To:                     <[EMAIL PROTECTED]>
From:                   "Gu Yo-Nan" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent:              Sun, 6 Aug 2000 21:25:21 -0500
Send reply to:          [EMAIL PROTECTED]
Subject:                [proletar] Islam dan Suku Terpencil di Papua

> 
> Apa esensi Al Qur'an tentang jilbab ?? Yaitu untuk mencegah
> timbulnya hawa nafsu yang tidak senonoh. Itu bagus-bagus saja.


    Pertama: apa salahya ngaceng ngelihat perempuan? 

    Dan kedua, seperti saya bilang, saya ngelihat nama perempuan di
    mailing list ini juga suka ngaceng atau kalau saya dengan suara
    perempuan di radio! 

    Apa lagi ngelihat puser, paha atau ketiak yang berbulu atau
    pantat perempuan. 

    Dan saya rasa rata-rata laki-laki juga begitu. 

    Kedua: kenapa hanya ngeceng laki-laki yang di masaalahkan,
    ngaceng perempuan ngak demasaalahkan? 

    Kenapa laki-laki di diskriminasi, sedangkan  perempuan diberi
    kesempatan ngaceng sambil menikmati pandangan otot laki-laki? 

> Dan
> marilah itu saja yang kita pegang, bukan tentang pemakaian jilbabnya
> per se. 
> 
> Kenapa kok umat Islam tidak mau berpikir demikian?
> 


    Menurut saya, mengingat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan manusia
    telah sampai kepada kesanggupan untuk memisahkan antara
    seksualitas dan prokreasi dan antara prrokreasi dan filiasi
    (garis keturunan) saya tidak melihat ada gunanya lagi untuk
    agama atau moral buat mengurus ngaceng-ngacengan dan
    ngentot-ngentotan: siapa yagn mau ngentot dengan siapa saja, asal
    suka sama suka ya silahkan. 

    Orang Islam kudu bersedia membaca ayat al-Quran dengan mengingat
    perkembangan ilmum pengethuan yang mutaakhir. 



Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================

* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan, 
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan

* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista


Kirim email ke