Date sent:              Mon, 1 Mar 1999 10:22:43 -0600 (CST)
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
From:                   kresno <[EMAIL PROTECTED]>
To:                     Multiple recipients of list <diskusi-
[EMAIL PROTECTED]>
Subject:                Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.

> At 07:31 01/03/99 -0600, you wrote:
> >Date sent:           Mon, 1 Mar 1999 06:35:51 -0600 (CST)
> >Send reply to:       [EMAIL PROTECTED]
> >From:                kresno <[EMAIL PROTECTED]>
> >To:                  Multiple recipients of list
> ><[EMAIL PROTECTED]> Subject:             Re: (Fwd) KKG yang tidak
> >punya harga diri - Part 2.
> >
> >> >Date: Sun, 28 Feb 1999 22:52:05 +0700
> >> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >> >From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
> >> >In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >
> >> >At 17:25 27/02/99 -0600, you wrote:
> >> >>Date sent:       Sat, 27 Feb 1999 08:56:57 -0600 (CST)
> >> >>Send reply to:   [EMAIL PROTECTED]
> >> >>From:            "King JoJon" <[EMAIL PROTECTED]>
> >> >>To:              Multiple recipients of list
> >> >><[EMAIL PROTECTED]> Subject:         Re: (Fwd) KKG yang
> >> >>tidak punya harga diri - Part 2.
> >> >>
> >> >>dihapus
> >
> >
> >    Ada yang tidak anda maklumi:  saya - dalam berpolitik -
> >    mempertahankan prinsip, mempertahan moral yang saya jadikan prinsip
> >    dan bukan kekuasaan atau kelompok atau teman. 
> >

    Lama saya berfikir mencari dimana letak perbedaan sudut pandang
    anda dan saya. 

    Inilah kesimpulan saya: 

    Saya bertitik tolak bahwa politisi itu, orang (yang ingin ikut)
    mengurus negara itu adalah manusia (yang ingin ikut jadi) orang
    gajian penduduk negeri yang bersangkutan. 

    Politisi itu adalah pegawai penduduk negeri itu. 

    Oleh karena itu politisi itu kudu dikontrol, kudu digerecoki oleh
    orang yang mengajinya, yaitu penduduk negeri itu. 

    Politisi itulah yang kudu berusaha untuk mengerti apa maunya
    penduduk negeri itu, agar dia bisa melakukan tugasnya sebagai
    pegawai, sebagai orang suruhan penduduk negeri itu. 

    Dan bukan sebaliknya 

    Mereka kudu mendengarkan apa maunya penduduk negeri itu, atau
    bahagian penduduk yang berusaha mereka wakili. 

    Dan merekalah yang harus selalu berusaha untuk memberikan
    pertanggungan jawab kepada penduduk negeri itu atas tiap omongan
    dan langkahnya; merekalah yang kudu  menjelaskan sejelas-jelasnya
    apa yang dipikirkannya, apa yang direncanakannya kepada penduduk
    negeri itu. 

    Jadi, tiap omongan, tiap tindakan politisi itu kudu dijadikan
    objek scrutiny penduduk negeri itu. 

    Politisi itu kudu mempertanggung jawabkan tiap omongan, tiap
    tindakannya. 

    Sekali lagi: mereka itu adalah orang gajian, pegawai pnduduk
    negeri itu. 

    Dan bukan sebaliknya. 

    Dan karuan, saya juga, dari posisi saya sekarang ini berusaha
    untuk melihat kekurangan, kebodohan dan kebiadaban politisi itu. 

    Setiap omongan mereka, setiap langkah mereka, setiap kealpaan
    mereka saya jadikan obyek scrutiny.

    Dan kita disini - diberbagfai milis ini - juga untuk melakukan
    scrutiny itu. 

    Ini semua adalah kebiasaan demokratik. 

    Anda kadang-kadang bukannya menuntut kejelasan dari para politisi
    tapi berusaha untuk memaklumi ketidak jelasan mereka. 

    Atau anda beri mereka benefits of the doubt. 

    Anda bersikap sebagaimana layaknya seorang Indonsia yang bijaksana:
    berusaha memahami dan memaklumi kekurangan dan ketidak jelasan
    politisi itu. 

    Anda tidak selalu mendesak mereka untuk memberikan pertanggung
    jawab atas omongan mereka, atas kebodohan dan kealpaan mereka. 

    Akibatnya, titik pandang anda dan titik pandang saya, kesimpulan
    anda dan kesimpulan saya sering berselisih jalan. 

=======================================

> k.saya memaklumi anda sebagai aktivis NGO,tetapi sayangnya anda tidak mau
> memaklumi pilihan orang dalam berpolitik. Apakah alasannya anda,KKG dan
> Megawati tidak berprinsip?. Mereka harus2 bertanggung jawab terhadap
> partainya,jadi dalam kapasitasnya sebagai anggauta DPP PDI wajar kalau
> mereka tidak bisa sembrono. Ini adalah konsekwensi logis yang harus mereka
> pikul karena berpolitik dengan jalan berorganisasi politik.
>

    Mereka, antara lain,  kudu bertanggung jawab terhadap kematian
    pengikut Megawati tinggal 27 Juli. 

    Mereka kudu menuntut keadilan bagi mereka.

    Dan ini tidak mereka lakukan! 
 
> >    Dan salah satu moral yang saya pertahankan itu adalah
> >    kejujuran, kejujuran kepada diri sendiri, kejujuran terhadap orang
> >    lain.
> >
> k.sikap yang sangat terpuji,salut untuk sampeyan fiq.
> 
> 
> >    Dan, ya, ini pengaruh moral calvinis yang saya contoh dari orang
> >    Belanda: kerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya, artinya saya berusaha
> >    untuk bersikap sebagai perfektionis. 
> >
> k.apakah semua orang harus menganut Calivinisme?.
> Apakah KKG dan Megawati harus tahu bahwa Jusfiq sudah melakukan
> pekerjaannya dengan baik dan perfek?.apa sih tolok ukurnya fiq?.
> Bagaimana anda tahu bahwa KKG dan Mega tidak mengerjakan PR nya dengan
> baik?.
>

    Calvinis atau bukan, saya tuntut dari tiap politikus dan politika
    untuk bertanggung jawab terhadap semua omongan dan tingkah laku
    mereka. 

    Saya tuntut kejelasan omongan dan langkah mereka! 

    Saya tuntut pertanggungan jawab tiap omongan dan langkah mereka dan
    saya tuding kealpaan mereka. 

> >    Dari posisi itu, saya berada diposisi moral yang mengizinkan
> saya > >    untuk menyatakan pendapat terhadap kesalahan dan kealpaan
> orang lain. > >    > > > > Siapa yang bisa berkata bahwa saya
> sembrono dalam menyatakan > > pendapat? > > > >    Tidak banyak
> orang jujur yang bisa berkata demikian terhadap saya, > >    karena
> sebelum menyatakan pndapat saya kerjakan dulu pekerjaan yang > >   
> kudu dikerjakan: memahami masaalah yang saya bicarakan. > > > >   
> Untuk ngomong tentang al-Qur'an saya baca setumpuk buku tentang > >  
>  agama Islam yang sekarang lagi berserakan dikamar saya. > > > >   
> Untuk ngomong tentang ham, tentang demokrasi tahunan saya pelajari >
> >   masaalahnya dengan mendalam.

> k.Lalu untuk ngomong tentang  KKG dan Megawati anda juga > sudah
> mendalami > mengenai mereka?. Suara  dan jalan pikiran mereka baru
> setelah Soeharto > lengser saja  beberapa dimuat,sebelumnya jangan
> harap ada media yang berani  memuatnya. Justru karena itu banyak
> sekali orang "luar"yang tidak  memahami  dan mengerti perjuangan
> dan pikiran2 mereka. Wajar sih kalau anda  sepertinya
> apriori,tidak kenal ya tidak sayang.    

    Kalau mereka tidak berhasil menjelaskan 'perjuangan dan pikiran'
    mereka maka yang salah adalah mereka dan bukan saya! 

    Tapi kan anda dan saya tahu bahwa mereka itu geblek nian dan
    tukang bohong? 

    Bayangkan, KKG bilang bahwa dia tidak tahu apa yang terjadi di
    Timor-Timur selama ini! 

    Taik onta bukan? 

> 
> >    Ok, salah ketik, terjadi juga, seperti salah ketik nama Sirait dan
> >    nama Siagian ini, tapi salah argumen, salah logika, jarang nian. 
> >
> >    Tapi salah analis, jarang nian terjadi! 
> 
> k. dasar analisa adalah berdasarkan data,kalau datanya tidak ada entah
> darimana anda bisa menganalisa mengenai mereka dengan akurat?.
>


    Absennya data adalah juga kenyataan!

    Tapi ngomong-ngomong, ocehan taik kucing mengenai Timor-Timur,
    mengenai Aceh dll. apakah ini bukan fakta? 

    Dan begitu banyak sudah omongan, langkah yang mereka ambil dan
    kealpaan mereka yang telah bisa dijadikan obyek scrutiny. 

    Dan inilah yang saya lakukan. 
 
> >
> >    Karuan susah buat orang untuk membantah argumen saya. 
> >
> >    Lalu, siapa diantara orang jujur yang bisa berkata bahwa saya
> >    hipokkrit? 
> >
> >    Susah untuk menunjukkan bahwa saya hipokrit, karena saya berusaha
> >    betul untuk konsisten! 
> 
> k.Saya tidak merasa anda hipokrit/munafik lho fiq,tetapi saya merasa ada
> tidak adil dalam menilai,dan rasanya konsisten beda ya fiq dengan ngotot?.

    Selama belum ada orang yang bisa meyakinkan saya bahwa saya salah -
    dengan argumen dan fakta pendukung - saya akan tetap memegang
    kesimpulan saya. 

> > >    Dan - sesuai dengan moral calvinis -: tangan mencincang bahu >   
> memikul. > >    Saya tanggungkan resiko dari pendirian saya: sebagai
> konsekwensi >    pilihan saya untuk menjadi pegiat ham, saya (bersama
> sobat saya >    Liem) kudu mengganti kewarganegaraan saya, saya tidak
> boleh pulang >    ke Indonesia dan  saya tinggalkan karier akademis saya
> di >    Perancis. > >    Saya berusaha untuk konsisten. > >    Coherent,
> kata orang Perancis 
> 
> k.saya anggap pelepasan WNI anda sebagai pengorbanan dan ini sangat saya
> hormati,karena saya mengenal sampeyan sudah empat tahunan lewat tulisan2
> anda. Tetapi bagi orang yang tidak kenal anda apakah berhak menuduh anda
> sebagai pengecut, takut masuk bui,atau menganggap anda sebagai pengkhianat
> karena ganti warga negara?. Tentunya anda tidak bisa terima kan mas
> Jusfiq?. J


    Dan saya tunjukkan tiap kali kesalahan mereka. 

    Emang capek juga sih tiap kali ada lagi New Webbies yang ngasih
    pelajaran etiket keraton Solo atau Jogya, atau tata cara berbicara
    yang baik dll. 

    Atau kudu diterangin tiap kali bahwa Karl Marx itu adalah pemikir
    dan bukan Nabi. 

    Tapi ini adalah rule of the game di cybespace ini.

> J adi tidak kenal,tidak sayang. lain dong seperti rekan2 DS dan
> apakabar yang lama,mungkin akan sakit "flu" kalau anda hilang dari millis.
>

    Ah, tidak ada orang yang indespensable didunia ini! 

    Tapi terima kasih atas kompliment anda. 

> 
> >
> >    Satu yang kudu anda ingat: demokrasi itu hanya bisa ditegakkan,
> >    keadilan itu hanya bisa ditegakkan dengan konsistensi masing-masing
> >    kita kepada moral pribadi yang masing-masing kita pertahankan. 
> >
> >    Demokrasi dan ham tidak bisa ditegakkan dengan hipokrisi. 
> >
> >    Kesalahan kita orang Indonesia, kelemahan kita orang Indoneia
> >    adalah, karena kita diajar 'bijaksana', kita terbiasa pindah
> >    prinsip tiap kesempatan menghendaki kita pindah prinsip - demi
> >    'keberhasilan', demi tipuan. 
> >
> >    Tanpa penjelasan, tanpa pertanggungan jawab. 
> >
> >    Dan menipu dan berbohong tidak kita anggap sebagai kesalahan. 
> >
> >    Orang yang bisa bohong adalah orang pinter. 
> 
> k.Prinsip apakah bisa disamakan dengan cara fiq?.
> Anda sih terlalu under estimate terhadap orang Indonesia,anda telah
> membuat stereotype Indonesia yang salah,tidak semua orang Indonesia
> gampang untuk pindah prinsip,penipu dan pembohong. Sebagai demokrat dan
> pembela HAM sikap anda sangat paradoks.
>


    Untung nggak semua orang Indonesia suka pindah prinsip dll. 

    Kalau semua - dan bila semua akan tetap begitu - saya angguran
    berenti aja dah nulis di Internet dan mulai merealisir impian
    kami: naik sepeda dari Rotterdam hingga Shanghai .... 

    Tapi apa yang saya katakan itu adalah apa yang disebut oleh
    ethnolog Prancis traits culturels - ciri budaya. 

    Dan mudah di cek kok! 

    Berapa banyak pendukung Soeharto yang tiba-tiba mengaku mereka
    adalah reformis dan tidak ada yagn merasa aneh? 

> 
> >   
> >    Agar anda ingat: pada saat terjadi penindasan, siapapun korbannya,
> >    sebisa saya, saya bela. 
> >
> >    Anggota PKI, Fatwa, Megawati. 
> >
> k.sikap anda inilah yang aya tiru,begitu ada "penindasan" terhadap KKG dan
> Megawati,saya harus membelanya meskipun saya bukan pendukung mereka.
> 
> >    Setiap kali saya melihat ada kekeliruan dan kesalahan orang lain saya
> >    tunjukkan belaka, termasuk kesalahan sahabat-sahabat saya. 
> >
> >    Semua, tanpa pilih bulu. 
> 
> k.sikap orang sosialis yang patut dipuji.
>

    Ah, ini sikap orang sosialis? 

    Tapi saya memang punya kecondongan sosialistis! 

    Saya pengen tiap orang punya kesempatan yang sama untuk menikmati
    kebebasan dan kemajuan peradaban material sekarang ini.

    Dan ini memang pikiran sosialistis abad ke XIX yang masih perlu
    direalisir dimana-mana. 

    Di Eropa juga masih banyak sektor penduduk yang belum punya
    kesempatan yang sama. 

> >    Dan ini yang tidak mudah dimengerti oleh kebanyakan orang
> >    Indonesia yang 'bijaksana': karena adalah bahagian dari
> >    kebijaksanaan yang diajarkan kepada kita untuk hipokrit; kita
> >    diajar untuk memicingkan mata bila tiba dimata, mengempiskan perut
> >    bila tiba diperut. 
> >
> >    Tidak berarti saya netral, saya punya preferensi.
> >
> >    Saya menginginkan masyarakat sama rasa dan sama rata, seperti yang
> >    sedang dibangun orang di Eropa sekarang ini.
> >
> >    Saya menginginkan masyarakat bebas, seperti yang sedang dibangun
> >    orang di Eropa sekarang. 
> >
> >    Dan preferensi saya terhadap kelompok atau partai di Indonesia
> >    adalah kelompok yang, menurut hemat saya, bergiat kearah itu. 
> >
> >    Dan PDI Perjuangan tidak punya program kearah itu. 
> >
> k.Saya kok merasa ada ganjalan pribadi anda dengan PDI perjuangan,sehingga
> anda apriori. Sepengetahuan saya Justru PDI perjuangan memperjuangkan
> Kemerdekaan,Keadilan,kebebasan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh
> rakyat Indonesia,tetapi anda merasa PDI perjuangan tidak mempunyai program
> tersebut. Pernah melihat/mendengar rekaman pidato tokoh2 PDI perjuangan
> apa nggak fiq?. Salam yang diteriakan pertama2 adalah pekik MERDEKA!.
>

    Merdeka! 

    Yang merdeka itu umumnya negara! 

    Dan bukan kebebasan! 

    Dan yang bebas itu biasanya  manusia! 
 
> >    Kecerdasanpun mereka tidak punya!
> 
> k.saya tidak mengerti tolok ukur kecerdasan yang anda pakai fiq,jadi saya
> hanya bisa numpang percaya bahwa  anda lebih cerdas dibandingkan dengan
> semua orang2 PDI perjuangan sesuai dengan tolok ukur yang sampeyan pakai.
>

    Menurut mendiang Buya saya saya nggak cerdas, tapi saya dilatihnya
    buat memakai otak buat berfikir. 


> 
> >kresno.




Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo                                             =
======================================

Kirim email ke