Horas! Newsletter ----------------- Jakarta (SIB) Menperindag RI Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan menghimbau anak rantau yang berada di "parserahan", agar senantiasa punya kemauan dan kepedulian serta berperan aktif untuk membangun kampung halaman. Martabe atau Marsipature Hutana Be, hendaknya jangan sekedar omongan atau di bibir saja, melainkan harus diwujudkan dengan tindakan nyata dan konkrit. "Saya melihat peran anak rantau masih diperlukan untuk membangun Bona Pasogit". Sehingga tidak semakin jauh tertinggal dari daerah lain, kata Luhut Binsar Panjaitan dalam diskusi interaktif "Bedah Rencana Tata Ruang dan Tantangan Pembangunan Tapanuli Utara dan Toba Samosir, hari Jum�at (16/2/01) di Ball Room Hotel Millenium Jl. KH.Fachrudin, Tanah Abang Jakarta Pusat. Diskusi sehari yang diselenggarakan Yayasan Lestari Bona Huta Jakarta bekerjasama dengan Pemda Taput dan Toba Samosir itu, dihadiri sejumlah pengusaha, tokoh agama, dan masyarakat asal Sumut di Jakarta serta beberapa anggota DPR RI. Selain Menperindag Luhut Binsar Panjaitan tampil sebagai pembicara Bupati Taput Drs RE Nainggolan, MM Wakil Bupati Toba Samosir Maripul S Manurung, SH dengan nara sumber Dr.Ir Raden Pardede, Prof Dr. Bungaran A.Simanjuntak dan dua anggota DPR RI asal daerah pemilihan Taput dan Toba Samosir yakni Prof.Dr.Ir.K.T Sirait dan Dr. Pandapotan Simanjuntak. Sedangkan moderator dipercayakan kepada Ir.Maurits Pasaribu, Direktur Kota Metropolitan Dep. Kimpraswil. Berapa Saja Luhut Panjaitan berpendapat, ke depan ini masih banyak potensi yang bisa dikerjakan dan dikembangkan untuk membangun Kab.Taput dan Tobasa, terutama di sektor pertanian, dan industri, termasuk obyek pariwisata. Untuk mewujudkannya, tidak harus lebih dahulu mengumpulkan uang dengan jumlah yang besar. Artinya, bantuan yang diberikan anak rantau, tidak harus besar. "Bagi yang mampu memang tidak apa-apa, silahkan saja. Tetapi, kalau tidak mampu jangan dipaksakan. Bisa Rp 5 juta, Rp 10 juta, atau berapa saja, atau bisa juga bukan dalam bentuk uang, ujar Luhut sembari membenarkan, menciptakan persatuan untuk membangun bagi masyarakat Batak hingga saat ini memang masih lemah. Luhut merasa yakin, asalkan ada kemauan, cukup banyak masyarakat asal Sumut di Jakarta yang bisa menyisihkan uangnya untuk membangun kampung halaman, Sehubungan dengan itulah, Luhut mengimbau semua pihak, terutama anak rantau, agar berperan aktif membangun Bona Pasogit. "Berikanlah, apa yang bisa kita perbuat untuk membangun kampung halaman," ucapnya. Menteri memberikan contoh, di dalam keterbatasan dan kelebihan yang ada pada dirinya, ia sudah mengontrak 2 (dua) orang Amerika (suami isteri) untuk melatih guru-guru SD berbahasa Inggeris di Tapanuli Utara. "Jadi orang Amerika itu menatar para penatar selama dua tahun, dan masih bisa diperpanjang apabila masih dibutuhkan ucapnya, seraya menyebutkan kedatangan orang Amerika tersebut akan terealisir paling lambat bulan Juni mendatang. Kehadirannya tertunda, berkaitan dengan kondisi politik dan keamanan di Indonesia, khususnya karena adanya beberapa unjuk rasa di daerah Sumut. Dikutip dari harian SIB - Medan ---------------------------------------------------------------------- Informasi ini dikirim berdasarkan permintaan Anda. Jika tidak ingin dikirim berita seperti ini lagi, buka www.horas.or.id. Pada menu NEWSLETTER, masukkan email Anda, pilih "Unsubscribe", klik OK.
