Salam Pramuka ! Saya masih ingat betul pada tahun 1993 saat saya ditugaskan oleh perusahaan untuk membangun unit kerja baru di kantor saya. Tiba-tiba di situlah saya ingat akan pengalaman pada bulan Agustus 1986 ketika saya dan kawan-kawan mengikuti ujian beberapa mata ujian kenaikan tingkat Bantara. Kali itu ujian diselenggarakan di Cipanas. Setelah semalaman di lepas di daerah entah berantah lalu diminta menemukan basecamp sambil mewawancarai tokoh masyarakat sekitar dan sambil membuat peta-pita, kemudian setiba di basecamp ujian berikutnya adalah mendirikan tenda peleton. Kami dibagi ke dalam lima kelompok, masing-masing 4 orang. Memang tenda peleton berkapasitas 20 orang itu harus didirikan oleh 4 orang. Kebetulan saya berada di kelompok terakhir, yaitu kelompok lima. Kepada kelompok satu, para kakak penguji meminta agar tenda peleton yang dalam keadaan terbungkus itu digelar dan didirikan, kemudian setelah berdiri tegak dirubuhkan, dilipat dan dibungkus kembali. Semua itu harus dikerjakan dalam waktu 15 menit !. Setiap kelebihan waktu dari batas waktu yang ditetapkan, akan mendapatkan hukuman 5 kali push-up per menit. Kami dipersilakan membuat perencanaan dan pembagian tugas dulu. Saya tidak ingat persis berapa waktu yang dibutuhkan oleh kelompok satu tersebut untuk melaksanakn tugasnya, tapi yang pasti lebih dari 15 menit. Kelompok berikutnya bahkan ada yang lebih dari 20 menit. Akhirnya sampai kelompok empat, seluruhnya mendapat jatah push-up. Tibalah kelompok terakhir, yaitu kelompok saya. Tanpa dinyana, Kakak Penguji menawarkan kepada kami, apakah mau menyelesaikan tugas dalam waktu 15 menit tapi tidak diberi tahu caranya, atau 12 menit tapi diberi tahu caranya. Kelompok lima berunding sejenak. Karena kami sudah melihat bahwa keempat kelompok sebelumnya tidak ada yang berhasil, maka kami nekad menerima waktu 12 menit asal diberi tahu bagaimana caranya mendirikan tenda peleton. Serius ? .. Yakin ? .. begitu gertak kakak penguji, mirip Pepeng kalau pertanyaan jari-jari-nya ketebak. Yakinnn !!! teriak kami tegas. Akhirnya kami diberi tahu teorinya. Mulai dari dua orang membuka bungkusnya, lalu dua orang menarik ujungnya dan digelar, sementara itu dua orang lagi menyiapkan tiang utamanya lalu memasukkannya ke lobang di ujung utama, lalu dua orang memasang tali tiang utama dan menariknya, serta mematoknya, sementara dua orang lainnya menahan tali di seberang agar tetap tegak berdiri, lalu beralih kepada tiang-tiang tepi, dan seterusnya, dan seterusnya, hingga akhirnya tenda itu sempurna berdiri. Begitu juga kami diberi teori bagaimana merubuhkan tenda dan melipatnya kembali. Setelah melakukan perencanaan dan pembagian tugas secara detail, akhirnya kamipun mengerjakan tugas itu. Kali ini perasaan cemas dan takut yang melanda sebelumnya tiba-tiba hilang, diganti dengan ketenangan dan kesigapan yang luar biasa. Akhirnya kelompok lima bisa menyelesaikan tugas itu dalam waktu 9 menit !!! .... Bagi saya, ujian mendirikan tenda peleton tadi telah membentuk cara pandang saya terhadap pertumbuhan pribadi. Ada pelajaran besar yang saya ambil dari ujian tadi. Selain tentang perencanaan, kerjasama, kepercayaan, pengorganisasian, koordinasi, pelajaran yang paling mendasar dari ujian tadi adalah : kalau mau mengerjakan sesuatu, cari tahu dulu teorinya. Dengan kata lain : belajar dulu. Dengan tahu teorinya, kita bukan cuma bisa mengerjakan tugas dengan tepat waktu, tetapi kita bisa mengerjakan tugas itu lebih cepat ...... dan yakinlah Allah menyediakan apapun di sekeliling kita untuk kita pelajari ... Wassalaam, Prasetya M. Brata --------------------------------------------------------------------- Pramuka Net DKI Jakarta --> [EMAIL PROTECTED] berlangganan --> email kosong ke [EMAIL PROTECTED] berhenti langganan --> email kosong ke [EMAIL PROTECTED] arisp --> http://www.mail-archive.com/[email protected]
[PramukaNet-DKI] Mendirikan Tenda Peleton
06E Asisten Kabag. Hubungan Internasional Thu, 25 May 2000 20:47:33 -0700
