Dari milis tetangga. Menyedihkan juga. Ada bagusnya dibaca oleh 
Management RSCM... mungkin ada pembaca yang bertugas di RSCM
====================================================================

Januari 15, 2006

Kepada Yang Terhormat
1.Prof. DR. Dr. Akmal Taher, Sp.U(K)., Direktur RSCM
2.DR. Dr/ Meliana Zeilani, MARS, Direktur Sumber daya Manusia 
3.Dr. Sonar Soni Panigoro Sp.B-Onk, Direktur Umum dan Operasional


Perihal: Perlu di reformasi Total, Loket Department Rehab 

Dear  Doctors, RSCM Management,

Beberapa minggu terakhir ini saya mengantarkan orang tua saya berobat 
ke RSCM. Kami harus melewati banyak tahapan 
administrai/pemeriksaan/tindakan mulai dari kantorPelayanan Askes, 
Poli penyakit dalam, Laboratorium, Radiologi, PJT,  dan Instalasi 
Rehab.

Dari semua department yang saya singgahi, yang paling keos dan luar 
biasa keterlaluan, dan perlu urgency dari Management RSCM untuk 
dibenahi adalah Loket Department Rehab, tempat Orang tua saya secara 
rutin harus mendapatkan Fisioterapi. Coba Bapak/ibu sesekali SIDAK 
disana.  Dibawah ini adalah hal rutin yang saya amati selama sebulan 
terakhir;

1.      Di Loket tidak ada Sign tertulis, jam buka-tutup loket, dan 
petugas yang "berkuasa" diasana (Sumarna dan konconya), memberikan 
muka masam jika ditanya jam buka loket.

2.      Jam 6 pagi orang mulai berdatangan  untuk meletakkan kartu 
mereka, dan jam 7.30 sudah puluhan orang manula, orang pincang, anak 
cacat, orang dengan kursi-roda, menunggu di muka loket (sebagian dari 
mereka harus berangkat jam 5 pagi untuk tiba disana), sementara 
Sumarna dan sebagian temannya masih bercanda di ruang di balik loket. 

3.      Jam 8.45 atau Jam 9, Sumarna, petugas Loket masuk ke loket 
dengan `cengengesan' tanpa air muka, lalu melakukan pemilahan file 
dimuka para pasien yang berkerumun seperti pengemis stress yang 
berharap dapat dikasihani, dan dengan wajah penuh `kuasa' Sumarna 
memanggil satu persatu antrian, dimulai dengan sekelompok "orang 
lama" yang dia kenal, baru urutan kartu.

4.      Di lantai 2, saya melihat  sendiri, beberapa jururawat 
memanggil lebih dahulu pasien-pasien yang mereka kenal, karena konon 
mereka terbiasa menerima tips.

5.      Jangan tanya attitude Bapak di lantai 2 kamar 2, yang ketika 
kami tanyakan berapa biaya fisioterapy, yang dijawab: "dengan Askes 
Rp. 20.000, dan swasta Rp. 50.000", dan ia menganjurkan untuk ke 
Swasta karena yang Askes "lelet", katanya. Padahal, biaya Fisioterapi 
Askes adalah tidak bayar sama sekali.

Jadi Bapak-Ibu, Management RSCM, mohon perbaiki Department Rehab RSCM 
segera. Yang datang kesana semua adalah orang sakit yang perlu di 
rehab, nyatanya mereka harus berdiri ber-jam-jam untuk direhab. 
Ironis kan?

WASSALAM,
Maria Wongkar
Jakarta Selatan

TEMBUSAN: METROTV/RCTI/SCTV/GLOBALTV/TRANSTV/ANTV/TPI







Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke