At 07:31 01/03/99 -0600, you wrote:
>Date sent: Mon, 1 Mar 1999 06:35:51 -0600 (CST)
>Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
>From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>
>> >Date: Sun, 28 Feb 1999 22:52:05 +0700
>> >To: [EMAIL PROTECTED]
>> >From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>> >Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>> >In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> >
>> >At 17:25 27/02/99 -0600, you wrote:
>> >>Date sent: Sat, 27 Feb 1999 08:56:57 -0600 (CST)
>> >>Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
>> >>From: "King JoJon" <[EMAIL PROTECTED]>
>> >>To: Multiple recipients of list
>> >><[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: (Fwd) KKG yang
>> >>tidak punya harga diri - Part 2.
>> >>
>> >>dihapus
>
>
> Ada yang tidak anda maklumi: saya - dalam berpolitik -
> mempertahankan prinsip, mempertahan moral yang saya jadikan prinsip
> dan bukan kekuasaan atau kelompok atau teman.
>
k.saya memaklumi anda sebagai aktivis NGO,tetapi sayangnya anda tidak mau
memaklumi pilihan orang dalam berpolitik.
Apakah alasannya anda,KKG dan Megawati tidak berprinsip?.
Mereka harus2 bertanggung jawab terhadap partainya,jadi dalam kapasitasnya
sebagai anggauta DPP PDI wajar kalau mereka tidak bisa sembrono.
Ini adalah konsekwensi logis yang harus mereka pikul karena berpolitik
dengan jalan berorganisasi politik.
> Dan salah satu moral yang saya pertahankan itu adalah
> kejujuran, kejujuran kepada diri sendiri, kejujuran terhadap orang
> lain.
>
k.sikap yang sangat terpuji,salut untuk sampeyan fiq.
> Dan, ya, ini pengaruh moral calvinis yang saya contoh dari orang
> Belanda: kerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya, artinya saya
> berusaha untuk bersikap sebagai perfektionis.
>
k.apakah semua orang harus menganut Calivinisme?.
Apakah KKG dan Megawati harus tahu bahwa Jusfiq sudah melakukan
pekerjaannya dengan baik dan perfek?.apa sih tolok ukurnya fiq?.
Bagaimana anda tahu bahwa KKG dan Mega tidak mengerjakan PR nya dengan baik?.
> Dari posisi itu, saya berada diposisi moral yang mengizinkan saya
> untuk menyatakan pendapat terhadap kesalahan dan kealpaan orang
> lain.
>
> Siapa yang bisa berkata bahwa saya sembrono dalam menyatakan
> pendapat?
>
> Tidak banyak orang jujur yang bisa berkata demikian terhadap saya,
> karena sebelum menyatakan pndapat saya kerjakan dulu pekerjaan
> yang kudu dikerjakan: memahami masaalah yang saya bicarakan.
>
> Untuk ngomong tentang al-Qur'an saya baca setumpuk buku tentang
> agama Islam yang sekarang lagi berserakan dikamar saya.
>
> Untuk ngomong tentang ham, tentang demokrasi tahunan saya pelajari
> masaalahnya dengan mendalam.
k.Lalu untuk ngomong tentang KKG dan Megawati anda juga sudah mendalami
mengenai mereka?.
Suara dan jalan pikiran mereka baru setelah Soeharto lengser saja beberapa
dimuat,sebelumnya jangan harap ada media yang berani memuatnya.
Justru karena itu banyak sekali orang "luar"yang tidak memahami dan
mengerti perjuangan dan pikiran2 mereka.
Wajar sih kalau anda sepertinya apriori,tidak kenal ya tidak sayang.
> Ok, salah ketik, terjadi juga, seperti salah ketik nama Sirait dan
> nama Siagian ini, tapi salah argumen, salah logika, jarang nian.
>
> Tapi salah analis, jarang nian terjadi!
k. dasar analisa adalah berdasarkan data,kalau datanya tidak ada entah
darimana anda bisa menganalisa mengenai mereka dengan akurat?.
>
> Karuan susah buat orang untuk membantah argumen saya.
>
> Lalu, siapa diantara orang jujur yang bisa berkata bahwa saya
> hipokkrit?
>
> Susah untuk menunjukkan bahwa saya hipokrit, karena saya berusaha
> betul untuk konsisten!
k.Saya tidak merasa anda hipokrit/munafik lho fiq,tetapi saya merasa ada
tidak adil dalam menilai,dan rasanya konsisten beda ya fiq dengan ngotot?.
>
> Dan - sesuai dengan moral calvinis -: tangan mencincang bahu
> memikul.
>
> Saya tanggungkan resiko dari pendirian saya: sebagai konsekwensi
> pilihan saya untuk menjadi pegiat ham, saya (bersama sobat saya
> Liem) kudu mengganti kewarganegaraan saya, saya tidak boleh pulang
> ke Indonesia dan saya tinggalkan karier akademis saya di
> Perancis.
>
> Saya berusaha untuk konsisten.
>
> Coherent, kata orang Perancis
k.saya anggap pelepasan WNI anda sebagai pengorbanan dan ini sangat saya
hormati,karena saya mengenal sampeyan sudah empat tahunan lewat tulisan2 anda.
Tetapi bagi orang yang tidak kenal anda apakah berhak menuduh anda sebagai
pengecut, takut masuk bui,atau menganggap anda sebagai pengkhianat karena
ganti warga negara?.
Tentunya anda tidak bisa terima kan mas Jusfiq?.
Jadi tidak kenal,tidak sayang.
lain dong seperti rekan2 DS dan apakabar yang lama,mungkin akan sakit "flu"
kalau anda hilang dari millis.
>
> Satu yang kudu anda ingat: demokrasi itu hanya bisa ditegakkan,
> keadilan itu hanya bisa ditegakkan dengan konsistensi masing-masing
> kita kepada moral pribadi yang masing-masing kita pertahankan.
>
> Demokrasi dan ham tidak bisa ditegakkan dengan hipokrisi.
>
> Kesalahan kita orang Indonesia, kelemahan kita orang Indoneia
> adalah, karena kita diajar 'bijaksana', kita terbiasa pindah
> prinsip tiap kesempatan menghendaki kita pindah prinsip - demi
> 'keberhasilan', demi tipuan.
>
> Tanpa penjelasan, tanpa pertanggungan jawab.
>
> Dan menipu dan berbohong tidak kita anggap sebagai kesalahan.
>
> Orang yang bisa bohong adalah orang pinter.
k.Prinsip apakah bisa disamakan dengan cara fiq?.
Anda sih terlalu under estimate terhadap orang Indonesia,anda telah membuat
stereotype Indonesia yang salah,tidak semua orang Indonesia gampang untuk
pindah prinsip,penipu dan pembohong.
Sebagai demokrat dan pembela HAM sikap anda sangat paradoks.
>
> Agar anda ingat: pada saat terjadi penindasan, siapapun korbannya,
> sebisa saya, saya bela.
>
> Anggota PKI, Fatwa, Megawati.
>
k.sikap anda inilah yang aya tiru,begitu ada "penindasan" terhadap KKG dan
Megawati,saya harus membelanya meskipun saya bukan pendukung mereka.
> Setiap kali saya melihat ada kekeliruan dan kesalahan orang lain
> saya tunjukkan belaka, termasuk kesalahan sahabat-sahabat saya.
>
> Semua, tanpa pilih bulu.
k.sikap orang sosialis yang patut dipuji.
> Dan ini yang tidak mudah dimengerti oleh kebanyakan orang
> Indonesia yang 'bijaksana': karena adalah bahagian dari
> kebijaksanaan yang diajarkan kepada kita untuk hipokrit; kita
> diajar untuk memicingkan mata bila tiba dimata, mengempiskan perut
> bila tiba diperut.
>
> Tidak berarti saya netral, saya punya preferensi.
>
> Saya menginginkan masyarakat sama rasa dan sama rata, seperti yang
> sedang dibangun orang di Eropa sekarang ini.
>
> Saya menginginkan masyarakat bebas, seperti yang sedang dibangun
> orang di Eropa sekarang.
>
> Dan preferensi saya terhadap kelompok atau partai di Indonesia
> adalah kelompok yang, menurut hemat saya, bergiat kearah itu.
>
> Dan PDI Perjuangan tidak punya program kearah itu.
>
k.Saya kok merasa ada ganjalan pribadi anda dengan PDI perjuangan,sehingga
anda apriori.
Sepengetahuan saya Justru PDI perjuangan memperjuangkan
Kemerdekaan,Keadilan,kebebasan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh
rakyat Indonesia,tetapi anda merasa PDI perjuangan tidak mempunyai program
tersebut.
Pernah melihat/mendengar rekaman pidato tokoh2 PDI perjuangan apa nggak fiq?.
Salam yang diteriakan pertama2 adalah pekik MERDEKA!.
> Kecerdasanpun mereka tidak punya!
k.saya tidak mengerti tolok ukur kecerdasan yang anda pakai fiq,jadi saya
hanya bisa numpang percaya bahwa anda lebih cerdas dibandingkan dengan
semua orang2 PDI perjuangan sesuai dengan tolok ukur yang sampeyan pakai.
>kresno.
>
>Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=
>======================================
>
>
>