Date sent:              Mon, 1 Mar 1999 04:24:07 -0600 (CST)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   "Krishna" <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: Al-Qur'an itu bukan KUHAP

> 
> Mas Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]>
> >Bagiamana mungkin seorang wanita menjadi Imam di mesjid menjadi pemimpin
> >shalat bagi pria yang menjadi makmumnya, sementara kondisi dan kodrat
> >seorang wanita untuk terpenuhi syaratnya jadi Imam itu tidaklah sama atau
> >melebihi kaum pria yang akan dipimpinnya ?  Pada wanita ada masa-masa
> >tertentu yakni (datangnya haid) yang menyebabkan dia tidak boleh sama
> >sekali untuk melakukan shalat, sementara pada pria  hal-hal demikian
> >tidak ada , dan sama sekali yang bisa  mengecualikannya seorang pria
> >untuk tidak melakukan shalat. Tidak diizinkannya wanita jadi Imam waktu
> >shalat adalah disebabkan perbedaan kodrat  ini. 
> ------------------------
> jadi apakah boleh wanita menjadi imam pada saat haidnya tidak datang?
> 

    Saya hanya ingin menambahkan hal berikut:

    Di budaya berbagai bangsa dimuka bumi ini, haid prempuan itu
    dianggap sebagai sesuatu yang tidak suci dan pembawa petaka. 

    Jadi bukan hanya di semenanjung Arab saja - bahagian dari budaya
    jahiliyah yang tidak dihapuskan oleh Nabi Muhammad - dimana haid
    itu dianggap tidak suci. 

    Saya masih ingat, ketika saya berada di Bali dulu dipermulaan tahun
    enam puluhan, dengan beberapa teman, antaranya beberapa perempuan,
    kami ingin mengunjungi gua Gajah. 

    Orang Bali yang kami minta untuk mengantarkan kami bertanya apakah
    diantara perempuan yang ada ketika itu ada yang sedang haid
    dan kalau ada maka dia tidak boleh masuk gua Gajah.

    Kami mengundurkan niat kami. 

    Di Perancis, tiga puluh tahun yang lalu jamur Paris (champignon de
    Paris) itu ditanam dan dipelihara di gua bekas penggalian pasir. 

    Dan ke dalam gua tempat jamur ditanam itu perempuan yang sedang
    kedatangan bulan dilarang masuk. 

    Anthropolog Perancis Maurice Godelier, dalam salah satu bukunya
    tentang budaya Papua bercerita bahwa perempuan yang datang bulan
    di asingkan jauh dari perkampungan selama beberapa hari didalam
    sebuah pondok dan hanya suaminya yang boleh mengunjunginya selama
    itu untuk membawa makanan dan minuman. 

    Dan contoh ini bisa diperpanjang. 

    Lalu? 

    Semua diskriminasi terhadap perempuan yang sedang datang bulan itu
    tidak islamiyah adanya. 

    Seperti juga jilbab. 

    Dan lagi kalau argumen angku Nadri itu diturutkan maka perempuan
    yang sudah melalui menopause tidak perlu dilarang lagi menjadi
    imam. 

> salam,
> xna
> 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                             =
======================================

Kirim email ke