To: [EMAIL PROTECTED]
From: "Gu Yo-Nan" <[EMAIL PROTECTED]>
Date sent: Fri, 18 Aug 2000 04:20:15 -0000
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [proletar] Re: (Fwd) [INDONESIA-VIEWS] RAKYAT KECIL - Teka
Teki Nasional
> > "Puti Gandoria" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Sejak masuk prol lagi sudah beberapa kali saya
> > membaca provokasi angku Jusfiq seperti ini terhadap umat
> > nasrani. Sungguh, saya berharap (sambil berdebar-debar tentu
> > saja) akan membaca serangan balik.
>
> Aduh, Puti, manis banget gema provokasi kalau keluar dari mulut
> perempuan.
>
> > Apa komentar kalian terhadap kalimat ini: Orang-orang
> > Nasrani dan keturunan Tionghoa terutama. .
> > Mereka memikul tanggugn jawab moral atas pilihan mereka itu.
>
> Tanggung jawab moral apa?
>
> Apakah orang Kristen dan Tionghoa Indonesia punya lain pilihan
> kecuali mendukung PDI-P? Siapapun pemimpin PDI-P itu?
>
Abstain!
> Megawati itu cuma simbol. Dia dipakai oleh semua pihak tanpa dia
> sendiri tahu apa yang sedang terjadi. Tapi apa boleh buat, karena
> tanpa dia, PDI-P akan kehilangan simbol dan semangat persatuannya.
>
> Saya yakin yang Jusfiq maki-maki itu bukan semua orang Kristen dan
> Tionghoa. Tapi segelintir kecil dari mereka yang ada di sekitar
> Megawati, yang seharusnya bisa membisiki Mega, tapi tidak berhasil.
>
Saya minta tanggung jawab moral setiap orang yang telah memilih
PDI-P, PDI-P yang sekarang ikut mendukung tetap adanya wakil MPR
di lembaga legislatif dengan alasan taik kucing (saya dengan
di BBC pagi ini): takut coup d'etat.
> Orang Kristen dan Tionghoa lainnya yang awam, sama-sama bodohnya
> dengan rakyat biasa, dan mereka juga tidak tahu apa-apa yang sedang
> terjadi.
>
> Terus terang saja saya tidak habis mengerti kenapa Jusfiq tidak
> dengan terang-terangan menuduh mereka yang punya pengaruh terhadap
> Megawati, dan bukan orang Kristen dan Tionghoa secara keseluruhan.
>
Dari dulu saya menuduh di apakabar orang-orang Nasrani yang
'mengeloni' Megawati, Panda Nababan, Sabam Siagian, Theo Syafe'i
dll.
> Kalau seandainyapun seluruh orang Kristen dan Tionghoa dalam PDI-P
> protes dengan keluar dari partai dan membentuk partai sendiri, apakah
> ini akan membikin Megawati lebih cerdas?
>
Nggak, tapi PDI-P akan menjadi lemah dan bobotnya akan
berkurang.
> ---
>
> Politik di Indonesia itu memang sudah salah kaprah semuanya.
>
> PDI-P menang pemilu bukan karena visinya, tapi karena rakyat sudah
> emoh Golkar, dan emoh Partai Islam yang mungkin akan merubah
> Indonesia menjadi negara Islam.
>
> Gus Dur menang karena mencegah perkelahian antar elit politk.
>
> Megawati dijadikan wakil karena takut didemo oleh massa PDI-P.
>
> Politik apa-apaan itu?
>
> Semuanya memang politik suvivalist. Pokoknya asal kapalnya tidak
> tenggelam dulu.
>
> ---
>
> Dan Jusfiq menuntut ini dan itu.
>
> Sebagai kritikan sih bagus saja. Sebagai analisa politik saya acungi
> jempol.
>
> Tapi untuk menyalahkan salah satu pihak, dan menuntut tanggung jawab
> moral. Saya bilang nanti dulu.
>
> Indonesia itu sekarang ada di tangan beberapa gelintir orang saja .
> Yang jujur tapi buta, yang tidak tahu memimpin tapi keminter, serta
> yang culas dan banyak omong.
>
> Siapa yang salah dan bertanggung jawab? Terus terang saja saya tidak
> tahu.
>
Ya, semua yang tahu kebobrokan PDI-P, PKB, Golkar dll.yang ikut
pemilu dan memilih memilih PDI-P, PKB, Gokar dll. itu
Mereka yang tidak memakai haknya sebagai pemilih buat melemahkan
semua partai itu.
Inilah beda budaya kita dengan budaya Eropa (terutama protestan)
dan budaya Jepang: mereka tahu apa artinya merasa bersalah dan
mau memperbaiki kesalahan itu.
> Mungkin Tuhan yang salah. Ingat, dulu banyak orang bilang Insyaallah.
>
>
> > Puti
>
> Gu Yo-Nan
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------<e|-
> Find long lost high school friends:
> http://click.egroups.com/1/8016/0/_/8509/_/966572422/
> --------------------------------------------------------------------|e>-
>
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
> List owner : [EMAIL PROTECTED]
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================
* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan,
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan
* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista