To:                     <[EMAIL PROTECTED]>
From:                   "Gu Yo-Nan" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent:              Fri, 4 Aug 2000 19:12:33 -0500
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
Subject:                Re: [proletar] Re: Problem with muslim

> >From: Waitatiri - - <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [proletar] Re: Problem with muslim
> 
> 
> > Bung Ferli ...
> > saya lama-lama juga kasihan sama anda .....
> 
> Tidak fair, sebenarnya, memojokkan pribadi-pribadi Muslim. Karena memang bukan
> tanggung-jawab mereka.
> 


    Lalu tanggung jawab siapa? 

    Lalu otak itu dikasih buat apa? 

    Buat pajangan doang? 

    Atau - dan ini yang terjadi dengan sebahagian besar orang islam
    - untuk ditaruh dipantat? 

    Tiap-tiap kita bertangung jawab terhadap pikiran yang kita
    pertahankan, kalo nggak ya udah nggak usah diskusi, nggak usah
    bertukra pendapat. 

> Sama dengan misalnya kalau saya, hanya karena warganegara Indonesia, dipojokkan
> orang atas apa yang terjadi di Ambon. Jelas bukan tanggung-jawab saya. Saya
> tidak tahu menahu bagaimana kok bisa terjadi, dan bagaimana mengatasinya.
> Tapi karena saya orang Indonesia, ya terpaksa saya mencari-cari excuse dan
> membuat apologia sebisa saya.
>

    Ya tidak jujur, ya munafik! 

    Tiba diperut perut jangan dikempiskan, tiba dimata, mata
    jangan diicingkan. 


> > saya jadi berpikir, yg perlu diredefinisi adalah Islam sebagai agama ataukah
> orang-orang Islam ?
> 
> Good question !
> 
> Persisnya di mana problemnya dengan Islam itu belum 100% tertunjuk.
> 
> Dan dalam kalangan internal umat Islam sendiri, lebih enggan lagi mereka menitik
> problema itu di mana.
> 
> Sama dengan masalah Ambon. Persisnya di mana sumber problemnya belum jelas
> tertitik, yang ada cuma kecurigaan-kecurigaan, sehingga persisnya bagaimana
> solusinya, tidak ada dari kita yang tahu.
> 
> Bagi saya, yang non-muslim, tampaknya problema itu terletak pada paranoia yang
> merebak di kalangan umat Islam. Umat Islam di mana-mana penuh dengan kecurigaan
> bahwa semua orang non-Islam di seluruh dunia ini sedang berusaha untuk
> menghabiskan mereka.
>


    Ya memang, apa yang saya sebut di apakabar delirium paranoida. 

    Islam terancama dimana-mana, ada bahaya kristenisasi, pada hal
    Islam berkembang di Eropa dan mesjid tumbuh kayak jamur dimusim
    hujan di Eropa. 

    Islam misunderstood, islamophobia, pers Barat anti Islam dan
    tulisan Huttington dijadikan argumen untuk membuktikan Barat itu
    anti-Islam. 

    Dan Perang Salib, Inkuisisi masih diungkit-ungkiit kendatipun
    Paus sudah menyatakan bahwa gereja katolik menganggap semua itu
    sebagai kesalahan dan meminta maaf dan mengulurkan tangan untuk
    dialog - dan itupun dianggap sebagai bukti keculasan agama
    Nasrani. 

    Sickening dan mereka itu sakit jiwa semua.

    Inilah masaalahya: orang Islam itu kebanyakn sedang sakit jiwa. 

    Ya, disinilah orang Islam berada, disinilah dunia Islam
    berada,disinilah ajaran Islam berada, disinilah budaya Islam
    berada. 

    They are all sick and sickening! 

    Sickening? 

    Dangerous! 


Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================

* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan, 
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan

* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista


Kirim email ke