>Date: Fri, 05 Mar 1999 09:13:56 +0700
>To: [EMAIL PROTECTED]
>From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
>
>At 07:31 02/03/99 -0600, you wrote:
>>Date sent: Mon, 1 Mar 1999 10:22:43 -0600 (CST)
>>Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
>>From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: Multiple recipients of list <diskusi-
>>[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>>
>>> At 07:31 01/03/99 -0600, you wrote:
>>> >Date sent: Mon, 1 Mar 1999 06:35:51 -0600 (CST)
>>> >Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
>>> >From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>>> >To: Multiple recipients of list
>>> ><[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak
>>> >punya harga diri - Part 2.
>>> >
>>> >> >Date: Sun, 28 Feb 1999 22:52:05 +0700
>>> >> >To: [EMAIL PROTECTED]
>>> >> >From: kresno <[EMAIL PROTECTED]>
>>> >> >Subject: Re: (Fwd) KKG yang tidak punya harga diri - Part 2.
>>> >> >In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>> >> >
>>> >> >At 17:25 27/02/99 -0600, you wrote:
>>> >> >>Date sent: Sat, 27 Feb 1999 08:56:57 -0600 (CST)
>>> >> >>Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
>>> >> >>From: "King JoJon" <[EMAIL PROTECTED]>
>>> >> >>To: Multiple recipients of list
>>> >> >><[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: (Fwd) KKG yang
>>> >> >>tidak punya harga diri - Part 2.
>>> >> >>
>>> >> >>dihapus
>>> >
>>> >
>>> > Ada yang tidak anda maklumi: saya - dalam berpolitik -
>>> > mempertahankan prinsip, mempertahan moral yang saya jadikan prinsip
>>> > dan bukan kekuasaan atau kelompok atau teman.
>>> >
>>
>> Lama saya berfikir mencari dimana letak perbedaan sudut pandang
>> anda dan saya.
>>
>> Inilah kesimpulan saya:
>>
>> Saya bertitik tolak bahwa politisi itu, orang (yang ingin ikut)
>> mengurus negara itu adalah manusia (yang ingin ikut jadi) orang
>> gajian penduduk negeri yang bersangkutan.
>>
>> Politisi itu adalah pegawai penduduk negeri itu.
>>
>k.bagus sekali!,cara anda memilah "perbedaan" kita ini akan mempermudah
masing2 kita untuk menyamakan pendapat dan masing2 menyadari perbedaan
pendapat diantara kita.
>-Saya membagi politisi menjadi 2:yaitu politikus bebas dan politikus praktis.
>Kriteria Politikus bebas adalah: siapa saja yang berbuat seuatu untuk
kebaikan bersama,pemikirannya tidak langsung mempengaruhi/mewakili
kebijaksanaan pemerintah.
>Politikus praktis adalah siapa saja yang sudah masuk kedalam
sistem[pemerintahan]dan pendapatnya kita anggap langsung
mempengaruhi/mewakili kebijaksanaan pemerintah.
>
>> Oleh karena itu politisi itu kudu dikontrol, kudu digerecoki oleh
>> orang yang mengajinya, yaitu penduduk negeri itu.
>k.yang harus kita kontrol adalah yang sudah masuk dalam sistem,dan yang
sudah memakan gaji rakyat seperti anggauta parlemen dan kabinet.
>terutama tanggung jawabnya pada janji2nya sehingga kita memilihnya sebagai
'karyawan'rakyat.
>>
>> Politisi itulah yang kudu berusaha untuk mengerti apa maunya
>> penduduk negeri itu, agar dia bisa melakukan tugasnya sebagai
>> pegawai, sebagai orang suruhan penduduk negeri itu.
>>
>> Dan bukan sebaliknya
>>
>> Mereka kudu mendengarkan apa maunya penduduk negeri itu, atau
>> bahagian penduduk yang berusaha mereka wakili.
>>
>> Dan merekalah yang harus selalu berusaha untuk memberikan
>> pertanggungan jawab kepada penduduk negeri itu atas tiap omongan
>> dan langkahnya; merekalah yang kudu menjelaskan sejelas-jelasnya
>> apa yang dipikirkannya, apa yang direncanakannya kepada penduduk
>> negeri itu.
>>
>> Jadi, tiap omongan, tiap tindakan politisi itu kudu dijadikan
>> objek scrutiny penduduk negeri itu.
>
>k.berlaku bagi politisi yang sudah masuk dalam katagori politikus praktis.
>
>>
>> Politisi itu kudu mempertanggung jawabkan tiap omongan, tiap
>> tindakannya.
>>
>> Sekali lagi: mereka itu adalah orang gajian, pegawai pnduduk
>> negeri itu.
>>
>> Dan bukan sebaliknya.
>>
>k.harus memilahnya dahulu,ingat tentang kriteria diatas!.
>
>> Dan karuan, saya juga, dari posisi saya sekarang ini berusaha
>> untuk melihat kekurangan, kebodohan dan kebiadaban politisi itu.
>>
>> Setiap omongan mereka, setiap langkah mereka, setiap kealpaan
>> mereka saya jadikan obyek scrutiny.
>>
>> Dan kita disini - diberbagfai milis ini - juga untuk melakukan
>> scrutiny itu.
>>
>> Ini semua adalah kebiasaan demokratik.
>>
>k.jangan "Menuhankan" demokratie demi alasan pembenaran untuk
memperlakukan ketidak adilan pada SEMUA politikus.
>Karena hak scrutiny kita hanya berlaku untuk praktis politikus,bukan
berlaku pada semua politikus sesuai jiwa demokrasi.
>Bila hal ini kita lakukan terus, berarti kita telah mematikan langkah
politikus bersangkutan untuk mengembangkan pemikirannya dan menjalankan
strategi politiknya.
>[saya menilai langkah politisi dalam 2 aspek yaitu strategi dan etika
berpolitik].
>Bagi yang diluar sistem seharusnya "diberikan" kebebasan sebebas2nya untuk
mereka mengekpresikan paham2 politiknya,termasuk yang berkaitan dengan
strateginya untuk menarik simpati masyarakat,tetapi saya akan
"menentangnya" bila mereka melanggar etika politik,misalnya setelah posisi
mereka berubah menjadi praktis politisi,semua paham yang telah
disosialisasikannya dilanggarnya demi mempertahankan kedudukannya.
>Misalnya KKG/Megawati setelah berkuasa memperlakukan rakyat TimTim,Aceh
dll tidak sesuai dengan janji2 politiknya;atau tidak memberikan
keadilan,kebebasan dan kemakmuran rakyat tanpa membeda2kan.
>
>> Anda kadang-kadang bukannya menuntut kejelasan dari para politisi
>> tapi berusaha untuk memaklumi ketidak jelasan mereka.
>>
>> Atau anda beri mereka benefits of the doubt.
>>
>> Anda bersikap sebagaimana layaknya seorang Indonsia yang bijaksana:
>> berusaha memahami dan memaklumi kekurangan dan ketidak jelasan
>> politisi itu.
>>
>> Anda tidak selalu mendesak mereka untuk memberikan pertanggung
>> jawab atas omongan mereka, atas kebodohan dan kealpaan mereka.
>>
>> Akibatnya, titik pandang anda dan titik pandang saya, kesimpulan
>> anda dan kesimpulan saya sering berselisih jalan.
>>
>k.semua karena seperti alasan saya diatas.
>Dan yang terpenting adalah komitmen mas Jusfiq,tentunya selamanya kita
akan tetap memposisikan diri sebagai oposan bagi penguasa,siapapun yang
berkuasa.
>Jadi bila KKG/Megawati menjadi penguasa,sayapun akan tetap menjadi
"oposisi"mereka, sesuai dengan dataran politik pilihan kita yaitu NGO yang
non partisan.
>
>Kesimpulannya:saya tidak setuju dengan semangat ABG[asal bukan golkar]dan
PPM[pokoknya PRD menang] dan semangat2 diskriminasi politik sejenisnya.
>Termasuk semangat otoriterisme politik yang sampeyan kembangkan,membantai
siapa saja yang tidak se aras dengan sampeyan!.
>Karena non partisan tidak elok menjalankan strateginya praktis
politisi,yang sah2 saja menghantam musuh2nya dengan "menindas"lawan2nya
dalam mengembangkan pemikirannya.
>Sedangkan diaras demokrasi sangat tabu menindas politikus lainnya.
>Saya hanya akan berpihak pada siapa saja yang membela/memperjuangkan nasib
rakyat dengan politik tanggung jawab,bukan politikus prinsip yang menganut
asas pokoke!.
>
>Mudah2an penjelasan ini bisa merubah pandangan sampeyan
mengenai"KEBIJAKSANAAN"rakyat Indonesia.
>[sinisme ala Jusfiq:orang Indonesia yang bijaksana].
>
>
>
>>=======================================
>dihapus
>>
>>
>salam
>kresno
>
>>> >kresno.
>>
>>
>>
>>
>>Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=
>>======================================
>>
>>
>>