hampiri. Walhasil, beritanya sampai juga ke Indonesia dan diberitakan
> > di media massa lokal.
> >
> > Selanjutnya semua orang tahu. Beberapa petinggi ABRI dicopot: Sintong
> > Panjaitan, Warow, Sepang, Dolfie dll. Dan pencopotan ini kan cuma
> > sekedar untuk menyenangkan publik, wartawan dan dunia. Nice strategy,
> > wasn't it?
> >
> > Jadi dalam hal ini, KKG tidak keliru mengatakan bahwa PDI dan/atau ia
> > tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai Timtim. Karena itu
> > tadi. Semua pemberitaan selama 20 tahun memang diatur oleh penguasa. Dan
> > semua pembicaraan Timtim memang di monopoli Ali Alatas dan penguasa
> > Orba.
> >
> >
>
> Gini: bila Poncke Princen, mendiang romo Mangun, romo Hardo,
> aktivis INIFIGHT, orang-orang yang sekarang aktif di PRD, Munir,
> atau orang-orang seperti Coki Naipospos tahu dari dulu apa yang
> terjadi di Timor-Timur maka sungguh tidak ada ekskus buat lonte
> politik seperti Megawati atau Kwik untuk tidak tahu apa yang
> terjadi di Timor-Timur.
>
> Dan saya bisa beri kesaksian:
>
> ketika cabo fassist Sabam Siagian datang ke Leiden (entah tahun
> 1979 entah 1981 saya sudah lupa) dan saya undang dia berbicara
> dengan orang Indonesia dirumah saya, saya beritahu ketika lonte
> itu apa yagn terjadi di Timor-Timur dan saya minta dia untuk juga
> memperhatkan masaalah Timor-Timur, dan kemudian saya kirimi dia
> beberapa informasi yang ada diluar negeri.
>
> Dan saya masih ingat omongan Panda Nababan ketika itu ngenyek:
> "Fiq, Fretilin sudah habis!"
>
> Dan saya tidak lupa untuk mengingatkan avonturir politik yang satu ini
> (Panda Nababan), ketika saya bertemu dengan dia di sebuah cafe di
> Jakarta, tahun 1995, sehari sebelum saya di usir: "Panda, Fretilin
> telah hancur, dan ini tahun 1995".
>
> Agar jelas: saya bisa maklum bila orang kebanyakan di Indonesia
> tidak tahu apa yang terjadi di Timor-Timur selama ini, tapi bila
> Kwik Kian Gie atau Megawati berkata dia tidak tahu seperti apa yang
> dikatakan KKG maka ketidak tahuannya itu tidak bisa dimaafkan.
>
> Mereka itu mau mengurus negara atau mengurus pompa bensin suami
> Megawati?
>
> > Salam,
> >
> > King JoJon
> >
>
>
> Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
> = ======================================
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
> Internet stocks: hype or reality? FT.com. The Financial Times online.
> Click here to access more than 3,000 worldwide sources
> http://offers.egroups.com/click/220/0
>
> eGroup home: http://www.eGroups.com/list/pembebasan-list
> Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
>
>
> To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
> message body the line: unsubscribe demi-demokrasi
>
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo =
======================================