Usai Hadiri Hajatan, 153 Warga Keracunan Yth Netter,
Kejadian seperti artikel di bawah ini sering sekali terjadi. Keracunan makanan mengganggu kehidupan kita. Bisa menyerang siapa saja. Bagaimana mengendalikannya? Hygiene inspection, HACCP atai ISO 22000? Salam, Sudjoko KUSWADJI ====================================== Usai Hadiri Hajatan, 153 Warga Keracunan Minggu, 13 Agustus 2006, 01:19:47 Rakyat Merdeka. Sebanyak 153 warga Kabupaten Banyumas mengalami keracunan setelah sebelumnya mereka menyantap hidangan yang disajikan di acara hajatan yang digelar oleh salah satu warga Jompo Kulon-Sokaraja, Slamet. Dari hasil pantauan yang dilakukan oleh Radarmas, diperoleh data jika terdapat 83 orang pasien di RSU Margono Soekardjo, 30 orang pasien keracunan yang dirawat di RS Purbalingga, 20 orang pasien yang dirawat RSU Banyumas, 20 orang pasien yang dirawat di Puskesmas I Sokaraja. Gejala keracunan sendiri baru dirasakan oleh warga seperti sakit perut, mual-mual dan pusingpusing selang sehari setelah acara hajatan (Kamis malam lalu, red). Mereka yang baru merasakan gejala keracunan itu segera dilarikan ke 2 rumah sakit terdekat, yakni di RSUD Purbalingga dan RSU Margono Soekardjo Purwokerto. Kepala Instalasi Gawat Darurat, dr. Paulus Ghozali yang ditemui dikantornya, Sabtu (12/8) membenarkan jika Jum'at malam sekitar pukul 23.00 WIB, RSU Margono Soekardjo menerima lebih dari 50 warga Jompo yang mengalami gejala keracunan makanan. "Kebanyakan dari mereka mengeluhkan perut mulas dan kepala pusing," jelas Paulus. Ia mengatakan hingga saat Sabtu, data yang tercover oleh IGD RSU Margono Soekardjo menunjukan jika dari total 83 warga yang datang berobat, 59 orang menjalani rawat jalan dan 24 orang lainnya menjalani rawat inap. "Termasuk 3 orang balita, yang demamnya hingga mencapai 40 derajat celcius," jelasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit dan kepolisian belum dapat memastikan zat beracun apa yang terkandung dalam makanan yang disantap oleh para korban pada acara hajatan tersebut. Namun dikatakan jika pihak kepolisian telah mengambil sampel dari makanan yang disantap para korban seperti sayur telor, sayur tempe untuk melakukan tes toksifikasi. "Kami telah mengambil sampel dari bebrapa makanan yang dihidangkan termasuk minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng dan memasak," tutur Kepala sub Unit Reskrim Umum, Iptu Nurhadi. Ia mengatakan jika pengambilan sampel minyak goreng terutama minyak goreng sisa (jlantah, red) dilakukan kerena sangat potensial untuk perkembangan bakteri toksin yang membahayakan. Ditanyakan mengenai siapa yang akan menaggung semua biaya perawatan yang dikeluarkan, Paulus mengatakan jika sudah sepantasnya pihak pemerintah Kabupaten, dalam hal ini satuan Pelaksana Tugas (Satlakgas) harus bisa berkoordinasi untuk menangani permasalahan ini. "Karena peristiwa ini bisa dikategorikan sebagai bencana," pungkasnya. ap13/jpnn ================================ Dr Sudjoko KUSWADJI MSc(OM) PKK SpOk Occupational Health Consultant IDKI Foundation Occupational Health Public Training Jl Puyuh Timur III Block EG 3 No 1 Bintaro Jaya Sector V Jurang Manggu Timur Tangerang 15222 Banten Indonesia Phone: +62217343651 Fax: +62217358966 Http://www.yayasanidki.or.id/ Email: [EMAIL PROTECTED] PT Suprima Occupational Health Consultant & Services Gedung Lina Floor 2 # 206A Jl HR Rasuna Said Kav B7 Kuningan Jakarta 12910 Indonesia Phone and Fax: +6221 5263162 Email: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
