PORSEA Rusuh Soal Indorayon

Porsea (SIB)

Kota Porsea dilanda keru-suhan Rabu (21/6) semenjak pukul 09.00 WIB yang meng-
akibatkan kegiatan pasar terhenti total dan sejumlah toko di Kota Porsea tutup dan 
arus lalu 
lintas dari Medan-Tarutung dan sebalik-nya terputus akibat massa memblokir ruas jalan.

Dalam kerusuhan itu, bebe-rapa rumah penduduk di kota Porsea seperti Rumah Mannen 
Simatupang, Usman Napitupulu, Gilmar Manurung, Aman Toba Sirait, Jaulim Simanjuntak 
dan rumah Hema Saloon (rumah Alm Patuan Sitorus korban pem-bunuhan Porsea) dirusak 
massa. Selainnya, Rumah Serda Pol BJ Sibarani di Desa Parparean II Porsea ikut menjadi 
sasaran amuk massa.

Menurut keterangan diperoleh SIB, aksi massa yang akhirnya membuat Hermanto Sitorus 
yang disebut sebut pelajar STM Kls II Yayasan Parulian Porsea tewas tertembak, erat 
kaitannya dengan rencana beroperasinya kembali PT Indorayon di Porsea.

Keterangan lain menyebutkan, masyarakat yang bergabung dalam SRB (Suara Rakyat 
Bersama) tetap menolak kepu-tusan pemerintah yang mem-berikan ijin beroperasinya 
kembali PT Indorayon karena kehadiran pabril pulp itu dirasakan warga menimbulkan 
kerugian besar bagi masyarakat.

Semenjak adanya keputusan pemerintah itu, masyarakat sekitar Siraituruk Desa Patane I, 
setiap malam mengadakan ronda malam (jaga malam) untuk menghempang truk-truk yang 
akan mengangkut bahan baku ke PT IIU.

Selasa (20/6) malam sebanyak 13 warga yang sedang bertugas jaga malam ditangkap 
anggota Polres Taput dan para warga itu dibawa ke Mapolres Tarutung, Rabu besoknya, 
setelah warga lainnya mengetahui rekan mereka ditangkap polisi, mereka berkumpul di 
Porsea dan semenjak pukul 08.30 WIB massa yang berkumpul itu meminta agar semua toko 
ditutup dan para pedagang kembali ke tempat masing-masing karena kebetulan Rabu 
merupakan hari Pekan.

Spontan para pedagang baik yang datang dari luar kecamatan Porsea berpulangan dan 
praktis kegiatan pekan terhenti total dan arus lalu lintas pun macet. Selanjutnya, 
sekira pukul 
10.00 WIB massa yang diperkirakan sekira 300 orang itu bergerak dari Kota Porsea 
menuju 
Mapolsek Porsea, yang terletak di pinggir kota.

Massa itu menuntut agar Polsek melepaskan rekan mereka yang 13 orang itu tanpa syarat. 
Kapolsek Porsea Letda Pol Charles Go mengatakan bahwa yang menangkap 13 orang itu 
adalah anggota Polres Taput dan mereka (maksudnya yang ditangkap) tidak berada di 
Mapolsek Porsea akan tetapi berada di Mapolres Tarutung.

Petugas polisi berusaha agar massa membubarkan diri namun massa tetap bersikeras agar 
rekan mereka segera dilepaskan. Pada saat yang sama beberapa orang tua yang merupakan 
tokoh masyarakat Porsea berdelegasi kepada Bupati Tobasa di gedung DPRD di Balige 
Rabu itu ada sidang paripurna DPRD untuk mendengarkan pemandangan perorangan atas 
RAPBD yang diajukan Bupati.

Kepada utusan massa itu, Bupati Tobasa Drs Sahala Tampubolon berjanji agar masyarakat 
yang ditangkap polisi segera dibebaskan.

Ketika delegasi warga ber-sama anggota DPRD Tobasa berangkat ke Tarutung untuk 
menemukan Kapolres menyang-kut pembebasan warga yang ditahan itu, pada saat itulah 
terjadi bentrokan antara petugas polisi dengan massa di Porsea. Pada bentrokan itu, 
tiba-tiba 
terdengar letusan senjata dan seketika dari antara massa ada yang tergeletak yang 
kemudian 
diketahui si korban adalah Hermanto Sitorus pelajar Kl II STM Parulian Porsea yang 
tewas 
di TKP di Kelurahan Parparean.

Mengetahui dari antara massa ada yang tewas tertembak, sebagian massa membawa mayat 
korban ke RSU Porsea dan sebagian lainnya makin beringas melakukan aksi perusakan ke 
beberapa rumah penduduk yang disebut belum lama ini ikut ke Jakarta meminta Indorayon 
dibuka.

Situasipun semakin mence-kam dan para warga masyarakat lain sangat cemas melihat 
semakin banyaknya massa yang sudah beringas. Pada beberapa ruas jalan terlihat asap 
dari 
pembakaran ban bekas.

MENYESALKAN

Kapolres Taput/Tobasa Letkol Pol Drs Isha K Robinson Sampe yang dikonfirmasi 
wartawan membenarkan adanya peristiwa penembakan itu, Kapolres mengatakan sangat 
menyesalkan terjadinya penembakan yang mengakibatkan tewasnya seorang pelajar STM 
Parulian. Diperoleh keterangan saat kejadian si korban tidak menge-nakan pakaian dinas 
sekolah.

Ketika ditanya siapa pelaku penembakan itu, Letkol Pol Ishak Robinson Sampe mengatakan 
pihaknya masih menyelidiki anggotanya dan berjanji akan mengusutnya. Kapolres juga 
mengatakan peristiwa penem-bakan itu terjadi tidak tertutup kemungkinan akibat 
anggotanya 
terdesak dan berusaha membela diri. Namun saya akan tetap mengusutnya dan jika 
terbukti 
bersalah akan ditindak dan diajukan ke Mahkamah Militer, tegas Kapolres.

Kapolres juga membenarkan, pihaknya ada menangkap 13 orang warga Sirait Uruk yang 
sedang "jaga malam" atas pengaduan Maladi Ismail supir truk yang mengangkut Isoteng 
tujuan Indorayon. Menurut Kapolres, Selasa (20/6) dinihari sekira pukul 02.30 WIB 
warga 
yang jaga malam di Siraituruk melempari truk yang dikemudikan Maladi Ismail sehingga 
kaca 
rebennya pecah.

Atas pengaduan itulah, polisi melakukan penangkapan untuk pengusutan seperlunya, ujar 
Kaporles. Diakui Kapolres, dalam pemeriksaan sementara 13 orang warga itu mengakui 
bahwa mereka dipaksa melakukan jaga malam oleh SRB (Suara Rakyat Bersama). Menurut 
Kapolres, mereka mengakui diancam jika tidak mau jaga malam akan ditindak.

Menyinggung ke 13 orang warga yang sempat ditahan di Polres Taput itu, Letkol Pol 
Ishak 
Robinson mengatakan bahwa mereka telah dibebaskan Rabu sore, setelah selesai diperiksa.

Kapolres yang segera turun ke Porsea itu mengatakan, pihaknya akan tetap menindak 
setiap 
warga yang melakukan pelanggaran hukum apapun resikonya, karena supremasi hukum perlu 
ditegakkan.

Rabu sore, arus lalu lintas mulai lancar dan Kapolres Taput langsung memimpin operasi 
penyisiran dengan melibatkan pasukan Brimob yang didatang-kan dari Medan.

Ketika berita ini dilaporkan, situasi keamanan di Porsea sudah terkendali dan para 
petugas 
Polisi terlihat berjaga-jaga.

Sementara itu, mayat Hermanto Sitorus Rabu sore dibawa pihak keluarganya dari RSU 
Porsea setelah divisum.

Bupati Tobasa Drs Sahala Tampubolon, Rabu siang berada di Porsea dan melayat korban 
penembakan itu ke RSU Porsea.

Dr S Simatupang, dokter jaga di RSU Porsea ketika dihubungi wartawan Rabu sore 
mengata-kan, pihaknya hanya melakukan visum luar terhadap si korban Hermanto 
Sitorus.Dokter itu menjelaskan si korban mengalami luka tembak pada kening sebelah 
kiri 
dan alis mata sebelah kanan.

Menurut Dr S Simatupang di dalam rongga otak ada pecahan benda asing yang diperkirakan 
penyebab tewasnya si korban.

Akibat kerusuhan di Porsea itu, rombongan Menteri Agama waktu mau pulang ke Medan 
dari Tarutung meresmikan Sekolah Tinggi Kristen, terpaksa rutenya dialihkan dari 
Siborong-
borong-Doloksanggul-Tele-Berastagi-Medan.

MERASA TAKUT DAN TRAUMA

Masih dalam pemeriksaan polisi, menurut Darwin Efendy SH, oknum-oknum yang diperiksa 
itu mengaku sangat takut dan trauma karena situasi di Porsea dan sekitarnya 
akhir-akhir ini 
sangat "ngeri". Coba anda bayangkan, mereka tidak mau jaga selain diancam, didenda dan 
tidak bisa memanen padinya, bahkan diusir dari kampung, kan kasihan juga kita," ujar 
Darwin menanggapi penjelasan penduduk Porsea yang sudah dikembalikan ke tempat 
masing-masing, Rabu sore. Mereka itu adalah Ridwan Butarbutar, Toman Sitorus, 
Parningotan Manurung, Jansen Sitorus, Maruli Manurung, Jani Hasibuan, Piktor 
Napitupulu, 
Oberlin Sitorus, Saparuddin Tambunan, Darwin Manurung, Untung Sianturi, Jansen 
Butarbutar dan Timbul Manurung.

Sebelumnya, Kapolres Taput kepada wartawan SIB melalui HP belum bisa memastikan 
apakah peluru nyasar yang mengenai korban Hermanto Sitorus itu peluru dari Brimob atau 
anggota Polsek Porsea. Kita masih selidiki, katanya, seraya menambahkan, situasi di 
Porsea, 
sampai Rabu menjelang malam masih aman dan terkendali, sementara pihaknya menurut 
Kapolres sudahmeminta bantuan tamba-han pengamanan dari Brimob. Mungkin malam ini 
bantuan dari Brimob sudah akan sampai di Porsea, katanya. 

Dikutip dari harian SIB - Medan



Kirim email ke