Liputan Kompatiologi di harian Jurnal Nasional Jumat, 11 Mei 2007 Beberapa tulisan yang terlampir diantaranya: * Provokasi ala Kompatiologi * Wawancara : Kompatiologi ala Vincent Liong * Anak Brilian Itu Bernama Indigo
Note: Ingin belajar Kompatiologi, baca: LAMPIRAN Info 'Pendekon' (Pengajar) Kompatiologi :: Terlampir di bagian akhir email ini Provokasi ala Kompatiologi Jakarta, Jumat, 11 Mei 2007 e-link: http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=28868 BARANGKALI Anda pernah mendengar nama Vincent Liong dan ilmu kompatiologi. Di beberapa milis, seperti groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati, groups.yahoo.com/group/vincentliong, groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif, nama Vincent Liong dan kompatiologi semakin hangat dibicarakan. Belakangan, Metro TV melalui tayangan Kick Andy! pernah mengulas anak indigo dengan menghadirkan Vincent sebagai sumber utama. Juga tayangan TV7 pernah mengangkatnya dalam tayangan Fenomena tentang anak indigo. Menurut pelbagai sumber, indigo adalah manusia yang memiliki aura ungu. Dengan bahasa lain, memiliki kecerdasan spiritual yang melebihi kemampuan manusia normal, sehingga disebut-sebut ia bisa meramal. Beragam orang mendefinisikan indigo, berikut tabiat-tabiatnya. Jurnal Nasional pun bertemu dengannya di food court sebuah plasa di Jakarta Selatan, jelang Magrib, untuk mengetahui hal itu. Vincent Liong, dan Ondo Untung, orang yang disebut Vincent sebagai asistennya, telah menunggu kami sejak pukul 16.00. Sebagaimana perjanjian melalui telepon, kami mesti membeli beberapa jenis minuman kemas untuk bahan proses dekon (kependekan dari dekonstruksi). Paling tidak, ada 15 jenis minuman. "Untuk mengetahui kompatiologi, sulit dijelaskan secara teoretis. Anda harus mengalaminya. Proses awalnya adalah didekonstruksi," kata Vincent, dan Ondo mengiyakannya. Mahasiswa drop out Universitas Atma Jaya Jakarta itu menjelaskan, didekonstruksi artinya diinstal pikirannya untuk bisa memahami kompatiologi. Proses awalnya adalah dengan merasakan reaksi yang ditimbulkan setelah meminum minuman kemasan itu. Vincent rupanya sudah menyiapkan gelas plastik dan sedotan. Ia membagi-bagikannya untuk berempat. Ke-15 minuman itu disusun berdasarkan jenisnya. Ada jenis teh, jenis ion, kopi, vitamin C, dan yang bersoda. Vincent mencampur beberapa jenis dalam setengah gelas plastik, kemudian hasil oplosannya dibagi kepada kami berempat. Tiap orang disuruh meminumnya, kemudian menyampaikan efek yang dirasakan setelah minuman itu. "Tidak perlu berpikir, tapi katakan saja apa reaksi yang terjadi pada bagian tubuh. Nih, tadi saya ada reaksi di bagian depan ini," katanya sambil menunjuk ke bagian pipi. Sampai di situ, belum ada yang bisa ditarik pengertian apa itu dekosntruksi dan kompatiologi. Tapi bisa disimpulkan, dua soal ini saling berkait. Proses mengoplos minuman itu ada dua tahap. Kami diajak minum sampai setelahnya ingin buang air hingga dua kali. Tahap ketiga, kami diajak ke salah satu toko buku yang ada di Plaza Senayan. Vincent dan saya berada di lajur yang berseberangan. Ia kemudian mengetuk-ngetuk salah satu buku, dan ia meminta penulis menebak buku ini tentang apa, "Jelaskan dengan satu kata saja," perintahnya. Pada tahap ketiga ini, intinya kami diajak menebak isi buku dengan menggunakan feeling. "Jangan berpikir, tapi gunakanlah feeling," katanya. Setelah melalui tahap satu hingga tingga, bisa dijelaskan, apa yang dimaksud dengan dekon dalam versi Vincent, yakni cara merespons suatu gejala, dalam bahasa dia disebutnya data, dengan menyelaraskan antara feeling dan pikiran. Penjelasan ini mungkin tidak bisa merangkum maksud dia. Tetapi metode merespons suatu gejala dengan menggunakan metode tertentu, bukanlah suatu yang baru. Setidaknya, dalam ajaran Islam ada ajaran tarikat, tasauf, juhud, istiqomah, dan lain-lain. Dalam berbagai etnis, ada juga ajaran untuk merespons dengan metode tertentu. Di China misalnya, ada istilah ngoheng, yaitu cara merespons dengan terlebih dahulu menganalisis kondisi sehingga kita bias menempatkan diri pada posisi yang tepat. Di Jawa ada ilmu petangan, kanuragan, dan lain-lain. Di Sunda ada ajaran herang caina beunang laukna, mipit kudu amit, ngala kudu bebeja, papat kailma pancer, dan lain-lain. Dekon yang dimaksud Vincent tentu tidak sefilosofis yang dimaksud para filsuf. Namun, sesederhana apa pun, yang dirumuskan Vincent ini ada yang mempercayai dan mengikutinya. Sampai-sampai di milis disebutkan, ada beberapa pendekon (tukang mendekonstruksi) yang disebut-sebut sebagai murid Vincent yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Jawa Tengah. Usai melakoni tahap ketiga, kami pun diajak mampir ke rumahnya, di kawasan Permata Hijau. Ia berbicara lebih lanjut. Menurut pengakuannya, ia pernah dihubungi oleh Maria Hartiningsih, wartawan Kompas. Maria menawarkan kepada Vincent untuk dipublikasikan sebagai anak indigo (baca juga tentang Indigo). Ia memberi kami beberapa file film wawancara dia di Metro TV dan radio swasta. Juga akan mengirimi kami file melalui email. Dari bincang-bincang berikutnya, untuk pertama kalinya, ketahuan bahwa yang dimaksud dengan kompatilogi secara etimologis kependekan dari komunikasi simpati logi, atau ilmu tatacara berkomunikasi yang simpatik. Penjelasan etimologis jelas belum memuaskan. Tetapi memang, urain-urain Vincent tentang kompatilogi akan terkesan teoretis, seperti ia tulis melalui milis berbunyi seperti ini, Kompatiologi adalah klimaks dari permasalahan jaman monotheistik yang dimana bangunan hirarki dan pengelomokkkan yang saling mengkambinghitamkan tidak lagi mampu mewakili bidangnya masing-masing dengan baik. Pertanyaannya ialah, buat apa sesungguhnya seseorang belajar ilmu tatacara berlomunikasi yang simpatik? Vincent sendiri menjelaskan, bahwa ia ingin meningkatkan kualitas hidupnya dari waktu ke waktu, salah satunya dengan kompatiologi itu. Dari Bandung, salah seorang yang direkomendasikan Vincent untuk dikonfirmasi, namanya Iwan, menjelaskan bahwa kompatiologi adalah ilmu untuk memanusiakan manusia. "Vincent membukakan kita tentang cara menyikapi suatu masalah," kata Iwan, Rabu kemarin. Vincent berpromosi, dengan belajar kompatiologi seseorang bisa lebih responsif dan sensitif dalam membaca data serta gejala. Ilmunya itu, katanya, tepat bila dipelajari oleh ekonom dan politikus. Dan ia pun memasang tarif, untuk latihan kompatiologi dikenakan biaya Rp500 ribu. "Tapi karena kalian wartawan, berapa ajalah ngasih ke gua," katanya. Pengalaman pertemuan itu kami ceritakan kepada teman di kantor. Ada yang berkomentar, "Ah, jangan-jangan kalian ketipu!" (Doddi / Januarti) Wawancara : Kompatiologi ala Vincent Liong Jakarta, Jumat, 11 Mei 2007 e-link: http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=28862 Pergulatan pemikiran yang muncul dalam tulisan-tulisannya seperti datang dari pemikiran orang pintar atau sama sekali merancu. Mungkin karena minatnya yang sangat besar pada dunia tulis-menulis, Vincent tidak terlalu berminat dengan beberapa mata pelajaran di sekolahnya. Orangtuanya yang tergolong demokratis pun sering tidak mengerti apa yang diingini anaknya yang ber-IQ antara 125-130 ini. Saat bertemu di salah satu pojok mal di kawasan senayan, Rabu (10/5), Vincent mengaku meninggalkan Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya karena menyadari bahwa realita di ruang kelas tidak sama dengan realita di luar ruang kelas. Vincent Liong sebagai penulis, dan lekat dengan sebutan anak indigo, tidak lulus beberapa matakuliah semester pertama. Metodologi Penelitian misalnya, ia tidak lulus dua kali dengan nilai E. Hal serupa juga dialaminya pada mata kuliah Psikologi Umum. Namun begitu, ia mampu "mengagetkan" publik dengan meramu teknik kompatiologi. Apa itu kompatiologi? Berikut hasil percakapan Dodi Achmad Fauzi dan Januarti Sinarra Tjajadi dari Jurnal Nasional dengan salah satu cucu fotografer zaman kepresidenan Soekarno ini. Bagaimana Anda mendefinisikan ilmu kompatiologi ini? Cha-No-Yu atau Japanese Tea Ceremony sebagai metode penanaman sistem pengambilan keputusan berbasis ritual pencicipan telah terbukti efektivitasnya oleh sejarah dalam mempertahankan budaya masyarakat Jepang dari sistem ala Barat. Jadi, budaya dan cara bertingkahlaku ala orang Jepang dari waktu ke waktu tidak punah hingga hari ini. Melalui ritual minuman teh, melalui pencicipan, seseorang bisa menjadi feodal. Terbalik dengan sistem Jepang itu, kompatiologi membawa seseorang melalui sistem pemerosesan informasi yang egaliter. Para praktisinya jadi tidak terikat lagi pada hirarki dan norma, dan ikatan dengan saya hanya sekadar kepentingan. Jadi di ilmu ini, orang, barang, dan binatang hanya dihitung sebagai data. Jadi hanya hitungan untung rugi saja. Seseorang yang telah mempelajari kompatiologi, konstruksi dogmanya akan buyar, seperti komputer saja yang diberi input maka akan keluar output. Mereka tidak terbawa konstruksinya di masyarakat dalam mengambil keputusan, mereka hanya player. Bagaimana penjelasannya? Pada dasarnya kompatiologi harus langsung dialami melalui dekonstruksi menggunakan media minuman, karena ilmu ini dasarnya bukan dari teori. Ilmu ini hanya makan dan minum. Berbeda dengan di sekolah, di sana kita didoktrin dahulu, kalau ini hanya alat saja. Ilmu itu sudah jalan sendiri karena sudah terasah secara biologi, melalui teknik minum itu. Pada dasarnya kompatiologi adalah ilmu analisa strategi, semua dihitung berdasarkan untung rugi. Bagaimana awalnya terpikirkan menciptakan teknik ini? Ilmu ini awalnya hanya dari pengamatan dan eksperimen. Sewaktu saya sekolah di Ghandi Memorial International School, saya bergaul dengan anak-anak Korea Utara, Oman, Mozambik. Saya pelajari intrik-intrik mereka dalam keseharian, saya observasi lalu saya tulis. Dari situ saya hampir tidak naik kelas. Saya lapor ke anggota-anggota saya di mailing list bahwa saya akan tidak naik kelas. Maria Hartiningsih (wartawan Kompas) menawarkan saya untuk bahan tulisannya tentang anak indigo, saya bilang boleh saja. Ada masalah setelah dianggap indigo? Setelah saya disebut indigo, saya kehilangan gairah saya di bidang nonmetafisika. Hal ini karena saya berasal dari ilmu metafisika. Dulu saya suka menulis. Setengah tahun saya menjadi guru tapi akhirnya berhenti karena saya merasa dasarnya saya bukan metafisika. Saya bukan tipe yang senang dihormati. Karena itu saya membuat penelitian bagaimana menduplikasi orang-orang indigo atau yang dibilang seseorang yang serba bisa itu menjadi tidak eksklusif lagi. Bisakah Anda menjadikan seseorang indigo? Sekarang saya bisa produksi sesuai dengan ciri-ciri, kemampuan yang dibutuhkan. Saya instalasi dengan menggunakan minuman, kemudian seseorang itu bisa menjadi indigo tanpa saya berteori. Anda pun kalau sudah mengerti ilmu saya, anda bisa menularkannya ke orang lain dan mengubah mental mereka tanpa banyak ngomong. Efeknya seterusnya, atau harus didekonstruksi ulang? Di dalam proses biasanya ada bentrok psikologis dan mental, setelah stresnya lewat akan ada konflik sampai klimaks, setelah itu mereka akan jadi player. Akhirnya tujuan mereka hanya ingin hidup nyaman. Bahasa sederhananya adalah bagaimana meningkatkan kualitas hidup. Pokoknya dengan sumberdaya seadanya saya harus lebih baik dari hari ini. Gaya ilmu ini bisa diubah-ubah. Tematik, spesialisasi, pengarahan untuk penerapannya berbeda-beda. Kalau teman saya Ondo lebih ke sosial politik, Adi Puwono lebih ke pangalaman-pengalamannya. Jadi bisa berbeda-beda sesuai latar belakang. Kalau tema Anda? Kalau tema saya lebih ke eksistensi, karena dari dahulu tema saya adalah bagaimana saya eksis. Praktik dekonstruksi selalu di pojok mal? Selalu di mal, hanya tempatnya lain-lain. Saya ingin menciptakan suasana yang bising, sesuai dengan kondisi kita yang tidak selalu tenang dan ada hambatan. Kuliah kompatiologi hanya dua sampai tiga kali belajar, seseorang sudah lulus dan bisa jualan. Semua jualan nama, mencari uang sendiri-sendiri. Semua beriklan seperti apa sih kompatiologi itu. Tarif tertulis untuk orang-orang saya adalah Rp250 ribu per orang, tapi kalau belajar dengan saya langsung tarifnya Rp500 ribu. Kompatiologi bisa menjadi profesi baru sama halnya seperti psikolog, dokter dan lainnya. Penerapan ilmu ini di bidang pendidikan? Konteks kehidupan sehari hari tidak ideal seperti yang diajarkan di sekolah. Bagaimana mengkorelasikan antara realita dan ideal kadang sulit karena tidak nyambung. Itulah mengapa sekolah menjadi observer atau teoritisi yang baik, tapi bukan pelaku yang baik. Mereka terlibat di kontekstual, bukan esensi. Sekolah tidak memberikan kemampuan adaptasi. Kalau orang saya, mereka tidak bisa berteori dengan baik tapi bisa menunjukkan hasil yang baik. Untuk apa sekolah tinggi-tinggi tapi hanya berpenghasilan seperti saya yang tidak lulus kuliah. Ya mending seperti saya, bekerja dua hari seminggu tapi bisa hidup nyaman. Sampai kapan akan terus berkecimpung di profesi ini? Saya main kompatiologi ini mungkin sampai dua atau tiga tahun lagi. Kalau suatu bidang sudah saya kuasai, sudah saya rapikan, kekuasaannya sudah saya pegang. Misalnya saya minta apa-apa saja, orang-orang saya akan penuhi. Misalnya banyak kado-kado seperti batik tulis, latihan menembak, karpet. Di luar itu, bayaran saya tetap. Selanjutnya akan buat terobosan apa? Saya akan pindah bidang. Saya rasa akan beralih ke politik, orang sewaan untuk mendidik tim sukses. Bisa-bisa saya akan meninggalkan kompatiologi. Kompatiologi saya gunakan untuk mengorbitkan nama saya, tapi saya kan akan tetap dikenal sebagai penemu kompatiologi. (Januarti) Anak Brilian Itu Bernama Indigo Jakarta, Jumat, 11 Mei 2007 e-link: http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=28867 PELBAGAI sumber yang dijelajah, menjelaskan indigo artinya warna nila atau biru gelap. Maka anak indigo ialah mereka yang memiliki aura berwarna nila. Sudah ada alat untuk melihat medan auratik menusia, apakah masuk kategori indigo, hitam, putih, dan lain-lain. Nama alat itu adalah foto kirlian. Kategori aura warna ungu ini jarang dimiliki manusia kebanyakan. Karena itu, mereka yang indigo masuk dalam kategori unik dan atau kekecualian. Mengenalinya, salah satunya melalui cara berpikirnya yang khas, dan terkadagang dengan logika terbalik dari pendapat yang diyakini oleh publik. Pembawaannya terkadang berkesan tua, denagn pacaran karakteristik perilaku unik. Secara fisik, sukit dibedakan anak indigo dengan anak normal lainnya. Penjelasan mengenai indigo dan warna aura semakin menemukan peneranagn setelah Nancy Tappe mempublikasikan buku Understanding Your Life Through Color (1982). Ia mengklasifikasikan manusia berdasarkan warna energi atau cakra. Menurutnya, cakra ialah pintu-pintu khusus dalam tubuh manusia untuk keluar-masuknya energi. Ia menyebut, cakra dalam tubuh manusia dikategorikan ke dalam tujuh jenis. Yaitu cakra mahkota yang terletak di puncak kepala, cakra Ajna di antara dua alis, cakra tenggorokan di tenggorokan, cakra jantung di tengah dada, cakra pusar di pusar, cakra seks pada tulang pelvis, dan cakra dasar di tulang ekor. Anak indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna yang lebih sensitive sehingga disebut-sebut memiliki mata ketiga (the third eyes), yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Karena itu, mereka pun sering disebut memiliki indra keenam. Mereka dianggap memiliki kemampuan menggambarkan masa lalu atau meramalkan masa yang akan datang. Teorinya seperti itu. Pada kenyataannya, anak indigo sering salah diidentifikasi. Sering mereka dianggap sebagai anak LD (Learning Sidability), atau anak ADD/HD (Attentian Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder). Perbedaannya terletak pada ketidakajegan perilaku yang dikeluhkan. Pada anak indigo, mereka menunjukkan keunggulan pemahaman terhadap aturan-aturan sosial dan penalaran abstrak, tapi tidak tampak dalam kesehariannya, baik di sekolah maupun di rumah. Tappe mengkategorikan ke dalam empat jenis anak indigo, yaitu. Humanis: Tipe ini suka bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan profesi yang digeluti di masa depan adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka berjiawa sosial sekali, ramah, dan memiliki pendapat kokoh. Konseptual: Lebih menikmati bekerja secara individual, dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir yang menjadi pilihannya adalah arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjolnya suka mengontrol orang lain. Artis: Tipe ini menyukai pekerjaan kesenian. Perilaku menonjolnya adalah sensitifn namun kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam lima hingga tujuh bidang kesenian. Namun beranjak remaja minatnya akan terfokus hanya pada satu bidang yang dikuasai secara baik. Interdimensional: Anak indigo tipe ini di masa datang akan menjadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya. (Doddi AF) LAMPIRAN Info 'Pendekon' (Pengajar) Kompatiologi Last update: 30 April 2007 (berlaku sampai update berikutnya) ISI LAMPIRAN * Daftar pengajar Kompatiologi cabang Jakarta. * Daftar penasehat Kompatiologi cabang Jakarta. * Daftar pengajar Kompatiologi cabang daerah (di luar Jakarta; Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo & Purwokerto,.) * Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri Kompatiologi ke Kota Anda. * Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi (unmoderated). Note: Keterangan tentang ciri-ciri dan spesialisasi masing-masing pribadi pendekon ditulis oleh Vincent Liong & Leonardo Rimba. YANG PERLU DIPERHATIKAN: * By appointment only. Biasanya pendekon membawa pendekon dari cabang lain bilamana jumlah terdekon di luar kemampuan pendekon dengan tujuan untuk menjaga standart kwalitas hasil dekon. * Wajib konformasi sehari sebelum hari appointment dan hari yang sama sebelum dekon. * Tidak melayani tanya-jawab via sms dan misscall. * Biasanya acara dekon berlangsung selama empat jam. Dilarang meninggalkan acara sebelum acara selesai. * Order proyek luar kota, seminar, wawancara pers, dlsb hubungi & deal langsung dengan masing-masing praktisi. * Disarankan (tidak wajib) terdekon membawa teman yang tinggal satu area / lingkungan pergaulan dengannya agar memiliki teman sharing tentang penerapan kompatiologi pasca dekon-kompatiologi, agar perkembangan pasca dekon lebih cepat dan terkontrol. * Tiap pendekon bekerja dan bertanggungjawab secara independent. Tanggungjawab kepada klien adalah pada masing-masing praktisi yang menjadi pendekon pilihan anda. * Praktisi kompatiologi tidak memberikan jaminan apapun terhadap klien. Segala resiko dari proses dekonstruksi ditanggung oleh klien sendiri. * Tarif yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan (baik diubah oleh Vincent Liong maupun oleh masing-masing pendekon sendiri tanpa memberitahu Vincent Liong). * Kompatiologi juga membuka diri untuk donasi / sumbangan biaya penelitian yang sifatnya pribadi karena dilakukan oleh masing-masing pendekon atas kemauan & usaha sendiri. Sumbangan berupa uang dapat ditransfer ke bank account atau secara tunai(cash). * Untuk informasi yang belum disebutkan di atas dapat menanyakan langsung kepada pendekon. PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA * MARWAN M. Marwan, menekuni pencarian diri bagi orang yang berminat meninggalkan nilai-nilai tradisional, untuk masuk ke masa postmoderen, dengan memilih sendiri unsur apa yang harus dipertahankan dan unsur apa yang harus diambil dari luar budayanya sendiri. Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City & Mall Taman Anggrek. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-93710900 & Hp: 0818888653. * STEVEN TJOENG (alias: Dayapala Pema Lodoe) Steven adalah universalis pencari kebenaran sejati untuk membantu manusia lainnya mengakhiri permasalahan hidupnya. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-93332223 & Hp: 081381381311. * FARIS FREDY PUTRANTO Fredy adalah pribadi yang work hard & play hard. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Senayan, Senayan City & Plaza Semanggi. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. Hp: 085697868012. * DADE (M. PRABOWO) Dade adalah pribadi yang banyak mendalami aliran yang bersifat sufistik / tasawuf. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi & Mall Kelapa Gading. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-98805716 & Hp: 081808862171. * RIO PANJAITAN Rio adalah pribadi yang pribadi yang memiliki background tekhnik beladiri & filosofi Aikido, dan filsafat Bushido yang adalah warisan budaya Jepang. Mengkhususkan diri bagi mereka yang memiliki semangat pengabdian dalam bidang apapun. Lokasi dekon: Mall Taman Anggrek, Plaza Semanggi & Mall Kelapa Gading. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-99068707 & Hp: 081380530125. * ONDO UNTUNG Ondo adalah pribadi yang lihai dalam menganalisa fenomena sosial-politik kontemporer. Lokasi dekon: Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan, Senayan City, Plaza Semanggi. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA esia: 021-92862617 & Hp: 08128599710. * ADHI PURWONO Adhi mampu mengerti pengalaman-pengalaman sikofren yang berasal dari masa kanak-kanak yang berlanjut ke masa dewasa dan masalah yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi. Lokasi dekon: Plaza Senayan, Senayan City, Mall Taman Anggrek & Mall Puri Indah. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA flexi: 021-68812660 & fren: 08886187085. Bank Account: Bank BNI cabang Harmoni. A/c: 1810500-6 A/n: Adhi Purwono. * VINCENT LIONG (Pendiri & Penemu ilmu Kompatiologi) Vincent adalah pendiri & penemu Kompatiologi, secara pribadi berminat pada masalah eksistensi & adaptasi diri terhadap lingkungan. Lokasi dekon: Plaza Senayan & Senayan City. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.500.000,- per peserta di Plaza Senayan & Senayan City. CDMA flexi: 021-70006775 & esia: 021-98806892 (untuk di Jakarta saja). CDMA fren: 08881333410 (untuk di Jakarta & luar kota). Telp: 021-5482193, 5348567 Fax: 021-5348546 Bank Account: Bank BCA cabang Permata Hijau. A/c: 178-117-9600 A/n: Liong Vincent Christian. PENASEHAT KOMPATIOLOGI CABANG JAKARTA CORNELIA ISTIANI Istiani mengkhususkan diri pada mereka yang berasal dari bidang Psikometri dan Pendidikan dalam hubungannya dengan ilmu Kompatiologi. Hp: 081585228174 CDMA flexi: 021-68358037 CDMA fren: 08886167847 (untuk di Jakarta & luar kota). JUSWAN SETYAWAN Juswan adalah penulis & edukator piawai dalam bidang kedokteran populer. Hp: 08159162193 LEONARDO RIMBA Leonardo Rimba, ilmuan politik yang bergerak di bidang metafisika praktis. Hp: 0818183615 PENGAJAR KOMPATIOLOGI CABANG DAERAH * Cabang SOLO Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per peserta. - Sunu (Hp: 08122651357 CDMA flexi: 0271-7072879) Sunu adalah sarjana hukum yang sedang meneliti berbagai pendekatan praktis bagi mereka yang sedang atau akan mempelajari kompatiologi. - Toto (CDMA fren: 08886702727 flexi: 0271-7035186 Hp: 08552812005) Toto adalah filsuf sosial dengan pendekatan ilmiah populer yang penjelasannya sangat mudah dicerna oleh masyarakat umum. - Wawan Setiawan (Hp: 081932655888 CDMA fren: 08882900288) Wawan mengkhususkan diri dalam memberikan pengarahan kepada mereka yang pernah, akan, atau sedang berkecimpung dalam dunia hitam di Indonesia dan hubungannya dengan ilmu kompatiologi. - Alan Sarwono (Hp: 0811285540) Alan Sarwono mengkhususkan diri pada mereka yang telah menduduki posisi managerial menengah dan berambisi untuk mencapai jabatan tertinggi di organisasi bisnis mereka. - Aida (CDMA fren: 08882989050) Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi. - Agung PW (Hp: 081331139120) Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak dalam bidang seni dan pendidikan. - Sukma (CDMA fren: 08886753831) Agung mengkhususkan diri bagi mereka yang bergerak dalam bidang seni visual terutama fotografi dan fenomena ke-Indigo-an. - Willy BS (Hp: 08179489889, 0816674069 CDMA flexi: 0271-7016881) Willy, spesialis soal orangtua yang merasa dirinya atau anaknya bermasalah. * Cabang YOGYAKARTA Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.200.000,- per peserta. - Lely Cabe (CDMA fren: 08882738729 Hp: 08170428081) Lely sangat memahami masalah-masalah lintasbudaya antar bangsa dan toleransi sosial. - Aida (CDMA fren: 08882989050) Aida mengkhususkan diri pada pendekatan lintas agama dalam hubungannya dengan ilmu kompatiologi. * Cabang BANDUNG : Omen Omen adalah pribadi yang mendalami ilmu Feng Shui untuk diterapkan ke arsitektur moderen dengan latarbelakang sarjana seni ITB. Dengan sifat pribadi dasar monyet api; Jadi pada kondisi situasi yang meletup-letup membakar, jangan heran kalau dengan tiba-tiba bisa saja ia berpindah ke pohon yang lain. CDMA flexi: 022-70108828 & Hp: 08157179292. * Cabang PURWOKERTO : Bimo Wikantiyoso Bimo sementara ini mengkhususkan diri untuk melayani mereka yang ingin menjadi adaptif dalam hal-hal spiritualitas dan pengendalian hal-hal keduniawian. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA fren: 08888405843 & Hp: 0816746770. * Cabang SURABAYA : Audifax Audifax, ahli ilmu jiwa, kemanusiaan dan berbagai permasalahannya, seperti dimunculkan dalam berbagai simbol-simbol yang ditemui di masyarakat Indonesia saat ini. Jadwal by appointment. Tarif umum: Rp.250.000,- per peserta. CDMA flexi: 031-70209354 & fren: 08882733626. Mendatangkan Vincent Liong Penemu & Pendiri Kompatiologi ke Kota Anda. Untuk mendatangkan / mengundang Vincent Liong, hal-hal yang perlu dipenuhi adalah sbb: 1. AKOMODASI * Ada individu penanggungjawab / sponsor (local representative) yang jelas, yang mengatur acara & mengurus perekrutan peserta. Akan lebih baik bila individu penanggungjawab datang ke Jakarta sebelumnya untuk mengenal Vincent Liong dan Kompatiologi lebih dalam sebelum menjadi local representative di acara kunjungan Vincent Liong, agar tidak ada kesalahpahaman. * Tiket pesawat pergi & pulang ke kota tsb & akomodasi hotel dibelikan di muka. * Tambahan biaya satu juta rupiah untuk uang saku, dibayar di muka via transfer ke bank account. * Ada individu yang menemani, mengantarkan (fasilitas transportasi) & membiayai Vincent Liong berekreasi, sambil pendalaman kompatiologi secara informal di waktu luang agar tidak bosan / jenuh saat di kota tsb. * Biasanya acara kunjungan dilakukan selama seminggu sampai dua minggu untuk mempersiapkan kompatiologi cabang daerah yang independent tidak tergantung cabang Jakarta dalam aplikasinya. 2. TARIF DEKON KOMPATIOLOGI * Bagi peserta di kota tsb, yang mengikuti acara bersama Vincent dikenai tarif Rp.300.000,-/peserta, biaya ini di luar biaya & hal AKOMODASI. 3. TARIF SARASEHAN * Bagi pihak yang ingin mengundang untuk acara sarasehan bertema kompatiologi dengan pembicara Vincent Liong, dapat dinegosiasikan langsung per telepon dan email. Bila di luar kota, maka hal tsb harus memenuhi hal AKOMODASI. (Note: Aturan main di atas juga berlaku untuk mendatangkan para pendekon kompatiologi yang lain yang nama dan contact personnya tercantum dalam email ini. Silahkan hubungi langsung per telepon.) Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi (unmoderated): * http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati * http://groups.yahoo.com/group/vincentliong * http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/ * http://groups.google.com/group/komunikasi_empati/about Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
