Saat berliburan di Yogya beberapa minggu yang lalu
(awal November 2005), saya beruntung bertemu dengan
pakar kebudayaan dan politik yang tangguh dan
hebooaat. Ia adalah Prof. Andrew,  dari Inggris,
seorang Indonesianis (pengamat Indonesia). Beliau
menyarankan untuk membaca web blog yang memperkaya dan
mencerdaskan EQ kita yang banyak terdapat di cyber
space (internet). Berikut ini dua web blog yang boleh
dikata best seller. Kita kutipkan kata pengantar dan
abstraksi artikelnya. Selamat mengunjungi web blog
tsb. lalu mengkomentarinya (atau membuat web blog anda
sendiri!
////////////////////////////////
PARA PEMBACA YANG BUDIMAN,
Budaya tenggang rasa (tepo sliro) dan KKN telah
menghambat kedalaman pemberitaan di mass media, hal
ini tidak terjadi dengan internet. Internet, yang
bebas dan sulit dikontrol, adalah senjata yang sangat
ampuh bagi pencerdasan bangsa, dan sangat ditakuti
oleh oknum pejabat bahkan pemerintah (yang ditaktor).
Perlu diketahui, regim Soeharto/militer juga
dijatuhkan oleh USA dengan salah satu cara melalui
internet (dalam hal ini: Apakabar net asuhan John
McDougall). Saat ini (2005), berita di tv, radio dan
koran sekedar bagaikan gunung es yang mengapung, tak
pernah mengupas secara: tuntas, investigatip, dan
dalam analisisnya. Dominasi regim ORBA beserta
bablasannya terhadap mass media dan ketakutan akan
kekerasan juga berpengaruh. Sebagai contoh: Sydney
Jones diusir (karena keterbukaan dan kedalaman
analisisnya), Munir dihabisin, Jeffry Winters pernah
dikerjain di Yogya (dipukuli preman), dan Tempo
dikerjain oleh Tommy Winata. Budaya jurnalism di
Indonesia sangat menguntungkan bagi para pelaku
kejahatan besar, mereka nyaris tak pernah terungkap
(kasus Pertamina, kasus rekening polisi, dst.). Beda
dengan di negara maju: good news is bad news; jadi
setiap peristiwa yang buruk pasti di investigasi
sampai detail; sang pelaku bisa habis riwayat
kariernya, atau bahkan bunuh diri saking malu (misal
di Jepang: harakiri)! Melalui email ini diperkenalkan
situs: http://diskusikebudayaan3.blogspot.com/ dan
http://analisakebudayaan.blogspot.com/. Artikel
didalamnya dijamin akan mempercedas dan memperdalam
pengetahuan pembaca dibidang kebudayaan, agama, dan
politik; situs ini sungguh bagaikan air sejuk bagi
manusia yang kehausan di gurun pasir. Mengingat begitu
dalamnya kupasan, mungkin artikel ini lebih cocok
dibaca oleh orang dewasa dengan usia diatas 40 tahun.
Mohon email ini diteruskan secara berantai (satu orang
penerima hendaknya meneruskan ke minimal 5 orang
lainnya), dengan tujuan semakin banyak dibaca orang,
semakin cepat krisis kebudayaan yang menerpa Indonesia
berlalu, dengan demikian Indonesia dapat segera
bangkit kembali. Selain itu, topik2 dalam artikel ini
dapat dijadikan bahan studi lanjut (dikembangkan)
untuk program S2 maupun S3. Berikut ini abstraksi dari
artikel dalam situs tersebut. 

1. INDONESIA: BANGSA YANG SEDANG MABOK AGAMA!

Definisi mabok atau mendem (Jawa) adalah keadaan
dimana seseorang mengkonsumsi/memahami tentang
sesuatu/paham yang melebihi batas normal/kewajaran;
orang yang mendem menjadi seperti: tidak normal
tingkah lakunya, tidak wajar cara berpikirnya (bloon,
tidak cerdas), dan sulit diajak berdiskusi/berdialog.
Contoh mabok adalah mabok minuman keras dan mendem
gadung (di Jawa). Analog definisi ini, maka mabok
agama dapat didefinsikan sebagai orang (atau kumpulan
orang) yang mengkonsumsi/memahami agama secara
berlebihan, melupakan keterbatasan agama, melupakan
penyalah gunaan agama yang lumrah terjadi (terutama
politisasi agama), dan menganggap bahwa semua
persoalan dunia dapat diatasi hanya dengan agama saja.

Masyarakat Jepang dikenal sebagai kecanduan kerja,
tiada hari tanpa kerja, istilah kerennya: work
alcoholic; sedangkan bagi masyarakat Indonesia, tiada
hari tanpa dibumbui agama, mungkin istilah kerennya:
religion alcoholic. Di negara modern ada falsafah time
is money, di kita agak lain: time is religion! Ada
iklan Coca Cola begini: Kapan saja, dimana saja,
minumlah Coca Cola; di masyarakat kita seolah-olah
juga punya iklan yang mirip, yaitu: Kapan saja, dimana
saja, tengguklah hanya agama! Dari pengamatan kegiatan
keseharian ini, dapat disimpulkan bahwa bangsa
Indonesia sedang mabok/mendem agama! 

Dengan kondisi mabok agama, minimnya anggaran
pendidikan, dan maraknya KKN, sudah dapat dipastikan
bahwa bangsa Indonesia akan terus-menerus mengalami
krisis kebudayaan dan kemunduran kualitas SDM. Krisis
kebudayaan dan kemunduran kualitas SDM adalah sumber
dari segala sumber berbagai krisis yang sedang dialami
Indonesia. Dengan berbagai krisis ini, maka negara
asing dapat “mendominasi dan mengerjain” Indonesia
bekerjasama dengan para politisi busuk di pusat
(Jakarta), yang sedang berkuasa (namun bodoh) dan
sedang lupa diri, dalam bentuk simbiose mutualistis
(kerjasama yang saling menguntungkan)!

2. BEGITU INDAHNYA STRATEGI BEGAWAN POLITIK SOEHARTO
DALAM MENAKLUKAN BANGSANYA!

Ketika terjadi reformasi, Suharto dengan tenang, aman,
nyaman dan tentram tetap bercengkerama di jl. Cendana
bersama anak cucunya, ini sungguh luar biasa! Para
politisi dan profesor dari Luar Negeri sampai tidak
habis herannya, mereka meminta bangsa Indonesia untuk
secara cerdas menganalisa hal ini mengingat fakta
sejarah mengatakan bahwa semua presiden yang
direformasi pasti lari terbirit-birit ke Luar Negeri
untuk menyelamatkan diri (agar tidak terbunuh),
misalnya Marcos, Shah Iran, Mobutu Seseseko, Jean
Betrand Aristi, dst. Sayang, bangsa ini baru terlelap
tidur sehingga otaknya tidak mampu menganalisanya.
Para kaum supercerdas politik (pengamat politik luar
negeri, akademisi kampus) mengatakan bahwa disamping
Suharto mendapat jaminan keamanan dari kelompoknya
(TNI AD lewat Jendral Wiranto dan Prabowo), Suharto
juga mendapat jaminan keamanan dari salah seorang
tokoh reformasi yang berhasil diselundupkannya… hebat
bukan? Dalam politik, cara terbaik melumpuhkan lawan
adalah strategi penyusupan (ingat dimasa ORBA: berapa
kali PDI disusupi dan dipecah belah dari dalam).
Siapakah diantara ketiga tokoh reformasi (Mega, Gus
Dur, dan Amien Rais) yang merupakan tokoh selundupan
itu? Ia adalah Doktor Amien Rais, warga keturunan Arab
asal Solo, sahabat lama Prabowo jauh hari sebelum
reformasi (Prabowo = menantu Suharto); jadi regim
Suharto sudah lama mempersiapankan strategi penyusupan
Reformasi. Amien Rais, kader brilian ICMI, kemudian
pura-pura bentrok dengan ICMI, keluar dari ICMI dan
menyelundup sebagai tokoh reformasi. 

Soeharto adalah sumber dari segala sumber malapetaka
Indonesia (bagaikan Hitler bagi Jerman), dengan
strategi yang amat indah namun licik, beliau dapat
membelokan reformasi, dan kini beliau dengan
kroni-kroninya menikmati hidup dengan aman, tentram
dan sejahtera! 

3. BOM BALI: CLASH OF CIVILIZATION!

Ditahun 1965, Indonesia dijadikan lapangan pertempuran
antara USA dkk vs. Rusia dkk., yang menang USA
(kapitalis). Semenjak itu Indonesia menjadi negara
boneka USA. Usaha regim Soeharto untuk melepaskan diri
dari tuannya (USA dkk.) ditahun 1994, melalui
politisasi agama Islam dengan merangkul negara2 Timur
Tengah, ternyata dapat digagalkan. Dengan demikian,
Indonesia seolah-olah ingin dilepaskan dari mulut
harimau namun gagal (USA dkk.), kemudian terlanjur
dimasukan mulut buaya (Arab/Timur Tengah). Regim
Soeharto hingga kini memang selamat-sehat walafiat;
namun dengan hasil sampingan: Indonesia masuk
sekaligus dua mulut: harimau dan buaya! Indonesia saat
ini (2005) adalah kembali menjadi ajang pertempuran
antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler
dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama.
Dengan demikian, semenjak 1965 s/d detik ini (2005),
bangsa Indonesia boleh dikata belum merdeka
sepenuhnya! Indonesia yang kaya sumber alam, strategis
posisi geopolitiknya, dan merupakan pasar yang besar
bagi industri asing (karena jumlah penduduk > 200
juta) memang menarik untuk selalu diperebutkan,
pumpung masyarakatnya masih terbelakang (gampang
dibodohi)! Jadi, semenjak 1965, Indonesia sebenarnya
tidak pernah merdeka dan mandiri lagi. Visi Bung
Karno, yang non blok dan cinta budaya sendiri, seperti
India dan RRC, negara yang mempunyai kepribadian
sendiri dan mandiri, saat ini hanya tinggal
kenangan... Indonesia sampai detik ini (Nov. 2005)
sekedar menjadi ajang pertempuran ideologi asing…
Sungguh sayang sekali.

4. KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG
SIGNIFIKAN 

Manusia Jawa boleh dikata terus menerus mengalami
penjajahan, misalnya penjajahan oleh: Bs. Belanda, Bs.
Jepang, Regim Soeharto/ORBA,  Negara Adidaya selama
ORBA s/d saat ini.  Saat ini (2005) Indonesia kembali
menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur
Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara
modernitas dan kekolotan agama.

Tiga faktor utama penyebab Indonesia tidak pernah
mandiri, yaitu terpaan: badai gurun Sahara yang
panas-membara (negara TimTeng), badai salju yang
dingin-membekukan (negara barat/modern), dan badai KKN
yang membangkrutkan bangsa! Dengan demikian, semenjak
1965 s/d detik ini (2005), bangsa Indonesia boleh
dikata belum merdeka sepenuhnya! 

Akibat berbagai terpaan badai yang disertai gerilya
kebudayaan ini, budaya Jawa menjadi tidak mandiri
lagi. Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa
sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di
Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran
negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah
terpaan berbagai krisis yang tak pernah kunjung
selesai yang dialami oleh bangsa Indonesia. 

-       ITB, UI, UGM, IPB: PRODUSEN KORUPTOR TERBESAR
DIDUNIA!

Seperti diketahui, UI, ITB, IPB, dan UGM adalah
institusi perguruan tinggi negeri (PTN) tertua,
terbesar dan termaju di Indonesia. Jadi, mereka adalah
pencetak para PNS (peg. Negeri sipil) terbesar di
Indonesia, dan alumni mereka saat ini menduduki
jabatan tertinggi di pemerintahan, dari pegawai
menengah (IIIA), eselon dua, eselon satu, dan menteri,
jadi  boleh dikata mereka “menguasai” Indonesia!
Sayang sekali, kita dan dunia telah memahami bahwa
Indonesia terkenal sebagai negara terkorup didunia!

Dan masih banyak artikel lain yang sangat bagus,
cerdas, dan dalam sekali kupasannya, seperti misalnya:

- KESAMAAN ANTARA JOHN LENON, KAHLIL GIBRAN DAN YESUS
- INILAH DALANG DARI SEGALA DALANG PELANGGARAN HAM
- KONPIRASI JAHAT SOEHARTO, CIA, DAN MAFIA UI DALAM
MENGHABISI BUNG KARNO
- KRISIS INDONESIA: BUAH KENAKALAN GENERASI TUA, BUKAN
GENERASI MUDA!

// selesai.


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Ever feel sad or cry for no reason at all? Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/rL1caD/ubOLAA/xGEGAA/asSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke