Yth. Rekan Sekolega,

 

Terlampir bersama ini artikel dari seorang netter yang teramat bagus dan sangat 
kritis yang termuat di forum opini www.plasa.com.

 

Saya bukan agamawan ataupun teolog, jadi barangkali anda mampu mengulas dan 
memberi tanggapan. Saya juga beranggapan bahwa kasus sdr. Gandung Y. juga 
dialami oleh banyak manusia, termasuk kita/saya. Oleh sebab itu, bila anda 
mampu membantu sesama, why not?

 

Judul asli: 

 

TSUNAMI: INILAH CARA TERJITU MEMAHAMI MURKA TUHAN!

 

Yth. Rekan sebangsa dan setanah air,

 

Pilu rasa hati melihat bencana alam maha dahsyat diberbagai belahan dunia 
dipenghujung tahun 2004. Hal ini juga menggugah hati, nurani serta pikiran saya 
untuk mengetahui sifat Tuhan YME lebih dalam lagi. Saya ingin mengetahui, 
mengerti dan memahami sifat Tuhan yang seolah-olah Maha Kejam dalam berbagai 
kasus seperti:

 

-         Berbagai bencana alam, MISALNYA TSUNAMI: banyak bayi dan kanak2 yang 
belum ternoda pun ikut mati. Lebih 150 ribu orang binasa dengan mengenaskan, 
jutaan orang menjadi papa. 

-         Membiarkan para oknum KKN dan pelanggar HAM di Indonesia (yang sangat 
agamis) tetap jaya, sejahtera, dihormati, aman dan sentosa; sementara itu 
rakyat kecil yang jujur namun sederhana yang jumlahnya jauh lebih besar 
(mungkin SERATUS RIBU kali lipat) justru menderita.

-         Berbagi bencana penyakit dan kemiskinan didunia.

 

Seandainya Tuhan itu aktip berbuat kebaikan tentulah hal itu tidak akan 
terjadi, jadi ada kesan bahwa Tuhan itu MASA BODOH atas berbagai bencana, 
kejahatan dan ketidak adilan didunia ini; atau dengan kata lain: Tuhan itu juga 
Maha Kejam. Atau ada �Tuhan lain� yang kadang2 dapat mengalahkan Tuhan yang 
kita pahami sebagai sumber kebaikan serta Maha Pengasih dan Penyayang.

 

Pencarian jawaban akan sifat Maha Kejam di kedua kitab suci agama terbesar 
didunia yaitu Islam (Al-Quran) dan Kristen (Injil) tidak saya ketemukan. Hal 
ini mengingat KETERBATASAN kedua Kitab Suci tsb., seperti telah ditandaskan 
oleh masing2 kitab: dalam Al-Quran ditandaskan bahwa apabila semua ajaran Allah 
SWT dituliskan, maka tinta sebanyak samudera rayapun tidak akan mencukupi; 
demikian pula dengan Injil yang menandaskan apabila semua ajaran Isa Almasih 
(Yesus) dituliskan maka dunia beserta isinya pun tidak akan bisa memuat. Memang 
benar bahwa Ke "Maha Besaran Tuhan" adalah tidak mungkin bila cukup diwadahi 
dalam buku setebal/setipis kedua kitab suci itu. Bandingkan juga dengan buku 
ensiklopedi, yang tebal sekali, berjilid-jilid dan selalu direvisi!

 

Saya juga sependapat dengan renungan yang sangat bagus, indah, dalam, jelas dan 
tuntas tentang agama, kebudayaan dan politik di 
http://www.ibupertiwi2.blinkz.com yang menandaskan bahwa pemahaman akan Tuhan 
belum selesai dan tidak akan pernah selesai mengingat manusia tidak pernah tahu 
kapan berawal (alpha) dan berakhirnya (omega) Tuhan. Kedua agama terbesar tadi 
seolah-olah: sedang dan sudah membatasi Tuhan dengan rentang waktu masa lampau 
saja (masa kejayaan Nabi2nya saja), bahwa Tuhan tidak mempunyai masa depan 
lagi, bahwa Tuhan itu cukup komputer (PC) XT titik (statis) bukan Pentium 5 
beserta penerusnya (Pentium X, dinamis, tak tahu s/d seri berapa), bahwa Tuhan 
itu cukup DOS bukan Windows Server 2003, bahwa Tuhan itu cukup jaman dulu dan 
tidak punya masa depan lagi, bahwa pemahaman akan Tuhan sudah selesai, titik. 
Seandainya Tuhan Yang Maha Besar cukup dimuat dalam satu buku tipis saja dan 
maaf � lama, bukan main Maha Terbatasnya Tuhan itu! (mungkin hal ini juga 
terjadi dengan
 agama2 yang lain yang berpaham statis dan beku).

 

Dari membaca renungan di web site diatas dan tanggapan dari berbagai pihak di 
internet atas artikel saya yang lalu, saya berpendapat bahwa Tuhan YME memang 
sedang marah/murka sekali kepada manusia, sumber kemarahan utama adalah sifat 
kesombongan manusia yang justru membatasi Yang Maha Tak Terbatas. Untuk 
melukiskan hal yang abstrak ini, mari kita pakai perumpamaan sbb: Seorang 
Proffesor Doktor dianggap dan dikatakan sebagai anak kecil lulusan taman kanak2 
oleh masyarakat sekelilingnya, tentu saja beliau akan marah besar! Walau 
perumpamaan ini sangat simplisitis/sederhana, namun kiranya Tuhan YME juga akan 
memarahi manusia apabila Ia dianggap sudah cukup ditulis dan dimuat hanya dalam 
satu buku tipis dan dianggap sudah selesai dipelajari! Alasan lain adalah 
pengamalan agama oleh manusia yang justru banyak menyimpang seperti 
kemunafikan, kedok kejahatan, alat politik, dan agama yang justru membatasi 
(menjadi sekat) bagi sesama manusia serta menjadi sumber kebodohan dan 
pembodohan.

 

Seorang teman mengatakan bahwa didunia ini sebenarnya ada ratusan agama dan 
kepercayaan; agama masih terus dinamis, tumbuh dan berkembang (saya buktikan 
dengan search melalui Google: New Religion, ternyata benar!). Sayangnya 
kebebasan beragama di Indonesia itu adalah semu karena hanya agama sebatas 
Islam (Nabi Muhammad) saja yang boleh masuk ke Indonesia, agama2 baru (setelah 
Nabi Muhammad) dilarang masuk, demikian pula keyakinan/kepercayaan leluhur 
seperti Kejawen tidak diperkenankan berkembang bahkan ada kesan jutru akan 
dimusnahkan secara perlahan dan secara strategis (misal tidak boleh tercantum 
di KTP dan perkawinan dicatatan Sipil tidak diakui). 

 

Akhir kata, perkenankanlah saya mengajak anda untuk memeluk agama/kepercayaan 
kita masing2, sambil melanjutkan pencarian Tuhan tanpa lelah dan tanpa 
henti�agar kita menyadari bahwa Tuhan itu: bukan milik satu agama saja (bahkan 
Ia juga milik orang yang tak beragama!), bukan milik satu atau beberapa Nabi, 
bukan milik satu jaman atau peradaban, Ia tidak akan muat ditulis dalam buku 
setipis kitab suci, melainkan Ia tak terbatas waktu, ruang, tempat, dan last 
but not least Ia tak terbatas oleh satu-dua-atau tiga bahkan ribuan buku Kitab 
Suci, sebab Ia adalah Yang Maha Besar atau Yang Maha Tak Terbatas. Dengan 
pemahaman bahwa pembelajaran akan Tuhan belum selesai dan tidak akan pernah 
selesai mengingat manusia tidak pernah tahu kapan berawal (alpha) dan 
berakhirnya (omega) Tuhan, maka diharapkan ketegangan antar agama dapat 
diminimalisasi. Dan apapun alasan murka Tuhan, yang penting dan mendesak adalah 
menolong sesama kita yang baru terkena Tsunami, sambil terus mereformasi cara 
pandang
 terhadap Tuhan dan agama. Semoga.

 

 

Mohon artikel ini disebar luaskan serta mohon tanggapan. TERIMA KASIH.

 

Hormat saya,

Gandung Yudistira

Sang pembelajar yang tak pernah henti belajar, sang pengelana jl. Malioboro 
yang 

tiada henti terus meniti keindahan yang selalu berubah disepanjang jalan itu �


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 The all-new My Yahoo! � Get yours free!    

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/0iazvD/5WnJAA/xGEGAA/asSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke