>Date: Sun, 28 Feb 1999 22:52:05 +0700
>To: [EMAIL PROTECTED]
>From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
>
>At 17:25 27/02/99 -0600, you wrote:
>>Date sent: Sat, 27 Feb 1999 08:56:57 -0600 (CST)
>>Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
>>From: "King JoJon" <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>>
>>>
>>> Posting ini bagian kedua dari komentar saya atas tulisan Jusfiq.
>>>
>>> Yang saya komentari adalah komentar Jusfiq atas Kwik Kian Gie (KKG).
>>>
>>> ----------
>>> > From: [EMAIL PROTECTED]
>>> > Date: 26 Februari 1999 16:56
>>> >
>>> >
>>> > >
>>> > > February 24, 1999
>>> > >
>>> > > Rethinking the E. Timor solution
>>> > >
>>>
>>>
>>> > (....)
>>> >
>>> > > How should one react to this kind of condition? We are a political
>>> > > party which has no access to any of the multitude of information that
>>> > > exists about East Timor. We have no information to the substance of
>>> the
>>> > > discussions that have been carried out for 20 years. Our only access
>>> to
>>> > > the situation in East Timor is through the branches of our party
>>> within
>>> > > East Timor. From Leandro Elvas' article, I fully realize that the East
>>> > > Timorese who have joined our party probably cannot give us an accurate
>>> > > picture of the real situation existing there.
>>> > >
>>> >
>>>
>>> Jusfiq commented:
>>>
>>> (...)
>>> > Taik anjing!
>>> >
>>> >
>>> (...)
>>> >
>>> > PDI "has no access to any of the multitude of information that
>>> > exists about East Timor. We have no information to the substance of
>>> > the discussions that have been carried out for 20 years"?
>>> >
>>> > Nggak pernah dengar Operasi Komodo?
>>> >
>>> > Nggak pernah dengar Operasi Seroja?
>>> >
>>> > Nggak pernah dengar mayat yang bergelimpangan selama ini?
>>> >
>>> > Nggak pernah dengan nama Santa Cruz?
>>> >
>>> > Ya ampun, ni orang baru datang dari mana?
>>> >
>>>
>>>
>>> KJJ:
>>>
>>> Yang saya tangkap adalah bahwa KKG qq PDI tidak mempunyai informasi cukup
>>> mengenai substansi dari diskusi soal TIMTIM selama 20 tahun ini. Saya
>>> garis bawahi kata-2: substansi dari diskusi soal TIMTIM.
>>>
>>> Detil diskusi soal TIMTIM yang dimaksud memang menjadi benda misterius
>>> bagi banyak orang di Indonesia termasuk saya, KKG dll. Cuma Ali Alatas
>>> dan Soeharto dan Nana Sutresna (dubes RI di PBB) yang tahu persis apa yang
>>> digunjingkan di meja perundingan antara Portugal, RI, PBB dan negara lain.
>>>
>>> Berita yang sampai di Indonesia, selama 20 tahun itu, cuma menyangkut
>>> "kemenangan politis RI di PBB soal Timtim". Dan inilah yang dijejali ke
>>> publik Indonesia semasa Soeharto berkuasa. Hampir semua mass media
>>> memberitakan apa yang Soeharto ingin sampaikan. Jika ada media asing yang
>>> memberitakan sebaliknya, jangan harap bisa beredar di Indonesia. Pasti
>>> kena sensor petugas berupa black-out pada halaman "berita baik" tsb. Jadi
>>> harap maklum saja, bahwa kami disini memang hidup dalam tempurung soal
>>> Timtim.
>>>
>>> Baru belakangan, kira-2 sejak medio 1994 dimana internet mulai masuk ke
>>> Indonesia sampai sekarang ini, berita tentang TimTim makin jelas dan
>>> transparan.
>>>
>>> Operasi Seroja ? Operasi Komodo ?
>>>
>>> Saya rasa buku bacaan umum yang paling banyak menyebut kedua operasi ini
>>> adalah biografi Jendral Benny Murdani. Dan sebatas itu pula pengetahuan
>>> pembacanya tentang TimTim. Kompas, Suara Pembaruan atau Tempo dll. cuma
>>> sedikit sekali mengungkap apa yang sebenarnya terjadi disana.
>>>
>>> Pokoknya: Gelap !!
>>> Selama 20 tahun Timtim adalah daerah gelap yang oleh penguasa dibuat tidak
>>> menarik perhatian dan tidak mengundang minat orang Indonesia untuk
>>> berkunjung.
>>>
>>> Anda yang berada di Luar Indonesia lebih beruntung karena dapat memperoleh
>>> gambar yang jelas dan lebih baik.
>>>
>>> Saya sendiri pernah dinas dan tinggal 2 tahun di Pulau Timor pada thn
>>> 1987-1989. Saya bolak balik Dili - Kupang. Waktu itu yang saya lihat di
>>> kota Dili ada banyak tentara. Kotanya sendiri aman-aman saja. Saya cuma
>>> denger-denger kata orang Dili bahwa di Baucau dan kota lain sebelah timur
>>> belum aman.
>>>
>>> Peristiwa Santa Cruz, sedikit berbeda. Ketika peristiwa itu terjadi ada
>>> wartawan asing yang merekamnya dan menyelundupkannya ke luar Timtim dan
>>> jadi berita dunia. Video yang beredar luas di dunia saat itu kebetulan
>>> disaksikan sendiri oleh Soeharto dalam perlawatannya keliling dunia (salah
>>> satunya saat ia menghadiri KTT Bumi di Brazilia - kalau tidak salah - pls
>>> correct me). Dan juga si bajingan ini - keruan saja ditanyai bertubi-tubi
>>> oleh para wartawan asing di negara yang ia hampiri. Walhasil, beritanya
>>> sampai juga ke Indonesia dan diberitakan di media massa lokal.
>>>
>>> Selanjutnya semua orang tahu. Beberapa petinggi ABRI dicopot: Sintong
>>> Panjaitan, Warow, Sepang, Dolfie dll. Dan pencopotan ini kan cuma sekedar
>>> untuk menyenangkan publik, wartawan dan dunia. Nice strategy, wasn't it?
>>>
>>> Jadi dalam hal ini, KKG tidak keliru mengatakan bahwa PDI dan/atau ia
>>> tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai Timtim. Karena itu tadi.
>>> Semua pemberitaan selama 20 tahun memang diatur oleh penguasa. Dan semua
>>> pembicaraan Timtim memang di monopoli Ali Alatas dan penguasa Orba.
>>>
>>>
>>
>> Gini: bila Poncke Princen, mendiang romo Mangun, romo Hardo,
>> aktivis INIFIGHT, orang-orang yang sekarang aktif di PRD, Munir,
>> atau orang-orang seperti Coki Naipospos tahu dari dulu apa yang
>> terjadi di Timor-Timur maka sungguh tidak ada ekskus buat lonte
>> politik seperti Megawati atau Kwik untuk tidak tahu apa yang
>> terjadi di Timor-Timur.
>>
>> Dan saya bisa beri kesaksian:
>>
>> ketika cabo fassist Sabam Siagian datang ke Leiden (entah tahun
>> 1979 entah 1981 saya sudah lupa) dan saya undang dia berbicara
>> dengan orang Indonesia dirumah saya, saya beritahu ketika lonte
>> itu apa yagn terjadi di Timor-Timur dan saya minta dia untuk juga
>> memperhatkan masaalah Timor-Timur, dan kemudian saya kirimi dia
>> beberapa informasi yang ada diluar negeri.
>>
>> Dan saya masih ingat omongan Panda Nababan ketika itu ngenyek:
>> "Fiq, Fretilin sudah habis!"
>>
>> Dan saya tidak lupa untuk mengingatkan avonturir politik yang satu
>> ini (Panda Nababan), ketika saya bertemu dengan dia di sebuah cafe
>> di Jakarta, tahun 1995, sehari sebelum saya di usir: "Panda,
>> Fretilin telah hancur, dan ini tahun 1995".
>>
>> Agar jelas: saya bisa maklum bila orang kebanyakan di Indonesia
>> tidak tahu apa yang terjadi di Timor-Timur selama ini, tapi bila
>> Kwik Kian Gie atau Megawati berkata dia tidak tahu seperti apa yang
>> dikatakan KKG maka ketidak tahuannya itu tidak bisa dimaafkan.
>>
>> Mereka itu mau mengurus negara atau mengurus pompa bensin suami
>> Megawati?
>
>k.Hallo fiq,dan king sorry nimbrung nih.
>
>Numpang tanya fiq,yang anda maksud Sabam Sirait atau sabam Siagian[ek
dubes Australia].
>kalau sabam Siagian apa relevensinya dengan KKG dan Megawati?.
>Tetapi kalau yang anda maksudkan Sabam Sirait [penasehat politik PDI] yang
waktu itu ketemu dengan anda ditemani Dr Simatupang [saat ini sakit
fiq]mungkin masih ada sedikit relevensinya dengan "ngambeknya" anda fiq.
>Sama seperti sikap Panda Nababan fiq,memang dia seorang wartawan
senior,tetapi konsentrasinya kan tidak melulu TimTim jadi apa yang dia
katakan benar,karena informasi mengenai TimTim untuk kami orang2 indonesia
memang Gelap,dan yang ada hanya info searah saja fiq,versi pemerintah.
>Lain kalau anda bicara dengan Asmara Nababan atau Indra Nababan,mereka
aktivis NGO dan saat itu memang koncern mengenai TimTim,mereka banyak
mendapatkan Info dari aktivis NGO luar negeri.
>
>Saya hanya ingin mengingatkan anda fiq,KKG dan Megawati adalah orang2
partai,mereka terikat dengan kebijaksanaan Partai,mereka tidak akan bicara
didepan umum bila mereka tidak yakin dengan informasi mengenai obyek
pembicaraan,atau mereka tidak mampu mencari jalan keluar,biasanya mereka
akan menjawab secara diplomatis.
>lain dong dengan aktivis atau orang2 independen,asal goblak bila salah
tidak ada dampaknya pada organisasi,paling2 resiko dimaki2 umum fiq.
>Sepertinya anda senang dengan gaya Baramuli?.
>
>jadi kurang adil kalau anda memaksa mereka harus responsip,masih sopan KKG
tidak bilang no coment!.
>Dan harap anda ingat bahwa mereka sendiri waktu itu sangat berat untuk
lolos dari gebukan Soeharto,waktu dan energi mereka habis untuk
survive,jadi wajar bila mereka agak kurang memperhatikan masalah yang
kurang hot saat itu[masalah Timtim hot setelah pembantaian santa cruz dan
tertangkapnya Xanana].
>
>Yang saya kurang sepaham dengan anda adalah:anda terlalu
perfeksionis,orang tidak boleh ada kelemahannya sedikitpun juga,harus
"sempurna",disamping itu anda tidak mau tahu keadaan Indonesia saat
Soeharto,sehingga kalau sikap orang tersebut kurang frontal,anda langsung
cap mereka sebagai pengecut.
>Saya tidak tahu Fiq,sikap mana yang menurut anda lebih berguna,Frontal
langsung dikandangi,atau pragmatis tetapi perjuangannya jalan terus?.
>Budiman Sujatmiko berani,tetapi hanya sekejab gaunganya,untung ada
reformasi,kalau tidak apakah PRD masih eksis?.
>Sebaliknya PDI perjuangan saat itu kelihatannya lamban,konsisten berjuang
lewat jalur Hukum,hasilnya rezim Orba dibikin kebakaran jenggot dan mereka
tidak bisa dikandangi karena semua yang dilakukan benar dimata hukum.
>
>Disamping itu type pejuang kan bermacam2 fiq,ada yang bertanggung jawab
akan nasib rakyat,ada yang lebih mementingkan tercapainya tujuannya,perkara
korban sebodo wae!.
>[pejuang bertanggung jawab dan pejuang prinsip].
>Terus terang fiq anda terkesan lebih mementingkan pokoknya berhasil.
>Apakah anda juga senang type pemimpin yang sok keminter fiq?,tidak
menguasai persoalan yang penting memberi komentar supaya dikira serba tahu
dan jenius?.
>Kalau anda senang type2 pemimpin yang demikian,bergabunglah dengan DPA fiq!.
>Ketuanya kan lincah fiq,biar bukan wewenangnya dan tidak tahu
permaslahannya,agar dikira jenius dan berkuasa,apa saja
dikomentarin,sampai2 saya pikir dia itu Presiden RI,merangkap Jaksa
agung,merangkap ketua DPR,merangkap Pangab dan maha guru.
>
>salam damai
>
>kresno.
>
>
>>
>>> Salam,
>>>
>>> King JoJon
>>>
>>
>>
>>Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=
>>======================================
>>
>>
>>