At 08:56 AM 2/27/99 -0600, [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>
(......)

>    Bahwa ayat-ayat al-Qur'an itu sendiri menerima bahwa sesuatunya
>    itu berubah, bahwa tidak ada yang tetap dalam aturan itu! 
>
>    Termasuk aturan di al-Qur'an itu sendiri! 
>
>    Kiblat sembahyang, misalnya, mula-mula kiblat itu Darussalam. 
>
>    Lalu dialihkan ke Makkah. 

(......)

>
>    Ambil contoh lain, aturan tentang khamar misalnya! 
>
>    Mula-mula ayat al-Quran berkata bahwa alkohol itu, seperti juga
>    daging babi, perlu dihindarkan, tapi kalau tidak bisa dihindarkan
>    juga tidak apa-apa 
>
>    Tapi ketika nabi melihat salah seorang sahabatnya datang ketempat
>    sembahyang sempoyongan karena mabuk, maka turunlah ayat yang
>    berbunyi bahwa khamar itu adalah minuman setan. 
>
>    Sekali lagi: al-Qur'an itu menerima bahwa larangan dan suruhan itu
>    bisa berubah. 
>
(.....)


Sasis:
Inilah yang sering meragukan saya. Apa betul ayat-2 Qur'an itu memang dari
tuhan. Kalau betul dari tuhan, tidak akan terjadi suruhan dan larangan yang
plin-plan. Kayaknya yang bernama "tuhan" itu nggak tahu subtansi yang
diomongkannya. Kalau tuhan itu begitu "bego", bagaimana dengan manusia yang
katanya adalah "ciptaannya"..?

Saya menduga bahwa perubahan-2 itu adalah disebabkan oleh pengamatan
Muhammad terhadap suatu gejala. Lalu gejala itu diomongkannya, dan oleh
orang-2 sekitarnya dijadikan "suruhan dan larangan" yang datang dari tuhan.

BTW, lebaran kemarin saya bikin drama di pertemuan keluarga. Saya tidak
sholat ied. Lalu saya deklarasikan agnostisisme saya. Saya katakan bahwa
argumen untuk bertindak dalam hidup yang berdasarkan "larangan dan perintah
tuhan" adalah "bullshit". Diikuti dengan debat seru mengeroyok saya yang
dimoderatori kakak saya tertua (Sambil dia membela Islam). Seorang paman
mengata-ngatain saya PKI. Ibu saya nangis (kayak emaknya Urip Mawut), tapi
ibu saya dapat berargumen dengan baik pula, tapi senang karena saya membela
perempuan.

Tak ada kesimpulan siapa benar siapa salah, tapi yang jelas saya berada di
lingkungan yang "militan", kecuali kakak tertua yang jadi moderator tsb.
Gejala seperti ini sebenarnya cukup mengerikan buat saya.


>
>    Islam itu adalah agama egalaitarian. 
>
>    Agama perdamaian! 
>
>    Agama kasih sayang! 
>

Saya ragu angku. Apakah pernyataan itu politis atau ajaran Islam memang
demikian?

> 
>Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=
>======================================
>
>
>
Setya A. Sis

Kirim email ke