From: [EMAIL PROTECTED]
>Dan jangan anda lupa: al-Qur'an menjanjikan anggur di sorga nanti.
>Dan karena saya yakin saya tidak akan masuk sorga nanti, maka saya
>minum anggur sekarang saja!

Hahaha...:-D


>Cuma sialannya anggur bordeaux tahun ini mahal betul sehingga saya
>terpaksa minum anggur Argentina atau anggur Bulgaria yang lebih
>murah.

"Lebih baik tidak minum daripada merasakan anggur yang jelek."

Ada lagi yang bilang:

"Lebih baik tidak minum wine daripada sekadar membasahi kerongkongan."

Ini ada tulisan bagus tentang minum anggur dari majalah Tiara (sebagian saya
edit/cut): http://www.vision.net.id/tiara/199/feno199.html

"Sekarang ini ada trend bahwa justru wine langka itu adanya di Asia. Yang
namanya rare fine wine itu berada di Asia karena diborong secara gila-gilaan
oleh orang-orang Asia, terutama dari Singapura dan Hong Kong," kata William
Wongso, pakar kuliner yang juga pemulia wine dan pernah menggerakkan
berdirinya The Jakarta Wine Society. Keadaan semacam ini bahkan sempat
menimbulkan kekecewaan orang-orang Perancis sendiri yang kesempatannya
mendapatkan wine langka dan enak menjadi berkurang.

Di Indonesia sendiri, gaya hidup menikmati wine memang belum sekuat
masyarakat menengah atas negara-negara tetangga di Asia, khususnya
Singapura, bahkan jika dibandingkan dengan Thailand sekalipun. "Masyarakat
Indonesia masih tertinggal jauh dalam eksposur maupun apresiasi terhadap
wine, dibanding negara-negara Asia lainnya," kata William Wongso. Dari
pengamatannya, orang Indonesia masih dalam taraf berkenalan dengan wine,
antara lain dengan mencicipi sekadar tabel wine, namun belum dalam taraf
menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

"Anggur memang unik," sambung pengusaha Bryan Yaputra, "karena tak ada
standar harga yang jelas seperti jenis minuman lainnya. Mereknya sama,
tahunnya beda, harganya bisa sangat berbeda. Ada yang mencapai 2.000 atau
3.000 dollar AS untuk satu botol anggur Perancis." Bryan belum lama bergaul
dengan anggur, baru sekitar tiga tahun, sejak merasa bosan dengan minum bir.
Selain itu, pergaulannya yang makin luas dan mobilitasnya yang makin tinggi
dengan banyak berkunjung ke luar negeri, membuat Bryan makin kenal dengan
anggur. "Jika saya ke Hong Kong, Taiwan, Jepang, dan Eropa selalu diwarnai
dengan anggur dalam perjamuan. Selain itu, setahun sekali berkumpul dengan
sesama pengusaha kami juga menikmati anggur, satu orang membawa satu botol
dengan harga sekitar 2.000 dollar AS," kata Bryan.

Bicara soal manfaat anggur, Bryan seperti halnya Bambang Nitiwaluyo,
mengakui anggur baik untuk kesehatan. Istilah mereka, untuk memperlancar
peredaran darah. Seperti penikmat anggur lain, mereka meyakini bahwa anggur
baik untuk kesehatan. Apalagi terbukti menurut penelitian, orang Perancis
lebih sehat daripada orang Amerika meskipun mereka banyak mengkonsumsi
lemak. Yang membuat lebih sehat adalah, orang Perancis mengkonsumsi anggur
setiap hari, sedangkan orang Amerika lebih suka bir. Bryan Yaputra malah
punya pengalaman lain. Katanya, "Anggur juga punya manfaat positif dalam
melakukan hubungan intim suami istri." Dari ceritanya, pengusaha ini merasa
lebih santai dan tubuh terasa lebih segar saat hendak melakukan hubungan
intim. Itukah yang juga membuat orang-orang Perancis terkenal romantis? Tak
jelas.

Dari pengalamannya, Bryan sampai pada kesimpulan, anggur Perancis merupakan
yang terbaik. Karena itu, menurut Bryan, banyak koleganya orang Jepang yang
menyimpannya sebagai investasi. Bahkan, katanya, saking tertariknya para
jagoan anggur dari Jepang itu, sejumlah kebun anggur di Perancis didatangi
orang Jepang untuk diborong. "Agaknya pada waktu itu orang Perancis sendiri
belum menyadari akibatnya. Tapi setelah memahami langkah orang-orang Jepang
itu, pemerintah Perancis menutup langkah-langkah itu; meski sampai sekarang
masih ada perkebunan anggur di Perancis yang dikuasai orang Jepang," ujar
Bryan yang berusia 49 tahun itu.

Mendapatkan anggur, apalagi yang cocok dengan selera, dan dengan harga yang
reasonable pula, agaknya bukan hal mudah bagi penikmat anggur yang tinggal
di Indonesia. Malah sampai ada yang bilang, "Memilih anggur itu seperti
memilih wanita. Tidak mudah dan butuh seni tersendiri." Karena tidak mudah
dan butuh seni, banyak orang yang baru berkenalan dengan anggur kadang
melakukan kekeliruan. Misalnya, "Minum anggur kok mabuk, itu pasti orang
yang tidak tahu saja," ujar William Wongso, yang mengamati banyak perilaku
orang Indonesia berkenalan dengan anggur. Mungkin orang itu tidak tahu bahwa
anggur bukan minuman untuk mabok, atau dia sangat sensitif dengan alkohol.
Tapi kekeliruan semacam itu, wajar saja bagi orang yang belum tahu, kata
William.

Karena itu, jasa seorang sommelier yang bisa bertindak sebagai 'mak
comblang' sangat dibutuhkan. Selain bisa membantu memilihkan anggur yang
baik sesuai yang kita inginkan, seorang sommelier juga dapat membimbing
seorang pemula yang sedang berkenalan dengan anggur. Dia akan menjelaskan
mulai perbedaan anggur merah dan anggur putih, memilihkan mana yang cocok
bagi pemula, hingga menjelaskan asal-usul serta bagaimana cara menikmati
minuman raja-raja itu.

Tahukah Anda, bahwa minum anggur itu tidak seperti minum bir atau cola yang
segelas bisa diteguk hingga tandas? Beginilah saran dari seorang sommelier,
"Angkat gelas pelan-pelan pada lehernya supaya panas tangan tidak
mempengaruhi anggur, hirup dan nikmati aroma yang muncul dari permukaan
cairan di dalam gelas itu. Anda akan mendapatkan aroma yang sedap, campuran
antara wangi anggur dan aroma alkohol yang tipis-tipis saja. Lalu,
goyang-goyangkan perlahan gelas itu sambil memandanginya, maka aroma akan
semakin tercium dengan sedapnya. Dan Anda akan menemukan kenikmatannya
sebelum mencecapnya seteguk. Dari seteguk itu, Anda akan mendapatkan rasa,
baik dari lidah maupun dari aromanya."

Selamat menikmati minum anggur.

Salam,
nur agustinus

Kirim email ke