Luar biasa! Inilah ungkapan dalam hati saya setelah membaca berita tentang Konsep  
Tapanuli Growth, dari Bupati Tapteng. Walaupun ia bupati Tapteng, namun ia berani 
bicara mengenai 8 Dati II bernuansa Tapanuli.
Saya masih mencari cari apa yang dimaksud dengan bernuansa Tapanuli. Barangkali pak 
Bupati dapat lebih menjelaskannyya.
Saya juga kagum atas loncatan raksasa pak Bupati, pembebasan tanah 700 HA untuk 
pelabuhan cargo dan industri perkapalan yang akan dibangun dengan ahli ahli Jerman.
Perkara ahli Jerman, IPTN juga dibangun dengan bantuan ahli Jerman!
Namun beberapa hari yang lalu dalam bincang bincang dengan bapak Raja Inal, kami juga 
sependapat bahwa hari depan Tapanuli adalah di laut, dan itu dicapai dengan 
mentransformasikan nelayan dari petani laut jadi pelaut. Petani laut sebagaimana 
layaknya petani keluar pagi pulang petang, sedangkan pelaut keluar dan behari hari 
bahkan berbulan bulan baru kembali kerumah.
Saya juga salut atas rencana Bupati membuka berbagai jalan dari Tukka, Sibabangun, 
Manduamas dan lain lain menembus ke berbagai daerah. Uangnya cukup banyak, syukurlah 
kalau pak Bupati sudah melihat celah celah dimana guci uang itu berada.
Demikian juga rencana modernisasi kapal penangkap ikan dari kayu menuju besi dan fibre 
glass, yang mungkin juga diharapkan merupakan produk dari industrin perkapalan 
Poriaha, merupakan pandangan yang pantas dipuji, walaupun barangkali memerlukan waktu.
Sebenarnya citi cita pak Bupati ini telah tergambar dalam buku "Bunga Rampai Tapian 
Nauli" yang kami susun beramai ramai dibawah pimpinan sdr alm. Hamid Panggabean yang 
diluncurkan dalam tahun 1995.
Akhirnya saya hanya bisa berkata, pak Bupati saya salut pada anda, namun sekaligus 
juga saya mengingatkan bahwa usaha anda tidak mudah melaksanakannya, dan ada baiknya 
kami yang tua tua ini anda bekali dengan blue print rencana anda yang lebih lengkap, 
mana tahu pengalaman dan pemikiran kami dapat kami sumbangkan dalam mensupport usaha 
anda.

Drs. H.S. Pulungan
Pelajar SMP Sibolga 1946.

[EMAIL PROTECTED] wrote:
delete

Kirim email ke