To: <[EMAIL PROTECTED]>
From: "e1" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent: Mon, 7 Aug 2000 09:46:29 -0700
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [proletar] Piagam Jakarta & Pancasila
>
> Dalam situasi itu pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai
> hari lahir Pancasila, Bung Karno berpidato dan mengusulkan lima sila
> yang disebutnya Pancasila sebagai dasar negara. Dalam pidatonya itu,
> Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, juga bukan
> negara sekular, tetapi negara Pancasila. Usulan Soekarno itu
> ternyata diterima secara aklamasi oleh sidang, walaupun untuk
> sampai kepada rumusan Pancasila yang baku seperti sekarang masih
> perlu waktu dua bulan.
>
Yang sering kita lupakan adalah bahwa semua yang hadir di badan
itu (PPKI) adalah anjing pa cabo fascist Jepang melulu!
Demokrat ketika itu adal di penjara Kempetai (Amir Suarifunddin)
atau ngacir (Syahrir).
Dan Soekarno itu aalah manusia yang bertanggung jawab atas
matinya seperempat nyawa romusha!
Kembali ke soal Pancasila: Pancasila itu adalah negara
teokrasi, karena tiap orang kudu percaya kepada salah satu agama
yang punya tuhan satu.
Nggak boleh atheis, nggak boleh agnostik!
Dan orang-orang Nasrani Indonesia yang hampir semuanya adalah
manusia munafik yang ingkar akan ajaran agamanya sendiri
(pemisahan urusan agama dari urusan negara) mendukung Pancasila
ini.
Munafik semua!
Siapa diantara orang Nasrani yang berani mendukung kebebasan
beragama artinya memisahkan urusan agama dari urusan negara?
Ada berapa orang Nasrani yang ikut berbagi mailing-list ini
menginginkan pemisahan urusan agama dari urusan negara?
Saya tanya dan saya tantang: ada berapa yang berani?
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================
* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan,
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan
* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista