To:                     [EMAIL PROTECTED]
From:                   "Achmad Fauzi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent:              Fri, 04 Aug 2000 05:51:23 -0000
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
Subject:                [proletar] Laki pakai anting?

>  Sdr sdrku - janganlah memakai anting dan cincin emas
> 
> Anting-anting dan Tukar Cincin
>


    Jelas bukan? 

    Yang pertama-tama akan menjadi korban syaria'h itu adalah orang
    Islam sendiri. 

    Laki-laki pake cincin nggak boleh, nyukur jenggot bakal nggak
    boleh, tv bakal dilarang, laki-laki sepak bola kudu pake jubah -
    dan bukan dari kain sutra - dll. 

    "Selendang sutra... 

    Tanda mata dari mu.... 

    Telah ku trima..."

    Lagu ini juga bakal haram. 

    Kalo JD nyang bilang kan bakal ada yang bakal nyelutuk, Yah JD
    bukan orang Islam jadi nggak tahu apa aturan agam�aIslam itu. 

    Sekarang yang bilang Achmad Fauzi: apakah Daffa, Choco, Juworo,
    Amien Abbas dll.akan bisa bantah? 

 
> Salam sejahtera kami sampaikan kepada Ustadz yang senantiasa menjawab 
> pertanyaan-pertanyaan konsultasi di majalah Sahid. Dengan surat ini 
> kami berharap Ustadz berkenan untuk menjawab pertanyaan saya sebagai 
> berikut: 
> 
> 1. Apakah hukumnya seorang lelaki menindik telinganya dan apakah 
> hukumnya apabila ia memakai perhiasan anting-anting emas di 
> telinganya? 
> 
> 2. Bagaimana pendapat Ustadz tentang orang muslim yang akan menikah 
> dan mengadakan tukar cincin. Bolehkah seorang lelaki memakai cincin 
> (emas) dan bagaimana hukumnya? 
> 
> Dengan pertanyaan ini saya berharap bisa menyelesaiakan sebagian dari 
> persoalan pribadi saya dan sebagian masyarakat khalayak. Terima 
> kasih. 
> 
> Jm di Magetan 
> 
> Jawaban: 
> 
> Allah menciptakan alam ini berpasang-pasangan. Ada siang, ada juga 
> malam. Allah menicptakan matahari dipasangkan dengan bulan. 
> Menciptakan lelaki juga perempuan. Semua itu mengandung hikmah yang 
> sangat besar. 
> 
> Masing-masing jenis mempunyai karakter, watak dan sifat yang berbeda, 
> selain bentuk fisiknya yang tidak sama. Perbedaan ini membawa 
> konsekuensi, yaitu perbedaan fungsi dan perannya. Dengan begitu 
> antara satu dengan yang lainnya bisa saling melengkapi dan saling 
> menyempurnakan, karena masing-masing saling membutuhkan. 
> 
> Demikian pula halnya dengan lelaki dan perempuan, keduanya dimuliakan 
> Allah dalam derajat yang sama. Hanya saja keduanya mempunyai fungsi 
> dan peran yang berbeda. Perbedaan ini harus dipelihara agar kehidupan 
> ini tetap seimbang dan harmonis. Allah menegaskan perbedaan antara 
> pria dan wanita agar tidak terjadi pengaburan identitasnya. Allah 
> berfirman: "Dan tidaklah sama antara lelaki dengan perempuan." (QS. 
> Ali Imraan: 36) 
> 
> Oleh karenanya lelaki harus tetap dengan tabiat dan kodrat kelaki-
> lakiannya. Demikian pula kaum perempuan. Masing-masing harus tetap 
> memelihara perbedaan seksualitasnya, baik dalam penampilan, cara 
> berpakaian, gaya bicara, dan dalam segala amal perbuatan. Lelaki 
> menyerupai perempuan diharamkan, demikian pula sebaliknya. 
> 
> Telah berkata Anas, "Rasulullah pernah melaknat laki-laki yang 
> bergaya sebagai perempuan dan perempuan yang bergaya seperti laki-
> laki." (HR. Ahmad dan Bukhari) Penyerupaan atau dalam bahasa Islam 
> disebut tasabbuh ini mutlak dilarang, baik dalam gaya penampilan 
> maupun dalam berpakaian. Pakaian yang biasanya khas digunakan lelaki 
> tidak diperkenankan dipakai oleh perempuan. Demikian juga sebaliknya. 
> 
> Telah berkata Ibnu Abbas, "Sesungguhnya seorang perempuan pernah 
> lewat di depan Rasulullah dengan berselimpang panah, maka Rasulullah 
> bersabda, 'Allah telah melaknat perempuan yang menyerupai lelaki dan 
> lelaki yang menyerupai perempuan.'" (HR. Thabrani) 
> 
> Hadits ini diperkuat lagi dengan hadits dari Abu Hurairah. Ia 
> berkata, "Rasulullah telah melaknat laki-laki yang memakai pakaian 
> perempuan dan perempuan yang memakai pakaian lelaki." (HR. Abu Daud) 
> 
> Menindik dan memakai perhiasan di telinga itu merupakan perhiasan 
> khas bagi kaum wanita. Oleh karenanya haram hukumnya bagi lelaki 
> memakai perhiasan seperti ini. 
> 
> ++++++++++++++++++++++++++++penting ====================
> Tentang pakain dan perhiasan lain yang dilarang dipakai kaum lelaki 
> adalah sutera dan emas. Keduanya tidak boleh dikenakan. Rasulullah 
> pernah mendapati seorang sahabat memakai cincin emas, lalu diambilnya 
> kemudian diletakkan. Selanjutnya beliau bersabda, "Salah seorang di 
> antara kamu mengambil bara neraka dan meletakkan di tangannya sendiri 
> (jari-jari tangannya)." 
> 
> +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> Di kesempatan yang lain, menurut penuturan Ali bin Abi Thalib, 
> Rasulullah menggenggam kain sutera di tangan kanannya dan emas di 
> tangan kirinya, lalu beliau bersabda, "Haram bagi lelaki dari ummatku 
> memakai keduanya ini." Adapun sutera yang tidak murni lagi, artinya 
> bercampur lebih 50% dengan kain biasa, sebagian ulama memperbolehkan 
> untuk dikenakan. 
> 
> Tentang tukar cincin dalam masa pertunangan sama sekali tidak diatur 
> oleh Islam. Hal itu merupakan tradisi Barat yang banyak ditiru oleh 
> orang kebanyakan. Islam tidak mengenal pertunangan atau pacaran, 
> demikian juga Islam tidak mengenal tukar cincin. 
> 
> Walaupun demikian Islam tidak melarang tradisi Barat ini seratus 
> persen. Artinya jika pemberian cincin itu semata-mata diniatkan 
> sebagai hadiah, dan di dalam pemberiannya tidak dilakukan dengan 
> upacara yang menyimpang dari tradisi agama, maka hal itu boleh-boleh 
> saja. Pemberian hadiah cincin ini sama dengan pemberian hadiah 
> lainnya. 
> 
>   
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------<e|-
> GET A NEXTCARD VISA, in 30 seconds!  Get rates
> of 2.9% Intro or 9.9% Ongoing APR* and no annual fee!
> Apply NOW!
> http://click.egroups.com/1/7872/0/_/8509/_/965368290/
> --------------------------------------------------------------------|e>-
> 
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
> List owner  :  [EMAIL PROTECTED]


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================

* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan, 
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan

* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista


Kirim email ke