salam kenal untuk teman sejawat dengan inisial
  diahtamankampus
  
  teman sejawat saya sangat sependapat dengan saudari/saudara, saya rasa  
saudara dengan inisial sang mungkin harus menelaah kembali dengan  penyataan 
saudara tentang dokter, dengan pola pandang saudara yang  sangat sempit itu 
menunjukkkan wawasan intelektual anda sangaat dan  amat sangat terbatas 
sekali... anda sudah tidak  lagi bisa melihat  keadaaan kondisi saat ini dengan 
objektif. saya rasa saudara sang mesti  membaca pengalaman sebagai berikut 
dengan kisah ini bahwa anda akan tau  bahwa seberapa jauh wawasan dan 
intelektual yang anda miliki.....
  
  semasa saya berperaktik sebagai dokter PTT di sukabumi daerah yang  sangat 
minim masarakatnya mengeyam pendidikan, bahkan sumber media masa  saat itu 
masihlah sangat terbatas kemudian saya memeriksa seorang  pasien dirumahnya 
(home visit) dan pasien itu setelah saya periksa dan  saya berikan obat pasien 
itu mengatakan maaaf dokter kami tidak sanggup  bayar kami hanya punya sebuah 
pepaya lalu kami mengatakan sudah ibu  tidak apa apa bila ibu tidak mampu 
semoga tuhan memberikan kesembuhan  pada ibu.... lalu kami beranjak pulang dan 
kami tidak ingin  mengecawakan mereka kami terima sebuah hadiah pepaya dan kami 
harus  berjalan berkilo kilo saaat itu untuk sampai ke rumah dinas yang jadi  
satu dengan puskesmas.... lalu 3  harinya si pasien sudah lebih  baik dan 
datang ke puskesmas.... lalu saya bertanya pada pasien itu  gmana bu dan baikan 
lalu sang ibu menjawab alhamdulilah dokter saya  sudah enakan... tapi maaaf ya 
dokter saya tidak mampu membayar ... saya  katakan tidak
 apap apa ibu memang apa apa sekarang serba mahal ya  bu.... lalu bu itu dengan 
bijak menjawab dokter sesungguhnya berobat  itu tidak mahal orang ke puskesmas 
dengan plus obat hanya 600 rupiah  apalagi kemaren dokter dateng kerumah jauh 
lagi..... terus menurut ibu  knapa masih banyak orang yang tidak mampu bu ( 
dengan rasa ingin tau  apa kammetra ibu itu) .... lalu sang sang ibu yang buta 
huruf menjawab  dokter yang buat mahal itu bukan dokter dan negara ini kaya, 
tapi   banyak koruptor di negeri ini yang makan uang rakyat...... dan  
sterusnya. saya nggak nyagka orang desa buta huruf pemikiran nya sejauh  ini 
dan wawasanya pun cukup luas.... 
  
  terus bagaimana dengan MR/MRS "SANG"
   
  SEJAUH ITUKAH PEMIKIRAN SAUDARA ?????????????????????? 
RENUGKANLAH.............................................!!!!!!!!!!
  
diah taman <[EMAIL PROTECTED]> menulis:                                         
         Kawan dengan inisial "sang",
    Mohon ijin untuk tidak sependapat dengan saudara.
  tahun 1995 saya lulus sebagai dokter, kemudian bekerja di klinik suasta  
dengan gaji pokok 100 ribu per bulan + transport 3000 per jaga, dan  gaji 
pembantu saat itu sudah 300 ribu per bulan, sedang buruh pabrik  sudah 450.000 
an.
     
  tahun 1996 kerja sebagai dokter di kapal pesiar dengan gaji 1 juta per  bulan 
kerja non stop selama 24 jam. Padahal gaji kru kapal yang paling  bawah sudah 3 
juta per bulan.
     
    tahun 1997 kerja sebagai dokter ptt di puskesmas dengan gaji 500 ribu 
perbulan.
    gaji buruh pabrik sudah 600 ribu per bulan.
     
    tahun 1999 sebagai CPNS dengan gaji pokok 290 ribu per bulan.
     
  tahun 2006 kerja di lembaga riset di korea dengan gaji 300 ribu Won per  
bulan, padahal gaji buruh pabrik di korea sekitar 1,2 juta Won per  bulan.
     
     
    TERUS MENURUT SAUDARA,
    MANA YANG "JAHAT" DAN "BRENGSEK",
     
     
    Profesi dokter tetap luhur sampai saat ini,
    mereka para dokter "tidak menghitung ekonomi",
    karena jelas "rugi".
     
    hanya karena "memang harus ada dokter" di tengah masyarakat yang sedang 
sakit, seperti saudara saat ini.
    kalau saudara tidak punya "uang", minta saja "surat miskin", pasti di kasih 
gratis.
     
    Selamat bermalam minggu kawan,
    Semoga kita ketemu lagi,
    diah, Jinju, Korea Selatan
    
  Sang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Kadang kemiskinan bukan hanya disebabkan oleh sistem ekonomi, juga
  bukan oleh amukan bencana alam, juga tidak hanya oleh sebab
  pendidikan amburadul, juga barangkali bukan oleh sebab penguasa
  melakukan pemiskinan, ataupun juga tidak oleh kecelakaan dan
  kejadian tragis saja yg memundurkan ekonomi, tetapi para DOKTER JUGA
  TURUT BERPERAN BESAR DALAM PROSES PEMISKINAN...
  
  Ya, dokter berbaju putih dgn keker, steteskop, kertas resep, meja
  operasi ddgn team kerjanya juga turut punya andil memiskinkan banyak
  orang...
  
  Kerjaan dokter zaman sekarang telah berganti dari profesi sosial
  pelayan masyarakat menjadi pengejar uang receh demi target
  pencapaian kesejahteraan pribadi...
  
  Dokter berlaku sebagai penyembuh bagi orang yg butuh obat dan
  pelayanan, tetapi sekaligus berlaku sebagai lintah yg menghisap daya
  ekonomi banyak orang ggn tarif yg bikin geleng-geleng kepala..
  
  Biaya berobat saat ini amat tinggi, dan barangkali mencapai seminggu
  gaji bagi seorang buruh... Dokter dgn begitu dinginnya mengatakan
  berapa yg dimintanya pada pasiennya.. terutama untuk biaya
  konsultasi saja dgn resep yg bisa mencapai 50ribu hingga ratusan
  ribu rupiah...
  
  Ibuku pernah berkata, berapa biaya seorang calon dokter semasa
  kuliah dulu, dan itulah yg membikin mereka menetapkan tarif tinggi
  dgn tujuan mengembalikan modal yg keluar semasa kuliah dulu...
  rupanya mereka para dokter ini hanyalah tukang-tukang ekonomi dgn
  untung rugi bertujuan akumulasi modal juga seperti para kapitalis
  penghisap ekonomi...
  
  kemarin-kemarin ada seorang bapak dgn penyakit pilek tak sembuh-
  sembuh, diminta oleh seorang dokter kapitalis dgn biaya 300ribu
  rupiah untuk kesembuhan si bapak... nyatanya belum sembuh juga, lalu
  berobat keseorang dokter berjiwa sosial dgn obat generik berbiaya
  hanya 25ribu rupiah, beberapa hari kemudian mulai ada kesembuhan...
  
  Saya tidak habis pikir, kenapa dokter meminta tarif tinggi pada
  banyak pasien, padahal belum tentu sembuh? dan akibat dari
  perbuatannya ini, telah terjadi banyak kemiskinan akibat penyakit
  plus biaya berobat tinggi dikalangan rakyat kita...
  
  Tidak salah saya mengatakan, kalau DOKTER SEKARANG BEKERJA SEBAGAI
  PENANGGUK DIAIR KERUH... Penyakit si pasien makin berat oleh ongkos
  yg dikeluarkannya , belum lagi tersebab ketidak bisaan sipasien
  untuk bekerja mencari biaya berobatnya...
  
  jadi salah satu sebab kemiskinan bangsa ini adalah akibat ekonomi
  biaya tinggi yg dilakukan oleh para dokter-dokter sok sosial tetapi
  mencekik leher dgn biaya-biaya tak tertanggung oleh pasien-
  pasiennya... dan dokter semacam ini hanyalah lintah darat yg
  menghisap ekonomi bangsa ini..
  
  Pemerintah kalau concern dan penuh perhatian pada upaya pengentasan
  kemiskinan perlu menertibkan dan mengawasi dokter-dokter semacam ini
  yg jumlahnya telah mencapai ribuan lulusan sekolah kedokteran...
  
  Sang
  
  Kritisi kesehatan..
  
    
  ---------------------------------
   All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done 
faster.
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                    

                
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke