Wah !
Menarik juga nih forum. Sebelum masalah "kedongkolan" bung Faustinus Wirasadi di bawah, saya juga pernah mencurahkan "kedongkolan" saya tentang professionalisme dokter-dokter kita via milis ini beberapa bulan lalu, hasilnya? Alhamdulilah milis ini udah "bergerak" sesuai yang kita harapkan, trima kasih khususnya buat dr Erik Tapan, yang saya lihat setiap hari email nya selalu memenuhi inbox saya, Bravo buat Bapak ! Well, saya memang bukan seorang docter, tapi almarhum Ayah dan Abang saya adalah seorang docter, dari mereka saya banyak tahu sebenarnya seperti apa dambaan masyarakat terhadap seorang docter. Ayah saya dulu tidak pernah memaksakan (khususnya mereka yang berekonomi lemah) untuk membayar setelah diobati, tapi para pasien (yang memang kebanyakan berekonomi lemah) ternyata "punya hati nurani" dan rasa malu juga koq, mereka kadang membayar dengan "sayur-mayur" atau "Ayam ternak mereka" meski Ayah tidak memintanya. Abang saya, meski sedikit banyak mewarisi sifat Ayah dan apa yang Ayah saya alami, ternyata dia alami juga waktu dia bertugas di banten sebelum ke Batam. Ketika dia bekerja di RS Otorita Batam, kami melihatanya biasa-biasa saja, namun menginjak tahun ke 5, dia mulai mengeluh karena gaji yang seharusnya dia terima dari Jakarta (Depkes-red), selama hampir 4 tahun dia bekerja ternyata DITAHAN oleh para oknum Otorita tiap bulannya dan baru dapat dibayarkan beberapa bulan kemudian. Ini sungguh keterlaluan !. Bagaimana Abang saya bisa survive hidup dan membiayai keluaraga dengan 3 anak di Batam yang segalanya mahal ?. Karena tak tahan dengan kelakuan pihak Otorita Batam yang ternyata �sangat kompak� bekerja sama melakukan KKN, akhirnya dia kembali ke Jakarta. Kembali ke masalah bung Faustinus Wirasadi memang masih segilintir dokter seperti yang bung Faustinus Wirasadi dan masyarakat umum kita harapkan. Kalau dibuat polling ke masyarakat, bagaimana kesan mereka terhadap seorang docter Indonesia, jangan terkejut dengan hasilnya kelak. Seorang keponakan saya yang tahun ini masuk Universitas, nanya ke saya, kira-kira fakultas apa yang cocok buat dia, waktu saya bilang FKUI, dia bilang �Sama mamah nggak boleh jadi docter, karena docter itu komersil, ngasih obat dan informasi dikit-dikit, supaya pasiennya datang lagi� datang lagi....datang lagi�.�. Wallah kalau sudah begini bagimana ?! untung akhirnya dia keterima di ITB. Tapi, saya percaya, tidak sedikit juga docter kita yang berhati mulia dan nggak pelit informasi lho !. Regards Just Me ! Erik Tapan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Harap hemat bandwith ---------------------- Dear ts Faustinus dan rekan-rekan member milis lainnya. Bagaimana kalau kita berandai-andai: Dokter dari luar negeri (satu atau dua orang) itu tinggal dan bekerja layaknya dokter Indonesia di Indonesia. Sebaliknya satu dua orang dokter dari Indonesia, bekerja dan tinggal di Luar Negeri layaknya dan mengikuti peraturan mereka. Apa yang terjadi? Apakah ini masalah personal atau sistem? Mohon komentarnya...... BTW, untung ada dokter-dokter MLDI yha? Kalau keadaan di Indonesia seperti di yang diceritakan di bawah (LN), tentu e-mail2 yang masuk ke MLDI makin sedikit. Bravo dokter-dokter MLDI, termasuk juga para member non dokter yang dengan setia menjawab setiap pertanyaan yang masuk. Salam, Erik Tapan temukan jawaban pelbagai penyakit di http://www.dokter.web.id telah beredar buku "Penyakit Ginjal & Hipertensi" terbitan Elexmedia Komputindo -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Faustinus Wirasadi Sent: 22-12-2004 08:25 To: Mailing List Dokter Indonesia Subject: RE: [MLDI] FW: [Itb] Biaya RS Harap hemat bandwith ---------------------- Anak saya (10 tahun) secara tidak sengaja dicurigai ada ASD (congenital heart disease), lalu dokter jantung anak di RSIB harapan kita lakukan echocardiography, dia bilang "ada" ASD, dan itu terbukti di foto. Second opinion di Pusat Jantung Nasional harapan kita, dokter jantung tidak mau percaya hasil echo, dia lakukan lagi. Ternyata dia tidak dapat ketemukan ASD. Loh bagaimana ? Yang satu bisa foto, yang ini bilang tidak ada. Third opinion, dokter jantung anak (senior) di RSIB harapan kita, tanpa echo, dia percaya junior-nya, dan dia bilang lebih baik pastikan dengan TEE. Alternatif pengobatan Cuma ada dua yakni ASO atau operasi. Kesan : 1. dokter pertama : sangat membantu... Mau menjelaskan banyak. 2. dokter kedua : tidak banyak bicara dan tidak mau jelaskan lebih banyak. 3. dokter ketiga : mau membantu,.. Meski tidak banyak memberikan waktu. 4. semakin senior dokter.. Semakin sukar luangkan waktu untuk jelaskan ke pasien. Kirim e-mail ke royal children hospital melbourne, nanya banyak-banyak... Dijawab juga banyak... Padahal kenal juga kagak, belum tentu juga saya akan ke melbourne, tapi dijawab apa-adanya... Kirim e-mail ke institut jantung negara, malaysia, nanya banyak-banyak... Dijawab juga banyak.... Padahal kenal juga kagak.. Belum tentu juga ke malaysia... Tapi dijawab juga. Kesan : 1. kita nanya banyak .. Mereka tetap ladeni.. Meski belum tentu jadi pasien mereka. Ini tugas seorang dokter bukan ? Asal tahu saja.... Saya sendiri seorang dokter...jadi saya benar-benar sedih akan kondisi senior-senior yang tidak banyak meluangkan waktu untuk meladeni pasiennya. Ya..itulah dunia kedokteran kita.... -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of JuliaC Sent: Monday, December 20, 2004 11:49 To: 'Mailing List Dokter Indonesia' Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [MLDI] FW: [Itb] Biaya RS Harap hemat bandwith ---------------------- ikut nimbrung nich... dr. erik..masalahnya bukan terletak apakah kita berani atau tidak.. kalau soal berani..majority orang indonesia ini pada berani alias nyalinya gede buanget..sebagai contoh kita nggak mengenal takut untuk melakukan KKN padahal kita aware resikonya.. permasalahannya adalah tidak adanya political will dari pemerintah/pihak2 yg terkait. kita pintar mencari jawaban "tidak adanya dana".."miskinnya anggaran APBN" etc...kita kurang kreatif dalam hal mencari solusi.. _______________________________________________ MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI) Sejarah, etika bermilis dan arsip, subscribe/unsubscribe dapat diakses di : http://www.mldi.or.id atau kirim mail ke: mailto:[EMAIL PROTECTED] &&&& Informasi di atas adalah informasi kesehatan umum dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, diagnosis dan pengobatan dari tenaga kesehatan profesional _______________________________________________ Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Sponsor Get unlimited calls to U.S./Canada --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. Yahoo! Mobile - Download the latest ringtones, games, and more! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/asSolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
