To: [EMAIL PROTECTED] From: Kurniawan Sandy <[EMAIL PROTECTED]> Date sent: Sun, 6 Aug 2000 17:35:18 -0700 (PDT) Send reply to: [EMAIL PROTECTED] Subject: [proletar] Re: Mengamati Achmat Fauzi > > > ada john, > > http://www.egroups.com/message/proletar/23045 > > > saya kira maksudnya Abbas Amien adalah: > > Tafsiran A Fauzy tidaklah mewakili tafsiran seluruh > umat Islam. > > Hadits yg telah disebut itu shahih apa tidak ? Stricly speaking: apakah ada hadits itu yang sahih? Hadits itu dikumpulkan (kembali) dua ratus tahun setelah Nabi Muhammad meninggal. Orang kate, yang dibilang kemarin saja orang sudah banyak yang lupa, apa lagi yang dibilang dua ratus tahun yang lalu oeh orang lain. Si A dengan dari pamanya, B, yang denger dari kakenya C, yang dengar dari.... Ya ngak bisa ada yang sahih dong! Dan ayat-ayat al-Quran juga nggka ada yang pasti sahih kok, karena kita tidak bisa mengecek catatan aslinya. Kembali ke hadits, semua omong kosong itu dinyatakan hadits, karena pemikir Islam ketika itu - di zaman dinasti abassiah - kebingungan: wah al-Qur-an kok nggak jelas, kok nggak ngatur ini, nggak ngatur itu? Lalu mereka inget: ada ayat al-Quran yang berbunyi agar ummat Islam menurutkan contoh Nabi. Dan berebutlah orang Islam ketika itu - seenak udelnya - mencari-cari dari angan-angan mereka hadits Nabi itu. Lalu dikumpulkan. Karena kebanyakan dan saling bertentangan lagi absurd, lalu mereka putusin: kudu ada yang sahih. Kriteria sahih? Isnad. Tapi siapa yang bisa jamin bahwa A, yang denger dari B, yang denger dari C ada yang sahih? Tapi orang Islam yang pada goblok, tolol, bodoh dan dungu kayak dakochan tetap saja berpegang erat-erat ke hadits yang kata mereka ada yang sahih. Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo ===================================== * Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan, kedunguan, kegoblokan dan kebodohan * Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista
