Pendahuluan Tahun 2001, Kompas mencatat bahwa Indonesia memiliki daftar spesies terancam punah terpanjang didunia ; mencakup 126 jenis burung, 63 jenis mamalia, dan 21 jenis reptilia. Ini dijelaskan sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk, pemenuhan kebutuhan, dan peningkatan kualitas hidup yang berdampak pada peningkatan sumber daya alam (SDA) yang kenyataannya tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tampung.
Pittsburg News, 2002 menulis pula bahwa 100 tahun yang lalu seluruh dunia ini ditutupi oleh 14% hutan tropical. Sekarang (2002) tinggal 7% yang berada di Amazon dan Indonesia (negara kedua setelah Brazil yang memiliki hutan terbanyak). Dituliskan lagi, bahwa dengan beragam alasan, hutan-hutan tersebut mengalamai degradasi sebanyak 1 % pertahun. Amazon mengalami devestasi, Indonesia has the legacy of a huge international lumber industry. Kedua hal diatas terjadi, pada dasarnya karna desakan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan disaat sekarang memaksa manusia untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya berbentrokan dengan asas lingkungan dan social. Ketidaktahuan (kenaifan) dan kurangnya informasi membawa mereka pada tindakan-tindakan perusakan yang sebenarnya membawa dampak negatif dikemudian hari. Dampaknya pun bukan hanya akan terasa bagi mereka, tapi bagi anak cucu mereka. Mungkin pertanyaan dibawa ini akan membawa kita pada topik kita saat ini : Apakah kita masih mau minum air kotor, karna tidak tersedianya air bersih sebab berkurangnya daya absorbsi tanah dan tidak ada lagi lahan untuk hutan (semua sudah dibangun mall)? Apakah kita masih mau menghirup udara yang sudah terpolusi, dikarenakan hutan kita sudah tidak ada ? Apakah kita tidak mau terancam dengan berbagai tanah longsor, dikarenakan tidak ada lagi pohon-pohon ? Apakah kita masih mau penghasilan kita hanya habis untuk biaya dokter dan obat-obatan ? Apakah kita mau generasi kita masih memegang tradisi dan nilai-nilai budaya yang kita pegang sekarang ini ? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang "mengerikan" yang sebenarnya bisa kita hindari bila kita mengimplementasikan Pembangunan Berkelanjutan ini disegala lapisan. 3 Pilar Pembangunan Berkelanjutan 3 pilar yang menjadi issue utama dalam Sustainable Development ini adalah : Economic Development Environment Protection Social Development Atau dengan kata lain : Sustainable Development : paths to economics prosperity that preserve a healthy environment and positive cultural values. Jadi ketiga pilar ini mesti diseimbangkan dan tidak ada satu dimensi yang merusak dimensi lainnya. Jangan sampai pembangunan tidak lagi memperhatikan 2 pilar lainnya, sehingga lingkungan akhirnya rusak dan menimbulkan dampak social yang hebat, dimana korban yang paling menderita adalah masyarakat kecil. Posisi Indonesia memang dilematis dalam mengimplementasikan Pembangunan Berkelanjutan. Tekanan ekonomi dan finansial yang menghimpit, mendesak kita untuk mengoptimalkan pemanfaatan semua potensi yang ada termasuk potensi alam. Tingkat pengangguran yang semakin tinggi, sehingga mengharuskan masyarakat mencari "income" dengan melakukan hal-hal yang tidak disadari merusak lingkungan (misalkan : menebang hutan, smuggling, menangkap ikan dengan menggunakan bom peledak, dll). Tapi tidak bisa dipungkuri juga bahwa Indonesia adalah kawasan yang memiliki keragaman hayati dengan tingkat endemic yang tinggi, yang memang merupakan warisan yang harus kita warisi ke anak-cucu kita. Sustainable Development ini membawa suatu paradigma baru bahwa kita bisa saja meningkatkan ekonomi kita tanpa harus mengorbankan lingkungan kita dan nilai�nilai sosial budaya yang tentunya bernilai sangat tinggi. Pelestarian Satwa Langka = Pelestarian Lingkungan Satwa Langka di Indonesia Disamping satwa lainnya, Orangutan mendapat perhatian besar dunia International. Orang utan dikategorikan sebagai the Great Apes (Chimpanzees, Bonobos, Gorillas, dan Orangutan) dan mereka ini dinyatakan sebagai "World Heritage Species". Mengapa Orangutan masuk dalam kategori tersebut, karena : Memiliki intelegent dan tingkat kekompleksan hampir sama dengan manusia, 97 % - 98,6 %. Memiliki kesamaan dengan manusia dalam hal biochemistry, physiology, anatomy, psychology dan behaviour. Karena ditangan merekalah keberadaan hutan kita ini berada. Karena Orangutan adalah Umbrella species for rainforest conservation Masih ada satwa langka lainnya yang perlu dijaga dari kepunahan, seperti : Gajah, Tarsius Spectrum di Sulawesi Utara, Harimau Sumatra, Anoa, dll. Orangutan -- Umbrella species for rainforest conservation Mengapa Orangutan masuk dalam "World Heritage Species" adalah karena merekalah yang membuat hutan kita ini masih survive. Kotoran Orangutan inilah yang merupakan pupuk yang "manjur" untuk hutan. Menjaga Orangutan berarti menjaga habitatnya. Orangutan memerlukan tempat (hutan) yang besar untuk mempertahankan populasinya yang besar. Dengan demikian, secara tidak langsung, konservasi untuk beragam tanaman dan binatang lainnya pun terjamin. Pelestarian Satwa merupakan pelestarian Lingkungan Hidup Hanya dengan menjaga Orangutan dari kepunahan kita sudah memberikan kontrubusi terhadap the existence of human being. Karena kita menlindungi Orangutan dan tentunya menjaga kelestarian habitatnya. Apabila kita peduli dengan keberadaan Orangutan dan satwa langka lainnya, sudah tentu kita peduli dengan diri kita sendiri. Save our rainforest Indonesia memiliki kawasan hutan terluas kedua didunia, mencapai 108,5 juta hektar. Dari 1989 - 1999, industri perkayuan memberikan kontribusi sebanyak 20% dari total pendapatan devisa Indonesia. Sementara itu Indonesia memiliki laju deforestasi tertinggi didunia dengan kisaran 1,6 sd 2,1 juta hektar per tahun. Kerusakan hutan akibat kebakaran hutan diperkirakan antara 200.000 sd 9,7 hektar. Jadi sekitar 43 juta hektar hutan di Indonesia telah terdegradasi dan akibatnya 294 spesies flora dan fauna terancam punah. Pelestarian Satwa Langka = Mendukung Program Sustainable Development Mengapa orang melakukan Penebangan hutan liar? Smuggling? Menebang hutan untuk perkebunan? ini semua dilakukan untuk "pemenuhan kebutuhan". Dijaman seperti sekarang ini, dimana tingkat kebutuhan semakin meningkat (yang tentunya didukung dengan lifestyle yang "metropolitan") menuntut akan tersediannya "uang" sebagai alat untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut. Banyak media menulis bahwa Indonesia menghadapi dilemma multi kepentingan. Dan sering sekali kepentingan sektor mengalahkan kepentingan lingkungan yang akhirnya mengorbankan lingkungan yang dianggap mewakili kepentingan marjinal. Apalagi diera globalisasi ini yang akhirnya menimbulkan perubahan pola pengembangan industri dan gaya hidup, disertai dengan berbagai polemik dalam negri yang kusut membuat issu lingkungan dinomer duakan. Seharusnya dihadapi secara bijaksana agar dapat mengimbangi akibat buruk yang dihasilkan pada kualitas lingkungan hidup nasional dan berakhir pada "rusaknya" nilai-nilai sosial dlam masyarakat. Dengan membawa issu pelestarian Satwa Langka inilah, diharapkan masyarakat dapat peduli dengan keberadaan Satwa Langka tersebut. Diharapkan masyarakat dapat mengetahui keuntungan dari melindungi satwa langka ini : Umberella Species for Rainforest Eko-tourism (Pariwisata adalah penyumbang terbesar dalam GDP, mengingat pariwisata memiliki multiplier effect) Menjaga lingkungan supaya asri -- penyedia air bersih, penyaring udara. Mengharumkan nama Indonesia dalam hal keanekaragaman satwa (Indonesia mempunyai bio-diversity yang luar biasa, dan mempunyai natural beauties yang luar biasa) Satwa langka adalah industri. Contoh : Souvenir, Film kartun, Komik, dst. mendukung Sustainable development Dibawah ini, dapat kita lihat Benefits yang akan dihasilkan dari Pelestarian Satwa Langka dan Challenge yang akan dihadapi serta Partner yang diperlukan BENEFITS Dengan melindungi satwa langka berarti kita telah melestarikan lingkungan, maka kita akan bisa meminimalizasi ecological impacts on health and economics: - Erosi, kegagalan panen, kerusakan nutrisi dan ekonomi yang buruk. - Kekeringan dan desertification - Penyakit-penyakit - Polusi - Perubahan cuaca Kita juga akan menerima keuntungan-keuntungan konservasi - Kontrol atas populasi ( populasi satwa langka tidak berkurang ) - Mengurangi perburuan liar - Less logging - Menghindari kebakaran hutan - Aktivitas-aktivitas yang memberikan keuntungan ekonomi yang tetap menjaga kelestarian dan keharmonisan lingkungan hidup (environmentally friendly economic activities) - Kepekaan orang-orang lokal tentang pentingnya konservasi Keuntungan-keuntungan dibidang kesehatan - Mengurangi angka kematian ibu (Reduced maternal mortality) - Mengurangi angka kematian bayi (Reduced infant mortality ) - Meningkatkan kesehatan anak (Improved child health) - Meningkatkan nutrisi (Improved nutrition) Keuntungan-keuntungan dibidang economics - Industry, mis : harimau sumatera. Ini bisa dipasarkan dengan baik dari souvenir, buku-buku cerita, komik, cerita radio, film layar lebar. - Eco-tourism - Greater household incomes Keuntungan-keuntungan sosial - Terpeliharanya kebijakan-kebijakan dari masyarakat adat dalam mengatur sumber daya alam yang ada - Memperkuat aturan-aturan adat yang ada, sehingga nilai-nilai adat terjaga. - Memperkuat kerukunan masyarakat adat tersebut - Menghindari konflik-konflik social yang berpotensial terjadi, karena masyarakat adat merasa bahwa kepentingan mereka tidak di"barter" dengan kepentingan ekonomi. TANTANGAN Kurangnya ketegasan hukum Korupsi Masalah finansial Political stability and security Otonomi daereah Kurangnya keterlibatan dan kesadaran masyarakat akan �nilai� satwa yang hampir punah Namun semua hal diatas akan sulit kalau tidak dilakukan secara partnership. PARTNERS ? Kelompok-kelompok konservasi Pemerintah (dalam hal ini perlu sinergisitas antara semua departemen yang terkait) Agen-agen konservasi Para Donatur Fasilitas lokal Masyarakat lokal Para stakeholder lainnya, semua pihak yang terkait dengan perlindungan satwa, pelestarian lingkungan dan penerapan pembangunan berkelanjutan. PENUTUP Pada akhirnya, perlindungan satwa langka adalah salah satu cara untuk mencapai pengimplementasian pembangunan berkelanjutan. Dengan kepedulian kita akan satwa langka, sebenarnya kita telah perduli dengan lingkungan kita dan tetap menjaga nilai-nilai adat yang ada. Dan kita tetap "membangun". Apabila tidak ada yang perduli lagi dengan satwa langka, tidak menutup kemungkinan tidak ada lagi Orangutan yang kita banggakan, tidak akan ada lagi harimau dan gajah sumatera yang menarik para turis dan peneliti untuk datang keIndonesia dan yang lebih parah lagi, apabila kita menghiraukan satwa langka ini, berarti kita telah menghancurkan "planet" ini untuk kepentingan pribadi kita, dan meninggalkan "planet" yang "rusak" kepada anak-cucu kita. Apalah gunanya economics prosperity apabila kita terancam "mati" karena tidak bisa menghirup udara bersih? Save our planet by implemented SUSTAINABLE DEVELOPMENT through saving our Last Wild Animals. (seperti yang telah diungkapkan oleh putri indonesia 2001) dr. Anton Christanto Bag/SMF THT RSUP Dr Sardjito-FK UGM Jl. Kesehatan no 1 Yogyakarta - Indonesia 55284 Phone/Fax : +62274 7474230 Mobile +62(0)8122658495 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/AoisKB/isnJAA/xGEGAA/asSolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
