Kerusuhan di Medan, Puluhan Rumah dan Tempat Ibadah di Rusak

Medan (SIB)

Kerusuhan berbentuk perkela-hian kelompok pemuda yang melibatkan unsur OKP kambuh 
lagi di Jalan Bajak II kawasan Mariendal Medan dengan saling serang lawannya 
menggunakan berbagai jenis senjata tajam, senapan angin, panah beracun dan batu 
mengakibatkan sedikitnya 15 pemuda dan seorang anggota TNI mengalami luka-luka serta 
beberapa rumah penduduk dan tempat ibadah dirusak oleh massa pemuda, Jumat (9/6) 
malam hingga Sabtu (10/6) petang.

Menurut keterangan seorang warga setempat, salah satu kelompok bahkan disebut-sebut 
akan "membumi hanguskan" komplek Asrama Widuri milik TNI yang didiami ratusan jiwa 
penduduk yang juga tempat tinggal kelompok pemuda lawannya.

Hal itu membuat warga yang tinggal di asrama tersebut yang umumnya anggota TNI sangat 
ketakutan mendapat informasi bahwa tempat tinggal mereka akan dibakar oleh para pemuda 
tersebut. Apalagi diperoleh informasi beberapa rumah penduduk di sekitar kawasan 
asrama 
telah dirusak oleh massa pemuda yang marah itu.

Bentrokan kedua kelompok pemuda itu merupakan lanjutan dari pertikaian kedua kelompok 
yang terjadi diantara mereka beberapa waktu sebelumnya dan disebut-sebut bermotif 
perebutan lahan rejeki.

Sedangkan gesekan kedua kelompok pemuda yang terjadi malam itu bermula dari adanya 
penyerangan salah satu kelompok pemuda terhadap para pemuda yang tinggal di asrama 
Widuri.

Mendapat serangan menda-dak itu para pemuda yang tinggal di asrama itu kewalahan dan 
berusaha menyelamatkan dirinya ke rumah-rumah penduduk dan rumah ibadah di komplek 
tersebut.

Namun para pemuda itu tetap mengejar lawannya bahkan melempari rumah penduduk dan 
rumah ibadah tempat lawannya bersembunyi yang mengakibat-kan beberapa rumah 
penduduk termasuk sebuah klinik bersalin dan wartel mengalami kerusakkan yang cukup 
parah.

Massa pemuda yang jumlahnya diperkirakan seratusan itu semakin emosi karena kelompok 
pemuda yang menjadi lawannya tidak juga keluar dari tempat persembunyiannya, yang 
mengakibatkan mereka mengan-cam akan membakar komplek tersebut.

Mendengar hal itu para orang tua keluar dari rumahnya dan menghimbau para pemuda 
tersebut untuk mengurungkan niatnya untuk membakar asrama tersebut dan tidak bertindak 
brutal.

Namun himbauan tersebut tidak dihiraukan massa pemuda itu bahkan salah seorang anggota 
TNI Praka Jhon B yang bertugas di Ajendam mengalami luka-luka yang cukup serius 
terkena 
panah beracun saat mencoba melerai pertikaian kedua kelompok pemuda yang bertikai itu 
dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sebuah mobil pick-up yang kebetulan melintas di kawasan itu tidak luput menjadi 
sasaran 
amuk massa pemuda yang kelihatannya sudah sangat emosi itu dan melempari mobil 
tersebut 
hingga mengalami kerusakan yang cukup berat, sedangkan supirnya langsung kabur 
menyelamatkan dirinya.

Aparat keamanan dari Polsekta Patumbak dibantu petugas Dalmas Poltabes Medan yang 
mengetahui peristiwa itu segera turun ke TKP berusaha mengamankan situasi.

Kehadiran petugas itu tidak membuat massa pemuda itu mundur bahkan melakukan 
pelemparan terhadap rumah-rumah penduduk di asrama tersebut meskipun beberapa kali 
petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Warga setempat sangat menyesalkan tindakan aparat keamanan yang terkesan kurang 
bertindak tegas dalam mengatasi pertikaian kedua kelompok pemuda itu meskipun mereka 
telah melakukan pengerusakan rumah penduduk.

Dalam peristiwa itu dilaporkan sedikitnya 15 pemuda dari kedua kelompok mengalami luka-
luka terkena peluru senapan angin dan panah beracun serta puluhan rumah penduduk 
mengalami kerusakan.Tidak diperoleh laporan adanya pemuda yang diamankan petugas 
dalam peristiwa itu.

Di Mandala

Sementara itu perkelahian kelompok pemuda juga merembes ke kawasan P Mandala yang 
melibatkan unsur OKP dengan saling serang lawannya menggunakan berbagai jenis senjata 
tajam di Jalan Kepodang, Jumat (9/6) tengah malam.

Pertikaian kedua kelompok pemuda di kawasan itu diduga buntut dari pertikaian kedua 
kelompok pemuda yang terjadi di kawasan Mariendal.

Akibat peristiwa itu warga setempat sangat ketakutan dan sempat panik apalagi adanya 
himbauan yang disampaikan melalui mesjid, menghimbau warga agar keluar rumah untuk 
menjaga lingkungannya masing-masing,sehubungan dengan beredarnya isu bahwa kawasan P 
Mandala juga akan dibakar oleh massa pemuda dari salah satu OKP

Petugas Polsekta Percut Sei Tuan dipimpin Kanit Serse Letda pol M Dayan ,SH yang 
mengetahui peristiwa itu segera turun ke TKP mengamankan situasi.Melihat kehadiran 
petugas massa pemuda itu berangsur-angsur mundur namun tetap saling intai terhadap 
lawannya masing-masing.Dalam peristiwa itu tidak diperoleh laporan adanya korban jiwa 
maupun pemuda yang diamankan petugas.

Hingga Sabtu (10/6) situasi di kedua kawasan itu masih sangat mencekam dan warga 
setempat masih merasa khawatir akan keselamatan jiwa dan keluarganya, meskipun petugas 
keamanan masih terlihat berjaga-jaga di sekitar kawasan itu.

Ditangani

Warga di kedua kawasan yang dilanda pertikaian kedua kelompok pemuda itu sangat 
mengharapkan agar Kapoldasu dan Pangdam I/BB dan para tokoh pemuda Sumut untuk 
segera menangani masalah ini dengan serius agar tidak berlarut-larut dan semakin 
meluas 
serta menimbul-kan korban jiwa yang lebih banyak lagi.

warga ketakutan, mengadu ke dprd, walikota dan poltabes

Berkaitan dengan perkelahian itu, puluhan KK warga kelurahan Harjosari II Lingkungan 
3B 
Medan Amplas mendatangi Kantor Walikota dan DPRD Medan, Sabtu (10/6) mengadukan 
kere-sahan dan ketakutan mereka. Warga merasa "perang" antar OKP itu menggangu 
keselamatan jiwa dan keluarga mereka. Warga meminta melalui walikota dan DPRD Medan 
agar "perang" antar OKP itu dihentikan dan pelakunya ditindak tegas.

"Kami takut dengan teror yang dilakukan kelompok pemuda itu. Mereka sudah 
menghancurkan sejumlah rumah, klinik dan mengancam akan membakar rumah kami," kata R 
Hutagaol didampingi beberapa warga di depan pimpinan DPRD Medan.

Seorang ibu yang ikut ke DPRD melaporkan tindakan kelompok pemuda tersebut dalam 
pekan ini sudah sangat mengerikan. Selain ancaman pembakaran rumah, kelompok pemuda 
tersebut juga memblokir beberapa ruas jalan masuk di kawasan tersebut.

Akibatnya, mulai Sabtu (10/6) semua anak sekolah di kelurahan Harjosari II tidak bisa 
berangkat ke sekolah. Selain jalan diblokir mereka juga takut untuk ke luar rumah. 
Sebagian 
warga yang sangat mencemaskan keadaan itu telah mengungsikan anggota keluarganya 
terutama dari wanita dan anak-anak.

Warga kelurahan Harjosari II di depan pimpinan DPRD Medan meminta dewan untuk 
segera menghubungi aparat keamanan agar menurunkan petugas ke kawasan itu pada hari 
itu 
juga.

Ketua DPRD Medan Tom Adlin Hajar didampingi Wakil Ketua Parlin Pasaribu, M Yunus 
Rasyid dan Ketua Komisi C DR Bangkit Sitepu kepada warga menyatakan keprihatinan 
dewan atas keada-an yang dialami warga. Dewan sangat menyesalkan tindakan destruktif 
yang dilakukan kelompok OKP tersebut.

Dewan secara tegas mengu-tuk tindakan OKP dan menyata-kan akan meminta petugas 
kepolisian menangkap kelompok OKP yang melakukan tindakan perusakan tersebut. 
Pimpinan dewan saat itu juga mengontak Dandim Kota Medan serta Kapoltabes Medan 
untuk menurunkan petugas ke kawasan tersebut.

Sementara di kantor Walikota Medan, warga diterima Kakan-sospol Medan Letkol Oliv 
Sujali. Kakansospol meminta warga agar tidak membuat tindakan yang mempersulit 
penuntasan masa-lah. Untuk itu diminta warga jangan protes jika aparat menangkap 
pelaku 
yang terbukti terlibat perkelahian meski pelaku anggota keluarganya.

Guna menyikapi hal tersebut Muspida plus kota Medan akan melakukan rapat di Balaikota 
Medan, Senin (12/6). Walikota Medan menyatakan sangat prihatin dengan peristiwa 
tersebut. Rapat muspida plus ini akan dihadiri Kapoltabes, Dandim dan instansi terkait 
lainnya.

ke mapoltabes medan

Setelah dari kantor DPRD dan Walikota Medan para warga Kelurahan Harjosari juga 
mendatangi Mapoltabes Medan untuk mengadukan sekaligus meminta perlindungan hukum 
atas ekses perkelahian dua kelompok pemuda di kawasan tempat tinggal mereka. 
Rombongan yang membawa bendera Merah Putih, kepada polisi mengatakan keamanan 
mereka terancam karena bentrokan yang tidak kunjung terselesaikan.

Sebanyak 6 orang delegasi masyarakat tersebut diterima Waka Poltabes Medan Letkol Pol 
Drs Suwarji SH. Kepada Waka Poltabes utusan warga menceritakan bentrokan yang terjadi 
yang mengakibatkan keresahan penduduk di lingkungan itu. Seusai bertemu Letkol 
Suwarji, 
R Hutagaol seorang perwakilan warga mengatakan pihak Poltabes Medan berjanji akan 
mengatasi keluhan warga dengan berupaya semaksimal mungkin untuk menindak para oknum 
anggota OKP yang melakukan kerusuhan.

Warga masyarakat tersebut memahami penjelasan polisi yang mengatakan, aparat keamanan 
selalu turun ke tempat kejadian membubarkan pertikaian setiap kali berulang. (SIB)

Dikutip dari harian SIB - Medan



Kirim email ke