PAK DOKTER..KENAPA YA PADA PUSING....SAYA TURUT PRIHATIN TAPI TIDAK BISA KASIH 
JALAN KELUAR..MAAF YA PAK DOKTER, SAYA BANYAK KETEMU SAMA DOKTER YANG BISNIS 
MLM, BAHKAN GROUP UPLINE SAYA BANYAK YANG DOKTER JUGA. APAKAH INI BATU 
LONCATAN? TAPI PAK DOKTER, MEREKA BANYAK MENYEMBUHKAN PASIENNYA DENGAN PRODUK 
YANG DIPASARKAN. kALSIUM DARI TIANSHI TERBUKTI AMPUH PAK DOKTER, MAAF YA PAK 
DOKTER BUKANNYA SAYA MERENDAHKAN, TAPI APAKAH TIDAK MUNGKIN ANDA-ANDA MENGIKUTI 
JEJAK MEREKA, DENGAN JOIN DI TIANSHI BERSAMA SAYA....MAKASIH KALAU PAK DOKETR 
TIDAK PADA TERSINGGUNG..SAYA HANYA ORANG AWAM YANG INGIN MENYUMBANG SEDIKIT 
SAJA UNTUK MENUMBUHKAN EKONOMI BANGSA..KALAU PAK DOKTER MAU MARAH SAMA SAYA 
SILAHKAN EMAIL SAYA DI [EMAIL PROTECTED]  begitu aja ya pak dokter...
   
   
  semoga anda semua sukses dalam menjalankan tugas mulia anda

Dr Baharuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Harap hemat bandwith 
----------------------
Iya nih pak KM, kita pada sedih juga, ada yang mampu merubah sistem kesehatan 
di negara kita ?

Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Harap hemat bandwith 
----------------------
Kok nggak ada yang menanggapi? Atau mencari solusi sebab ini adalah awal
dari nasib dokter Indonesia kalau nanti dokter asing boleh brepraktik dan
membuka klinik atau rumah sakit di Indonesia. Ataukah kita lebih senang
bersikap protektif dan melarang artau mempersulit dokter dan rumah sakit
asing beroperasi di Indonesia?
Di Jakarta ada klinik SOS-Medica yang sebenarnya semula untuk menjaring
expatriate. Sekarang banyak orang Indonesia juga berobat di sana.
KM

-------Original Message-------

From: Mailing List Dokter Indonesia
Date: 05/20/06 01:33:00
To: Mailing List Dokter Indonesia
Subject: [MLDI] Masyarakat Sumut banjiri RS di Penang Malaysia

Harap hemat bandwith
----------------------
Dari milis tetangga, barangkali menarik utk. diskusi.

BH Jo
-------------------------------

Date: Fri May 19, 2006 1:12 pm
Subject: Masyarakat Sumut banjiri RS di Penang
Malaysia

Masyarakat Sumut banjiri RS di Penang Malaysia

MEDAN: Pagi itu udara terasa panas. Suasana di Bandar
Utara Internasional
Polonia sesak. Nampak sejumlah orang sakit dan
keluarganya memenuhi tempat
duduk di ruang tunggu. Mau pergi berobat kemana
mereka? Setelah ditanyakan,
ternyata mau ke Kota Penang, Malaysia. Negeri Jiran
itu menjadi tujuan untuk
berobat dan cek kesehatan.

Sudah umum diketahui, warga Sumut menjadikan Penang
sebagai tempat berobat
favorit. Tidak heran jika dalam lima hari penerbangan
Medan-Penang selalu
penuh. Singapura yang selama ini menjadi pilihan
berobat perlahan mulai
ditinggalkan. Kecuali penyakit yang susah sembuh dan
sebagian kecil orang
kaya di Sumut masih berobat ke Singapura.

Masyarakat Sumut ternyata sudah tidak asing lagi
dengan rumah sakit di
Penang. Setiap tahun sedikitnya 250.000 orang berobat
ke Penang. Kalau
ditotal dengan warga yang melakukan cek kesehatan,
jumlahnya bisa membengkak
menjadi dua kali lipat. Mereka meninggalkan rumah
sakit di daerah ini.

Membanjirnya warga Sumut berobat ke Penang tidak lain
disebabkan rendahnya
mutu pelayanan kesehatan rumah sakit lokal. Walaupun
sudah ada UU pembatasan
praktik dokter, maksimal hanya bisa buka praktik di
tiga tempat, ternyata
belum membantu peningkatan pelayanan kesehatan di
berbagai rumah sakit di
Sumut. Para dokter di Medan lebih mengutamakan kerja
di praktiknya,
dibandingkan dengan tempat tugasnya di rumah sakit.
Jadi tidak heran
manakala ada dokter di Medan memberikan resep kepada
pasiennya hanya lewat
telepon melalui petugas paramedis di rumah sakit
tempatnya bekerja.

Jumlah rumah sakit di Medan
No Tipe Unit Tempat tidur
1. A 1 750
2. B 1 750
3. C 4 690
4. D 44 2.600
5. Puskesmas 39 -
6. Klinik bersalin 282 -
7. Rumah sakit ibu dan anak 8 -
8. Rumah sakit mata 4 -
9. Rumah sakit kusta 1 -
10. Rumah sakit jiwa 4 -
Sumber: diolah dari berbagai sumber

Rumah sakit di Medan sebagaimana disebutkan ratusan
pasien, ternyata kurang
memanusiakan manusia. Pelayanan diberikan hanya
mengejar uang semata, bukan
atas dasar kemanusiaan. Seorang pasien bisa telantar
berjam-jam karena tidak
membawa uang muka. Atau pasien dibiarkan menunggu di
ruang tunggu tanpa
pengobatan dari dokter.

Pasien merasa ditelantarkan oleh dokter. Hal ini
membuat pasien merasa tidak
dihargai dan lari berobat ke luar negeri. Apalagi,
biaya yang dikeluarkan
untuk berobat di Penang ternyata lebih murah
dibandingkan dengan berobat di
rumah sakit di Medan. Sekadar perbandingan, cek
kesehatan lengkap di Penang
cukup dengan Rp1,5 juta, sedangkan di Medan paling
murah Rp2 juta.

Minim peralatan

Persoalan lain yang dihadapi para pasien yang berobat
ke rumah sakit di
Medan adalah minimnya peralatan operasional. Banyak
pasien harus ditandu
atau dinaikkan ke mobil ambulan hanya untuk melakukan
USG (ultrasonografi)
atau photo torach (untuk mengetahui TBC). Akibatnya,
pasien yang sudah parah
penyakitnya bertambah sakit karena terguncang-guncang
di dalam mobil. Tentu
ini tidak nyaman bagi pasien.

Hal lain tentu berkaitan dengan kualitas obat yang
diresepkan oleh seorang
dokter. Sudah tidak rahasia lagi, seorang dokter hanya
memberikan resep obat
keluaran pabrik tertentu karena dokternya mendapatkan
fee dari setiap resep
yang dikeluarkan. Padahal, obat yang diresepkan dokter
tersebut belum tentu
cocok untuk kondisi pasien. Obat-obat antibiotik
buatan pabrik tertentu,
misalnya, sering tidak pas untuk seorang pasien.

Akibat kesalahan memberikan resep obat tersebut,
mengakibatkan pasien
mendapatkan penyakit tambahan. Artinya, penyakitnya
bukan sembuh tapi
mendapatkan penyakit baru.

Seorang dokter di Penang pernah mengatakan pasiennya
dari Medan harus
menjalani terapi agak lama (satu bulan), karena harus
mengeluarkan obat-obat
yang sudah dimakan selama ini. Obat yang diberikan
dokter di Medan ternyata
menjadi racun di tubuh pasien. Racun tersebut harus
dikeluarkan dulu dari
tubuh pasien, baru diberikan obat yang cocok untuk
penyakitnya.

Lari ke luar negeri

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut memperkirakan
Rp400 miliar sampai Rp500
miliar uang penduduk Sumut lari ke luar negeri hanya
untuk berobat ke
Singapura dan Malaysia.

Rustam Effenfi, Ketua Umum IDI Sumut, mengatakan
capital outflow setiap
tahun untuk berobat mencapai Rp400 miliar sampai Rp500
miliar.

"Masalah ini harus dipikirkan bersama. Bagaimana agar
dana sebesar itu tidak
bertambah besar lagi hanya karena pelayanan kesehatan
di nilai kurang
memuaskan," ujarnya belum lama ini.

Menurut dia, sedikitnya 600.000 masyarakat Indonesia
berobat ke luar negeri.
Sekitar 200.000 orang, lanjutnya, berasal dari Sumut.
Alasan mereka karena
biaya relatif murah dan diagnosa dokternya lebih
akurat dan menyembuhkan
penyakit. Selain itu, peralatannya lengkap dan
canggih.

"Kemudian, pasien ditangani oleh dokter spesialis yang
sangat ramah dan
memberikan pelayanan secara profesional."

Dari sisi pengetahuan, menurut dia, dokter di
Indonesia tidak kalah. Bahkan
banyak dokter dari Tanah Air mengajar di sejumlah
universitas di Malaysia.
Hanya saja, pelayanan para dokter yang diberikan
kepada masyarakat sering
tidak memuaskan pasien.

Misalnya, di ruang praktik dokter hanya menanyakan
bagian mana dari badan
pasien yang sakit, lalu diberikan resep. Pasien mau
konsultasi lebih lama,
pasien lain sudah banyak yang antre sampai berjam-jam
menunggu di ruang
tunggu praktik dokter.

Semestinya, kata Rustam, pelayanan seperti itu sudah
harus ditinggalkan.
Para dokter harus memberikan waktu relatif lebih lama
kepada pasien dan
keluarganya untuk mengetahui jenis penyakitnya. Dengan
demikian obat yang
diresepkan pas dan cocok.

Langkah yang harus ditempuh untuk menahan agar
masyarakat tidak lagi
berbondong-bondong lari berobat ke luar negeri,
menurut dia, sistem
pelayanan kesehatan di negeri ini harus diperbaiki.

"Pasien harus dilayani secara profesional dan ramah.
Dengan demikian pasien
tidak memilih berobat ke luar negeri," tuturnya.

Menurut dia, masalah lainnya yakni rumah sakit harus
dilengkapi dengan
peralatan alat-alat kesehatan modern. Pemerintah,
katanya, harus mewajibkan
setiap pengelola rumah sakit melengkapi peralatannya.
Rumah sakit yang tidak
memiliki peralatan memadai harus merujuk pasien ke
rumah sakit yang lengkap
peralatannya.

"Jangan seperti selama ini, sebuah rumah sakit tetap
menahan pasien di rumah
sakit itu walaupun peralatannya tidak memadai.
Akhirnya, pasien meninggal
dan citra rumah sakit jadi jelek."

Sementara itu, Wali Kota Medan Abdillah mengakui
jumlah warga Medan yang
berobat ke luar negeri lebih dari 300.000 orang per
tahun. Hal ini terjadi,
paparnya, karena pelayanan rumah sakit di daerah ini
sangat buruk dan
peralatan yang dimiliki tidak memadai.

Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan (milik Pemkot
Medan), ungkapnya, akan
dilengkapi dengan peralatan canggih. Para dokter yang
praktik pun harus
diberikan remunerasi yang memadai. Kalau tidak,
tegasnya, jangan harap
pasien kelas menengah ke atas akan memilih rumah sakit
di di daerah ini
sebagai tempat berobat.

Secara bertahap, tambahnya, RSU Pirngadi Medan yang
memiliki tempat tidur
sebanyak 750 unit, ditata dengan membangun gedung
baru. Selanjutnya, tinggal
melengkapi dengan peralatan yang lebih canggih. Apapun
alasannya, katanya,
rumah sakit pemerintah dan swasta di Medan harus
berbenah agar pasien tidak
lari ke luar negeri.

Wali Kota Medan menambahkan jumlah anggota masyarakat
Sumut yang berobat ke
luar negeri jauh lebih besar dibandingkan dengan angka
yang dirilis IDI
Sumut. "Saya mempunyai angka jauh lebih besar. Sekitar
600.000 orang per
tahun warga Medan dan Sumut yang berobat ke luar
negeri," tuturnya.

Jika diteliti di Polonia Medan dan Belawan, banyak
yang tercatat sebagai
pelancong yang bepergian ke Penang. Padahal,
lanjutnya, orang tersebut mau
berobat ke Penang.

Abdillah mengaku sudah mengunjungi rumah-rumah sakit
di Penang. Ternyata
hampir 80% pasien rumah sakit di Penang adalah warga
Medan dan Sumut.
Sebagian kecil, lanjutnya, berasal dari Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD).
Kalau kondisi tersebut tetap dibiarkan, menurut dia,
maka rumah sakit di
daerah ini hanya akan dimasuki oleh pasien-pasien
miskin yang mengandalkan
Askeskin (kartu berobat bagi warga miskin) dan Askes
(kartu berobat para
pegawai negeri sipil). Sedangkan warga kelas menengah
dan atas sambil
melancong akan berobat ke luar negeri.
([EMAIL PROTECTED])

Oleh Master Sihotang
Wartawan Bisnis Indonesia


http://www.bisnis
com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vn\
w_lang_id=2&ptopik=A08&cdate=19-MAY-2006&inw_id=440183






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_______________________________________________
MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI)
Sejarah, etika bermilis dan arsip, subscribe/unsubscribe dapat diakses di :
http://www.mldi.or.id atau
kirim mail ke: mailto:[EMAIL PROTECTED]
&&&&
Informasi di atas adalah informasi kesehatan umum dan tidak dimaksudkan
untuk menggantikan nasehat, diagnosis dan pengobatan dari tenaga kesehatan
profesional
_______________________________________________

_______________________________________________
MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI)
Sejarah, etika bermilis dan arsip, subscribe/unsubscribe dapat diakses di : 
http://www.mldi.or.id atau
kirim mail ke: mailto:[EMAIL PROTECTED]
&&&&
Informasi di atas adalah informasi kesehatan umum dan tidak dimaksudkan untuk 
menggantikan nasehat, diagnosis dan pengobatan dari tenaga kesehatan profesional
_______________________________________________


                  
---------------------------------
Sneak preview the  all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just 
radically better. 
_______________________________________________
MAILING LIST DOKTER INDONESIA (MLDI)
Sejarah, etika bermilis dan arsip, subscribe/unsubscribe dapat diakses di : 
http://www.mldi.or.id atau
kirim mail ke: mailto:[EMAIL PROTECTED]
&&&&
Informasi di atas adalah informasi kesehatan umum dan tidak dimaksudkan untuk 
menggantikan nasehat, diagnosis dan pengobatan dari tenaga kesehatan profesional
_______________________________________________


Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 



  SPONSORED LINKS 
        Health and wellness   Health wellness product   Health and wellness 
program     Diet fitness health nutrition wellness   Health promotion and 
wellness   Health and wellness promotion 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "dokter" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/asSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke