<bold>To: [EMAIL PROTECTED]
From: "tedjasomantri " <<[EMAIL PROTECTED]>
Date sent: Sat, 12 Aug 2000 05:30:15 -0000
Send reply to: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [proletar] Menjadi Bayi (was : Re: Bolehkah Erna
</bold><color><param>7F00,0000,0000</param>> > Apakah untuk ngomong orang harus
pinter? Apakah untuk berdalil
> > orang harus jadi filsuf dulu?
> Lha koq malah nanya... asal jeplak salah > berdalil
> norak ya terserah kamu lah
</color> Ini kebiasaan buruk orang Indonsia yang melelahkan dalam
berdiskusi: asal jeplak lalu ...... nuduh orang asal jeplak.
Baiklah saya jelaskan:
Pertanyaan GYN diatas, walaupun berbentuk pertanyaan kan jelas
maksudnya, yaitu menunjukkan bahwa statement (atau pikiran) yang
berbunyi "untuk ngomong orang harus pinter atau untuk
berdalil orang harus jadi filsuf dulu" adalah absurd.
Sekali lagi, ini adalah konvensi ngomong, konvensi bahasa yang
sudah diterima hampir dimana-mana, juga dalam bahasa Indoneisa.
Jadi GYN tidak betanya dandia tidak asal jeplak.
Yang asal jeplak adalah Topgog yang bodoh.
Ini satu.
Kedua, taroklah GYN nanya, apakah salah nanya dalam berdiskusi?
Bertanya, untuk mencari sebuah kejelasan adalah bahagian dari
diskusi.
GYN tidak asal jeplak.
Yang asal jeplak adalah Togog yang goblog dan dia tuduh GYN yang
jeplak..
Inilah masaalah dengan kita orang Indonesia, terutama orang
Islam Indonesia: kita tidak biasa berdiskusi, kita tidak biasa
bertukar pendapat.
Kita biasa concours jeplak dan berebut menuduh orang lain asal
jeplak.
Ya melelahkan dan nggak maju-maju.
<nofill>
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
=====================================
* Ijtihad untuk mencerdaskan ajaran Islam yang sekarang ini penuh ketololan,
kedunguan, kegoblokan dan kebodohan
* Ijtihad untuk memanusiawikan ajaran Islam yang sekarang ini biadab, keji dan nista