Ts yang terhormat Kegalauan Ts sekalian sama dengan yang aku rasakan. Melihat bagai mana carut marut perlakuan terhadap dokter dinegeri ini membikin miris.
Perlakuan terhadap dokter yang PNS sepanjang yang saya tahu juga tak lebih baik, saat PTT saya melihat bagai mana dokter dokter tak berdaya melawan perlakuan birokrasi yang tak adil, semua hanay bisa mengapit tangan di selangkangan sambil berkata "pak" waalau yg diktakan para birokrat sangat tidak adil. Di media masa saya membaca dokter honorer beramai ramai ke pemda meinta diangklat menjadi PNS, saya melihat lama lama dokter akan seperti guru bantu. walau punya nilai strategis tetap tak dipandang. Terkadang saya jadi iri pada buruh, yang berani mengancam pemerintah, walau nilai tawar mereka secara personal sangat lemah, tapi bisa membuat pemerintah ketar ketir. Mungkin dokter tak perlu mel;akukan demo seperti para buruh tap dokter harus paham nilai tawarnya. Saya adalah dokter yang cabut dari PNS karena saya merasa di perlakukan tidak adil, toh ternyata saya bisa survive, karena dengan jari yang sepuluh masih bisa mengais rezeki di jkt, dan tetap aja ada peluang sebagai profesional. Dalam kurikulum kuliah kita tak diajarkan kemandirian, pendidikan kita sangat senioritas sehingga kita tak berani berbeda pendapat sehingga para dokter pun setelah jadi dokter masih kebawa sikap begitu. Kedepan dengan dibuka keran dokter luar, apakah kita masih akan di pandang? akan kita kita berni teriak saat kita di zalimi. Persatuan Dokter Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Jadi dokter di Indonesia sial banget. Baru2 ini beberapa dokter honorer jakarta menggugat BKD tentang penerimaan CPNS, karena banyak yang ga diterima karena umur. Padahal yang lainnya yang belum PTT diterima. Salah sapa? Salah Depkes. Dulu depkes mewajibkan dokter PTT, shg banyak dokter yang tidak jelas nasibnya. Dengar2 sekarang akan diberlakukan lagi. Semua elemen dokter mesti menolak, karena akan merugikan masa depan dokter. Pasti ada yang nanya gimana dengan rakyat yang perlu pelayanan kesehatan? Hal itu bukan tanggung jawab dokter sebagai individu, tapi tanggung jawab negara. Rakyat yang miskin bukan tanggung jawab orang yang mampu secara individu, tapi negara. Iya kan? Terus gimana peran IDI? Nasib buruh lebih beruntung daripada dokter. Kenapa? Karena kalo buruh dipecat, masih dapat pesangon, ada uu yang mengaturnya dan ada organisasi yang membelanya. Gimana dgn dokter di Indonesia? Kalo dipecat yah ga dapat pesangon dan ga ada yang bela. Seperti contoh nasib dokter2 di RSU Bekasi baru-baru ini. Sapa yang bela? IDI sudah asik dengan peran sebagai pemberi rekomendasi dan pengumpul uang iuran saja. Yang lain? Who cares? Untuk itu perlu ada organisasi alternatif selain IDI. Meskipun di UU Praktek kedokteran hanya IDI yang dianggap sbg organisasi dokter satu2nya. Itu hanya sebatas pemberi kompetensi. Organisasi yang dimaksud mesti bisa mengadvokasi dokter, membantu dokter bila ada masalah, peran mediasi, dll. Sebetulnya organisasi itu sudah ada yaitu Pesatuan Dokter dan DOkter Gigi Indoneisa (PdrI) yang dideklarasikan 9-9-2002. Sekarang memang lagi mati suri karena pentolannya pada sibuk melanjutkan pendidikan. Ada yang ke Unpad, UI, Unhas, USU, Unbraw, dll. Tapi, kita para pendiri dan pengurus masih tetap komit untuk pemberdayaan dokter di Indonesia. Untuk itu bila ada teman2 dokter yang simpati dengan organisasi kita bisa kirim SMS ke 08568515485. Ketua Umum dr Imelda Datau Sekjen dr Zaini Khadafi Tim Strategi PdrI __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "dokter" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
